
Setiap kali Anda ganti oli, mekanik akan menawari satu komponen tambahan yang harganya kecil tetapi paling sering diperdebatkan: filter oli. Sebagian pemilik mobil dan motor merasa ini cuma cara bengkel menambah item di nota, lalu memilih "olinya saja dulu, filternya nanti". Masalahnya, komponen yang paling murah ini justru yang menentukan apakah oli baru Anda benar-benar bekerja bersih atau hanya mengedarkan kotoran lama ke seluruh mesin. Artikel ini menjelaskan kenapa filter oli harus ikut diganti saat servis, berdasarkan keterangan yang diterbitkan sendiri oleh Toyota Astra, Daihatsu, Suzuki, Wuling, Federal Oil, dan Shell, bukan opini bengkel. Kita akan bahas apa yang sebenarnya disaring, kenapa filter yang mampet ternyata lebih berbahaya daripada tidak ada filter sama sekali, kapan resminya diganti untuk mobil maupun motor, beda bentuk filternya, tanda-tanda filter sudah kotor, dan bagaimana menakar harga tanpa tertipu.
Apa yang sebenarnya disaring filter oli
Oli mesin tidak pernah tetap bersih setelah dituang. Begitu mesin hidup, ribuan pasangan komponen logam bergesekan, dan gesekan itu menghasilkan partikel. Toyota Astra menyebut filter oli sebagai komponen penting dalam sistem pelumasan yang berfungsi menyaring kotoran, serpihan logam, dan residu pembakaran dari oli, dan menegaskan bahwa tanpa filter yang bersih, oli tidak bisa bekerja optimal sehingga mempercepat keausan mesin. Auto2000 menjelaskan asal kotorannya lebih gamblang: di dalam oli ada karbon dan gram besi, dan seiring komponen mesin saling bergesek, serpihan logam halus muncul lalu menempel di filter oli. Wuling menyebut hal yang sama, bahwa filter oli menahan kontaminan seperti karbon, gram besi, dan kotoran agar tidak bercampur di dalam mesin, dan menyebut perannya krusial dalam menyaring kotoran dan partikel logam dari oli supaya sirkulasi pelumas tetap bersih.
Federal Oil merumuskannya untuk mesin motor dengan kalimat yang lugas: filter oli berfungsi menyaring kotoran dari bekas gesekan yang dihasilkan komponen mesin saat mesin dinyalakan, dan karena itu filter oli harus rutin diganti supaya kinerjanya tetap optimal. Suzuki menambahkan sisi yang jarang disadari, yaitu bahwa filter itu bertugas menyaring partikel asing agar tidak bercampur dengan oli, dan saat filter sudah kotor, partikel kecil justru terjebak di dalamnya sehingga efektivitas pelumasan menurun. Perhatikan logikanya: filter bukan wadah pasif, ia adalah spons yang punya kapasitas. Ada titik saat spons itu penuh, dan setelah penuh, ia berhenti menjadi penyaring dan mulai menjadi sumbatan.
Di sinilah muncul alasan pertama kenapa oli dan filter adalah satu paket. Ketika Anda menuang oli baru yang bersih tetapi tetap memakai filter lama yang sudah jenuh, oli bersih itu langsung berkenalan dengan endapan yang tertahan di filter, sementara kemampuan filter menyaring partikel baru sudah tumpul. Anda membayar oli baru, tetapi tidak membeli kembali kemampuan penyaringan. Shell menyatakannya paling tegas: anggapan bahwa oli bisa diganti tanpa mengganti filter oli adalah mitos yang menyesatkan, dan meski secara teknis tidak selalu wajib, sangat dianjurkan tetap mengganti saringan oli saat oli mesin diganti. Prinsip ini sejalan dengan apa yang dibahas di panduan kapan ganti oli mesin, karena oli dan penyaringnya adalah satu sistem, bukan dua belanja terpisah.
Katup bypass: kenapa filter mampet lebih bahaya daripada tanpa filter
Ini bagian yang mengubah cara Anda memandang filter oli, dan sedikit yang tahu. Di dalam rumah filter ada sebuah katup pengaman bernama katup bypass. Otomotifnet, mengutip Arief Hidayat selaku Founder dan CEO Wealthy Group, menjelaskan bahwa di dalam filter oli ada valve yang menutup jalur bypass aliran oli. Selama filter masih lancar menyaring kotoran, katup bypass itu tetap menutup, sehingga aliran oli selalu melewati elemen penyaring lebih dahulu. Semuanya berjalan sebagaimana mestinya: oli masuk, disaring, keluar bersih.
