Terkini
Jelajahi 🔍

Oli Mobil: Membaca Standar API SP dan ILSAC GF-6 Sebelum Membeli

Oleh Tim Redaksi OtoTerkini29 Oktober 202612 menit bacaPerawatan
Oli Mobil: Membaca Standar API SP dan ILSAC GF-6 Sebelum Membeli
Foto: oli mesin dituang dari botol ke corong kuning saat penggantian oli mobil. Gambar diolah ke rasio 16:9. Foto oleh Dvortygirl. Sumber: Wikimedia Commons, lisensi CC BY-SA 3.0
Jawaban singkatYang menentukan oli mobil yang benar bukan merek di botolnya, melainkan tiga baris di buku pedoman pemilik kendaraan Anda: kekentalan SAE, standar mutu, dan kapasitas isi. Untuk mesin bensin, standar mutu yang berlaku sekarang adalah API SP bersama ILSAC GF-6A, yang mulai dilisensikan American Petroleum Institute pada 1 Mei 2020, dan sejak 1 Mei 2021 ILSAC GF-5 berstatus usang. Pada mesin diesel, oli API FA-4 tidak dapat dipertukarkan dengan API CK-4, CJ-4, CI-4 PLUS, CI-4, maupun CH-4.

Memilih oli mobil jauh lebih mudah begitu Anda berhenti membandingkan merek dan mulai membaca tiga baris di buku pedoman pemilik: kekentalan SAE, standar mutu, dan kapasitas isi. Tiga baris itu ditentukan oleh perancang mesin Anda, bukan oleh iklan dan bukan oleh mekanik.

Artikel ini membahas baris kedua, yaitu standar mutu, karena itulah bagian yang paling jarang dijelaskan dan paling sering dijadikan alasan menaikkan harga. Kami memakai dokumen resmi American Petroleum Institute untuk standarnya dan halaman resmi produsen untuk harganya, semuanya diperiksa pada 3 September 2026.

Patokan cepat
  • Mesin bensin: cari API SP di lingkaran donat, atau lambang bintang Starburst yang menandakan ILSAC GF-6A. Lambang perisai Shield hanya untuk ILSAC GF-6B, dan GF-6B khusus oli 0W-16. ILSAC GF-5 sudah usang sejak 1 Mei 2021.
  • Kekentalan tetap ikut buku manual: oli dengan standar lebih baru tidak membenarkan Anda mengganti angka SAE.
  • Mesin diesel: jangan menganggap kategori terbaru selalu bisa mundur, karena API FA-4 tidak dapat dipertukarkan dengan CK-4 dan kategori di bawahnya.
  • Keaslian botol bisa dicek sendiri, dan Pertamina Lubricants menerbitkan cirinya di halaman resmi mereka.

Tiga baris di buku manual yang benar-benar menentukan

Mesin modern bukan wadah netral yang bisa diisi cairan apa pun asal licin. Celah antarkomponennya dirancang untuk oli dengan ketebalan lapisan tertentu, sistem katup variabelnya digerakkan tekanan oli, dan rantai keteng serta turbo di dalamnya menuntut zat aditif tertentu supaya tidak cepat aus. Tiga baris di buku manual merangkum semua tuntutan itu.

Baris pertama adalah kekentalan SAE, misalnya 0W-20 atau 10W-40. Angka ini menentukan seberapa mudah oli mengalir saat dingin dan seberapa tebal lapisannya saat panas. Arti setiap angka dan huruf pada kode itu kami bahas terpisah dan cukup panjang di arti kode SAE dan JASO, jadi artikel ini tidak mengulangnya. Yang perlu Anda pegang di sini hanya satu: kekentalan bukan preferensi, dan oli yang lebih kental tidak otomatis lebih melindungi.

Baris kedua adalah standar mutu, misalnya API SP atau ILSAC GF-6A. Inilah yang menyatakan oli tersebut sudah lulus rangkaian pengujian mesin tertentu. Baris ketiga adalah kapasitas isi dalam liter, yang berbeda antar model dan berbeda pula antara penggantian biasa dan penggantian yang disertai filter. Kenapa filter perlu ikut diganti dan bagaimana pengaruhnya terhadap jumlah oli yang masuk kami uraikan di filter oli.