Yang terjadi saat filter mulai mampet itulah intinya. Masih dari sumber yang sama, katup bypass bekerja berdasarkan tekanan oli. Ketika filter kotor, tekanan oli di dalam filter naik, dan kenaikan tekanan itu memaksa katup bypass terbuka. Begitu terbuka, aliran oli dibelokkan langsung menuju mesin untuk melumasi komponen bergerak, tanpa tersaring. Efeknya, kata Otomotifnet, komponen mesin yang bergesekan jadi kasar karena kotoran ikut tercampur dalam oli. Suzuki menerangkan fungsi katup bypass dengan bahasa sedikit berbeda tetapi bertemu di titik yang sama, yaitu melapangkan aliran oli ke mesin dan mencegah sumbatan pada filter, serta menjadi jalan alternatif agar oli tetap mengalir ketika terjadi penyumbatan.
Pahami konsekuensinya sampai tuntas. Filter oli yang jarang diganti tidak akan membuat lampu peringatan berkedip besok pagi. Ia bekerja diam-diam: setiap kali mesin panas dan tekanan naik, sebagian oli menyelinap lewat katup bypass tanpa disaring, membawa partikel yang perlahan menggerus bearing, dinding silinder, dan permukaan lain. Toyota Astra menyebut dampak keterlambatan mengganti filter secara terus terang, yaitu mesin lebih cepat aus karena partikel kotoran ikut bersirkulasi dan mengikis permukaan logam, serta mesin lebih mudah overheat karena oli yang kotor tidak mampu menyerap panas dengan baik. Jadi ketika ada yang bertanya "kenapa sih filter oli harus ikut diganti", jawabannya bukan soal kebersihan yang enak dipandang, melainkan soal mencegah katup bypass mengubah oli baru Anda menjadi bubur amplas.
Setiap ganti oli atau setiap dua kali? Ini yang dikatakan pabrikan
Sekarang angkanya, dan menariknya para pabrikan tidak persis sama. Perbedaan ini penting dijelaskan apa adanya, bukan dirapikan seolah semua sepakat. Suzuki menyatakan waktu paling tepat mengganti filter oli adalah setiap kali Anda mengganti oli mesin, dan menyebut penggantian oli mobil jaraknya 6 bulan sekali atau ketika kendaraan mencapai 10.000 km, sehingga itulah momen yang tepat mengganti filternya. Auto2000 memberi patokan yang senada untuk mobil Toyota, yaitu filter oli sebaiknya diganti setiap enam bulan sekali atau 10.000 km. Toyota Astra mencantumkan pilihan yang lebih rinci: mengikuti interval ganti oli mesin di 5.000 sampai 10.000 km, atau setiap 6 bulan meski jarang dipakai karena oli tetap terkontaminasi, dengan opsi setiap ganti oli sebagai yang direkomendasikan.
Daihatsu justru menjadi sumber yang paling jujur soal perdebatan ini, dan layak dikutip utuh. Daihatsu menyarankan penggantian filter oli setiap enam bulan sekali atau saat jarak tempuh mencapai 5.000 kilometer, dan menyatakan Anda memang disarankan mengganti filter oli bersamaan dengan penggantian oli. Lalu Daihatsu mengakui secara terbuka bahwa di kalangan masyarakat luas ada pendapat filter oli cukup diganti setiap 10.000 kilometer, atau setiap dua kali ganti oli mesin. Penutupnya yang penting: menurut para pakar otomotif dan mekanik profesional, sebaiknya Anda mengikuti saran mengganti filter oli setiap kali mengganti oli mesin. Jadi praktik "sekali filter untuk dua kali oli" itu nyata dan bukan mitos, tetapi ia adalah kompromi hemat, bukan rekomendasi resmi.
| Sumber resmi | Patokan interval | Sikap soal "setiap ganti oli" |
|---|---|---|
| Toyota Astra | 5.000 sampai 10.000 km, atau 6 bulan | Setiap ganti oli ditandai sebagai pilihan yang direkomendasikan |
| Auto2000 (Toyota) | 10.000 km atau 6 bulan | Diganti pada interval tersebut |
| Suzuki (mobil) | 10.000 km atau 6 bulan | Waktu paling tepat adalah setiap kali ganti oli mesin |
| Daihatsu | 5.000 km atau 6 bulan | Disarankan bersamaan ganti oli; pakar sarankan setiap ganti oli |
| Wuling (mobil) | 10.000 km atau jadwal servis berkala pabrikan | Mengikuti jadwal servis |
| Shell | Batas 10.000 hingga 15.000 km (buku panduan) | Sangat dianjurkan ganti saringan saat ganti oli |
Jadi mana yang benar? Semuanya, untuk kendaraan yang dimaksud masing-masing. Ini bukan sumber yang saling membantah, melainkan bukti bahwa interval filter itu spesifik per merek dan per kondisi pemakaian, dan bahwa Daihatsu yang menyarankan 5.000 km sekadar lebih konservatif ketimbang Toyota atau Suzuki yang menyebut 10.000 km. Yang benar-benar mengikat Anda tetaplah angka di buku pedoman kendaraan Anda sendiri, persis seperti pada urusan interval oli, ban, dan busi. Pemeriksaan dan penggantian filter ini idealnya menempel pada jadwal servis rutin, bukan dikerjakan sebagai kunjungan darurat setelah mesin bermasalah. Kalau Anda sedang menghitung ongkos rutin ini bersama oli, ban, dan pajak dalam setahun, masukkan ke kalkulator biaya kepemilikan kendaraan supaya bebannya terlihat utuh dan filter tidak lagi terasa seperti pengeluaran mendadak.
Motor dan mobil: bentuk filternya beda, prinsipnya sama
Filter oli hadir dalam beberapa wujud fisik, dan penting Anda kenali supaya tidak salah beli atau salah pasang. Yang paling umum pada mobil adalah tipe spin-on, yaitu filter lengkap dalam sebuah tabung logam berulir yang tinggal disekrup ke blok mesin. Wuling menggambarkan langkah penggantiannya persis untuk tipe ini pada Confero, yaitu memakai kunci filter untuk melepas filter lama, membersihkan dudukannya, lalu mengoleskan sedikit oli pada bibir gasket sebelum memasang yang baru. Kalau filter Anda dilepas dan dipasang dengan kunci filter berbentuk mangkuk atau sabuk, itu tipe spin-on, dan penggantiannya berarti mengganti seluruh tabung.
Wujud kedua adalah tipe cartridge, yaitu hanya elemen kertas penyaringnya yang diganti, sementara rumah filternya permanen menempel di mesin dan tinggal dibuka tutupnya. Banyak mesin mobil modern beralih ke tipe ini karena limbahnya lebih sedikit, tetapi konsekuensinya montir wajib mengganti pula cincin karet penyekatnya agar tidak bocor. Pada sepeda motor, wujudnya bisa berbeda lagi dan bervariasi antarmodel, sehingga istilah "filter oli" pada motor tidak selalu berarti benda yang sama dengan tabung spin-on di mobil. Yang tidak berubah adalah prinsipnya. Suzuki, dalam pembahasan filter oli motor, tetap menyebut komponen ini bertugas menyaring partikel asing agar tidak bercampur dengan oli, dan mengarahkan pemilik mengganti filter bersamaan dengan penggantian oli, umumnya ketika jarak tempuh mencapai 10.000 km, sambil mengikuti pedoman produsen motor.
Federal Oil menegaskan sisi motornya: rekomendasi pabrikan motor umumnya menyarankan pergantian oli dilakukan tiap 10.000 km, dan filter mengikuti jadwal itu. Kalau filter motor tidak diganti rutin, Federal Oil mengutip Kukuh Aristiawan selaku Kepala Mekanik Big Wing Astra Motor BSD, yang menyebut akan terjadi penyumbatan sirkulasi oli sehingga pelumasan komponen mesin tidak maksimal dan bisa membuat komponen mesin rusak. Karena bentuk dan letak filter berbeda antarmodel, satu-satunya cara aman adalah membeli kode filter yang persis diminta kendaraan Anda, bukan yang "kelihatannya mirip". Ini juga alasan bagus untuk memilih bengkel yang tepat, karena bengkel yang benar akan mencocokkan nomor part dan mengganti gasket atau cincin karetnya, bukan sekadar memutar tabung baru dengan gasket lama yang mengeras.