Buku pedoman yang hilang bisa dicari daring

Buku pedoman pemilik memang mudah hilang, tetapi sekarang banyak yang tersedia secara daring. Astra Daihatsu Motor, misalnya, menyediakan buku pedoman pemilik kendaraan dalam bentuk aplikasi web di situs resminya, lengkap dengan prosedur penggunaan dan indeks gambar.

Halaman servis berkala mereka juga menampilkan jadwal per model, misalnya New Sigra dengan pemeriksaan pada 1 bulan atau 1.000 km, 6 bulan atau 10.000 km, 12 bulan atau 20.000 km, dan 18 bulan atau 30.000 km, dengan oli mesin sebagai salah satu item yang diperiksa. Soal interval penggantian dan perbedaannya dengan kebiasaan bengkel, kami bahas tuntas di kapan ganti oli mesin.

Tangan menarik batang pengukur oli berpegangan oranye dari ruang mesin mobil
Batang pengukur (dipstick) dipakai untuk memastikan volume oli berada di antara tanda minimum dan maksimum setelah mesin didiamkan beberapa menit. Foto: Shixart1985 / Wikimedia Commons, CC BY 2.0.

API SP dan ILSAC GF-6: standar yang berlaku sekarang dan lambangnya

American Petroleum Institute menjalankan Engine Oil Licensing and Certification System, program lisensi sukarela yang memberi hak kepada produsen oli untuk memasang tanda mutu API. Program ini berjalan sejak 1993 dan merupakan kerja sama industri pelumas dan aditif dengan produsen kendaraan, dengan program pemantauan dan penegakan yang menguji sifat fisik, kimia, dan kinerja oli berlisensi sekaligus memverifikasi bahwa tanda API terpasang secara benar pada kemasan. Artinya tanda itu bukan sekadar gambar, melainkan pernyataan yang bisa ditagih.

Pada Mei 2020, API memperkenalkan tiga standar sekaligus: ILSAC GF-6A, ILSAC GF-6B, dan kategori layanan API SP. Sejak 1 Mei 2020, oli yang memenuhi ILSAC GF-6A boleh memakai tanda sertifikasi Starburst, oli yang memenuhi GF-6B memakai tanda sertifikasi baru berbentuk perisai atau Shield, dan API SP boleh dicantumkan di bagian atas lingkaran Service Symbol yang dikenal sebagai donat.

Bila oli itu juga memenuhi persyaratan Resource Conserving, keterangan tersebut boleh dipasang di bagian bawah donat berpasangan dengan API SP di bagian atasnya.

Status standar ILSAC menurut halaman resmi American Petroleum Institute
StandarStatus menurut APIYang perlu Anda tahu
ILSAC GF-6ABerlakuDiperkenalkan Mei 2020. Melindungi dari low-speed pre-ignition, melindungi rantai keteng dari keausan, menahan endapan suhu tinggi pada piston dan turbo, mengendalikan lumpur dan pernis, memperbaiki efisiensi bahan bakar, melindungi sistem kontrol emisi, dan melindungi mesin yang memakai bahan bakar beretanol sampai E85
ILSAC GF-6BBerlakuHanya berlaku untuk oli berkekentalan SAE 0W-16. Jangan mencarinya kalau mobil Anda tidak meminta 0W-16
ILSAC GF-5Usang sejak 1 Mei 2021API menyarankan memakai GF-6A di tempat GF-5 direkomendasikan
ILSAC GF-4 dan sebelumnyaUsangDigantikan oleh standar yang lebih baru

Tiga standar baru itu memuat tujuh pengujian baru, termasuk uji keausan rantai dan uji khusus untuk oli berkekentalan sangat rendah. Ada pula uji yang dirancang melindungi mesin dari fenomena yang disebut low-speed pre-ignition atau LSPI, yaitu pembakaran yang menyala terlalu dini pada mesin bensin tertentu. LSPI ini alasan teknis kenapa mobil turbo berkapasitas kecil yang banyak dijual belakangan tidak boleh diberi oli sembarangan meskipun kekentalannya kebetulan cocok.

Tangan memegang baut tap oli di kolong mobil sementara oli lama mengalir dari bak oli
Oli lama dikuras lewat baut tap di bak oli. Saat itulah warna dan kekentalan oli lama bisa ikut diperiksa. Foto: Dvortygirl / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0.