Ciri filter oli sudah kotor atau tersumbat
Untungnya filter yang mulai jenuh memberi sinyal, dan pabrikan menerbitkan daftarnya. Daftar dari Toyota Astra, Daihatsu, dan Shell saling menguatkan, jadi Anda tidak perlu menebak.
| Gejala | Yang dikatakan sumber resmi |
|---|---|
| Indikator tekanan oli menyala | Toyota Astra dan Daihatsu: tekanan oli turun karena filter tersumbat, sehingga lampu indikator di dasbor menyala |
| Oli cepat menghitam | Toyota Astra: normalnya oli menghitam, tetapi jika baru 1.000 sampai 2.000 km sudah pekat, kemungkinan filter tidak lagi optimal |
| Performa mesin menurun | Toyota Astra: tarikan terasa berat karena pelumasan tidak maksimal. Shell: performa mesin tersendat dan respons pedal gas melambat |
| Konsumsi BBM lebih boros | Toyota Astra: mesin bekerja lebih berat akibat pelumasan tidak efisien |
| Suara dan getaran tidak wajar | Toyota Astra: suara mesin lebih kasar. Shell: mesin bergetar tidak wajar karena gesekan komponen meningkat |
| Mesin susah menyala, asap knalpot kotor | Daihatsu: mesin mobil susah menyala dan muncul asap hitam pada knalpot. Shell: asap knalpot kotor akibat aliran oli terhambat filter tersumbat |
| Fisik filter rusak | Shell: filter penyok, berkarat, atau gasket bocor, dan pemakaian melewati batas buku panduan 10.000 hingga 15.000 km |
Perhatikan satu pola penting di tabel itu. Hampir semua gejala filter tersumbat menyerupai gejala oli yang sudah jelek. Itu bukan kebetulan, melainkan justru inti persoalannya: filter yang mampet membuat oli baru cepat berperilaku seperti oli lama, karena katup bypass mengedarkan kotoran yang seharusnya tertahan. Karena itu, kalau mobil atau motor Anda menunjukkan gejala di atas padahal olinya baru diganti, jangan buru-buru menyalahkan olinya. Kemungkinan besar Anda mengganti oli tetapi membiarkan filter lama yang sudah jenuh terus bekerja, dan filter itulah yang mengotori oli baru Anda dalam waktu singkat.
Daihatsu menambahkan cara membaca indikator tekanan oli dengan tepat: saat tekanan oli menurun drastis, lampu indikator di dasbor akan menyala secara otomatis, dan itu sinyal bahwa filter oli harus segera diganti. Jangan pernah mengabaikan lampu ini dengan asumsi "mungkin sensornya rusak", karena tekanan oli yang benar-benar turun bisa berarti mesin sedang berjalan dengan pelumasan minim. Shell menutup daftarnya dengan peringatan ongkos yang jujur: filter yang dibiarkan menyumbat lama berujung pada kerusakan mesin yang fatal dan biaya perawatan yang membengkak, termasuk akibat boros bahan bakar dan perbaikan komponen mesin. Selisih biaya sebuah filter dengan biaya turun mesin bukan perbandingan yang layak diambil demi menunda satu belanja kecil.
Ganti sendiri atau di bengkel, dan berapa sebenarnya harganya
Mengganti filter oli mobil tipe spin-on secara teknis bisa dikerjakan sendiri, dan Wuling bahkan menuliskan urutannya untuk Confero: kuras oli lama, lepas filter dengan kunci filter, bersihkan dudukan, oles sedikit oli di gasket filter baru, pasang, lalu isi oli baru. Ada satu detail yang sering luput dan justru penting untuk anggaran Anda. Menurut data Wuling untuk Confero, kapasitas oli mesin dengan penggantian filter adalah 4 liter, sementara tanpa mengganti filter hanya sekitar 3,5 liter. Artinya mengganti filter menuntut sedikit oli tambahan, sekitar setengah liter pada contoh ini, karena filter yang baru dan kosong perlu terisi. Ini menjelaskan kenapa nota "ganti oli plus filter" wajar sedikit lebih tinggi dari sekadar biaya filternya, dan itu bukan tanda Anda dicurangi.
Untuk pekerja rumahan, godaan mengerjakan sendiri memang menghemat ongkos jasa, tetapi ada dua risiko yang layak dihitung. Pertama, torsi pemasangan. Filter spin-on yang kurang kencang bisa bocor dan membuat oli menyembur saat mesin hidup, sedangkan yang terlalu kencang membuat gasketnya sulit dilepas berikutnya dan berpotensi merusak dudukan. Kedua, kepastian nomor part. Filter yang ukurannya mirip tetapi ulir atau tinggi elemennya berbeda bisa membuat penyaringan tidak sempurna, dan Suzuki mengingatkan pentingnya memperhatikan ukuran serta bagian ulir filter saat memilih. Untuk mobil, pekerjaan ini biasanya sudah termasuk dalam paket tune up mobil, jadi menyerahkannya ke bengkel sering kali lebih efisien daripada membeli kunci filter khusus untuk dipakai setahun sekali.
Ada juga sisi kontrarian yang harus disampaikan supaya Anda tidak dipaksa belanja berlebihan. Shell sendiri mengakui bahwa mengganti filter setiap kali ganti oli "tidak wajib", meski sangat dianjurkan, dan Daihatsu mengakui praktik mengganti filter setiap dua kali ganti oli itu ada di masyarakat. Jadi jika Anda tipe pengguna yang mengganti oli sangat sering, misalnya jauh lebih cepat dari interval pabrik, secara teknis filter mungkin belum jenuh di setiap penggantian oli. Namun perhatikan aritmetika risikonya. Filter adalah komponen termurah dalam servis, dan taruhannya adalah katup bypass yang bisa mengedarkan oli kotor ke seluruh mesin. Menghemat harga satu filter untuk mempertaruhkan pelumasan mesin adalah pertaruhan yang secara ongkos hampir selalu kalah. Kalau ragu, ganti. Kalau tetap ingin berhemat, hemat di tempat lain yang tidak menyentuh sistem pelumasan.
Menutup semuanya, urusan filter oli bisa diringkas jadi tiga keputusan. Pertama, perlakukan oli dan filter sebagai satu paket, karena Toyota Astra menandai "setiap ganti oli" sebagai pilihan yang direkomendasikan dan Shell menyebut menggantinya terpisah sebagai mitos yang menyesatkan. Kedua, pahami bahwa filter yang mampet bukan sekadar kotor, melainkan memicu katup bypass mengalirkan oli tanpa tersaring, sebagaimana dijelaskan Otomotifnet dan Suzuki. Ketiga, ikuti angka di buku pedoman kendaraan Anda sendiri, karena Daihatsu menyebut 5.000 km, sementara Toyota dan Suzuki menyebut 10.000 km, dan dua-duanya benar untuk kendaraan yang mereka maksud. Selebihnya, beli berdasarkan kode yang diminta kendaraan Anda, dan telusuri artikel perawatan lainnya di OtoTerkini kalau ada komponen lain yang mulai memberi sinyal.
Sumber
- PT Toyota Astra Motor, Kapan Ganti Filter Oli Mobil agar Mesin Tetap Awet dan Tidak Cepat Rusak (filter oli menyaring kotoran, serpihan logam, dan residu pembakaran dari oli; waktu ideal mengikuti interval ganti oli mesin di 5.000 sampai 10.000 km, setiap 6 bulan sekali, atau setiap ganti oli yang direkomendasikan; tanda filter harus diganti: oli cepat menghitam di 1.000 sampai 2.000 km, performa mesin menurun, suara mesin kasar, indikator oli menyala karena tekanan oli turun akibat filter tersumbat, konsumsi BBM boros; dampak terlambat: mesin cepat aus karena partikel mengikis logam, dan lebih mudah overheat)
- Auto2000 (Astra), Filter Oli Toyota: Apakah Perlu Anda Ganti? (filter oli Toyota idealnya diganti setiap enam bulan sekali atau 10.000 km; oli mengandung karbon dan gram besi, dan serpihan logam halus dari gesekan komponen menempel di filter oli)
- PT Astra Daihatsu Motor, Kapan Ganti Filter Oli Mobil? Kenali Ciri-Ciri dan Tips Memilihnya (penggantian filter oli disarankan setiap enam bulan sekali atau jarak tempuh 5.000 km, dan disarankan bersamaan penggantian oli; ada pendapat di masyarakat bahwa filter cukup diganti setiap 10.000 km atau setiap dua kali ganti oli, tetapi pakar otomotif dan mekanik profesional menyarankan mengganti filter setiap kali ganti oli; ciri filter harus diganti: mesin susah menyala, gesekan antar komponen terdengar jelas, indikator tekanan oli menyala, mesin cepat panas, muncul asap hitam pada knalpot)
- PT Suzuki Indomobil Sales, Tips Memilih Filter Oli Mesin yang Cocok untuk Mobil Kesayangan (waktu paling tepat mengganti filter oli adalah setiap kali mengganti oli mesin, yaitu ketika penggantian oli mobil di 6 bulan sekali atau 10.000 km; fungsi katup by-pass adalah melapangkan aliran oli ke mesin dan mencegah sumbatan pada filter, serta menjadi jalan alternatif agar oli tetap keluar ketika terjadi penyumbatan; pentingnya memperhatikan ukuran dan ulir filter serta katup anti balik)
- PT Suzuki Indomobil Sales, Kapan Harus Mengganti Filter Oli Motor (penggantian filter oli motor dilakukan bersamaan saat mengganti oli mesin, biasanya ketika jarak tempuh mencapai 10.000 km, dan mengikuti pedoman dari produsen motor; filter oli bertugas menyaring partikel asing agar tidak bercampur dengan oli; saat filter kotor, partikel dan kotoran terjebak sehingga efektivitas pelumasan menurun)
- Federal Oil, Fungsi Filter Oli di Motor, Jika Jarang Diganti Efeknya Berbahaya (filter oli menyaring kotoran dari bekas gesekan komponen mesin; rekomendasi pabrikan motor umumnya menyarankan pergantian oli tiap 10.000 km; jika filter tidak diganti rutin terjadi penyumbatan sirkulasi oli sehingga pelumasan tidak maksimal dan komponen mesin bisa rusak, dikutip dari Kukuh Aristiawan, Kepala Mekanik Big Wing Astra Motor BSD)
- Wuling Motors Indonesia, Kenali Fungsi Filter Oli dan Kapan Waktunya Ganti (filter oli berperan krusial menyaring kotoran dan partikel logam dari oli, menahan kontaminan seperti karbon dan gram besi agar tidak bercampur di dalam mesin; penggantian umumnya disarankan setiap 10.000 km atau mengikuti jadwal servis berkala pabrikan)
- Wuling Motors Indonesia, Panduan Ganti Oli Wuling Confero dan Tips Merawat Mesin Lebih Awet (ganti oli setiap 10.000 km atau 6 bulan, dipersingkat menjadi 5.000 sampai 7.500 km pada kondisi berat; kapasitas oli mesin dengan penggantian filter oli 4 liter dan tanpa filter sekitar 3,5 liter; langkah ganti filter memakai kunci filter untuk melepas filter lama, bersihkan dudukan, dan oleskan sedikit oli pada gasket)
- Shell Indonesia, Mitos atau Fakta: Cuma Oli yang Perlu Diganti, Filter Oli Tidak? (anggapan oli bisa diganti tanpa mengganti filter adalah mitos yang menyesatkan, dan meski tidak wajib sangat dianjurkan mengganti saringan oli saat oli mesin diganti; tanpa filter, gram besi, karbon, logam, dan endapan mengontaminasi oli; ciri filter harus diganti: fisik penyok/berkarat/gasket bocor, performa mesin tersendat, respons pedal gas melambat, asap knalpot kotor, mesin bergetar, dan pemakaian melewati batas buku panduan 10.000 hingga 15.000 km)
- Otomotifnet (GridOto), Ini Alasan Kenapa Filter Oli Mobil Sekarang Disarankan Diganti Setiap Penggantian Oli Mesin (mengutip Arief Hidayat, Founder dan CEO Wealthy Group: di dalam filter oli ada valve yang menutup jalur bypass aliran oli; selama filter lancar menyaring, katup bypass menutup dan oli selalu melewati filter; katup bypass bekerja berdasarkan tekanan oli, dan saat filter kotor tekanan naik sehingga katup terbuka dan aliran oli dibelokkan langsung ke mesin tanpa tersaring, membuat komponen yang bergesekan jadi kasar akibat kotoran)