Aturan mundur: kapan oli baru menggantikan yang lama, dan satu pengecualian

Ini bagian yang paling praktis, dan API menyatakannya dengan lugas. Untuk mesin bensin otomotif, kategori layanan oli terbaru mencakup sifat kinerja setiap kategori sebelumnya. API memberi contohnya sendiri: bila buku pedoman pemilik meminta oli API SN, maka oli API SP memberikan perlindungan penuh. Hal serupa berlaku pada ILSAC, karena standar terbaru mencakup sifat kinerja standar sebelumnya dan dapat dipakai pada mesin lama yang dulu direkomendasikan memakai standar terdahulu.

Konsekuensinya menyenangkan bagi pemilik mobil lama. Mobil keluaran 2012 yang manualnya meminta API SN tidak perlu berburu oli lawas. Oli API SP di rak toko sudah memenuhi dan melampaui permintaan itu. Yang tidak boleh Anda lakukan adalah memakai aturan mundur ini untuk mengubah kekentalan. Standar mutu dan kekentalan adalah dua sumbu berbeda, dan oli API SP 10W-40 tetap salah untuk mesin yang meminta 0W-20.

Pengecualian pada mesin diesel

Pengecualiannya ada di mesin diesel, dan API menyatakannya dengan hati-hati: untuk mesin diesel, kategori terbaru biasanya, tetapi tidak selalu, mencakup sifat kinerja kategori sebelumnya. API lalu memberi contoh konkret yang penting bagi pemilik SUV dan pikap diesel di Indonesia.

Kategori API FA-4 menandai oli XW-30 tertentu yang diformulasikan khusus untuk sebagian mesin diesel empat langkah berkecepatan tinggi yang dirancang memenuhi standar emisi gas rumah kaca tahun model 2017 di jalan raya. Oli API FA-4 tidak dapat dipertukarkan dan tidak kompatibel mundur dengan oli API CK-4, CJ-4, CI-4 PLUS, CI-4, dan CH-4. API meminta pemilik merujuk rekomendasi pabrikan mesin untuk memastikan FA-4 memang sesuai.

Jadi kalimat andalan yang sering terdengar di bengkel, bahwa yang lebih baru pasti lebih aman, hanya benar untuk mesin bensin. Pada mesin diesel, kalimat itu bisa membuat Anda menuang oli yang memang lebih baru tetapi bukan untuk mesin Anda.

Harga dan spesifikasi resmi oli mobil di Indonesia

Supaya tidak berhenti di teori, berikut peta produk oli mobil dari Pertamina Lubricants beserta harga rekomendasi yang mereka terbitkan sendiri di halaman Oli Mobil. Kami mengambil kekentalan, jenis base oil, spesifikasi, peruntukan, dan harganya persis seperti yang tercantum di sana pada 3 September 2026. Harga rekomendasi bukan harga akhir di toko, tetapi berguna sebagai pagar supaya Anda tahu kapan sebuah penawaran terlalu jauh di bawah atau di atas kewajaran.

Spesifikasi dan harga rekomendasi oli mobil Fastron menurut halaman Oli Mobil Pertamina Lubricants, diperiksa 3 September 2026
ProdukSAEBase oilSpesifikasi tertulisPeruntukanHarga rekomendasi
Fastron Ecogreen0W-20Synthetic0W-20 API SNLCGC3,5 L Rp321.200
Fastron Ecogreen5W-30Synthetic5W-30 API SNLCGC3,5 L Rp302.300
Fastron Techno10W-40Synthetic10W-40 API SNSUV1 L Rp97.300, 4 L Rp385.000
Fastron Techno15W-50Synthetic15W-50 API SNSUV1 L Rp97.000, 4 L Rp383.300
Fastron Gold0W-20Synthetic0W-20 SN/GF-5Premium cars1 L Rp179.600, 4 L Rp690.300
Fastron Gold5W-30Synthetic5W-30 SN/CF ACEAPremium cars1 L Rp176.800, 4 L Rp680.400
Fastron Gold5W-40Synthetic5W-40 SN/CF ACEAPremium cars1 L Rp148.600, 4 L Rp577.100
Fastron Platinum0W-40Fully Synthetic0W-40 SN/CF ACEALuxury cars1 L Rp308.400, 4 L Rp1.085.200
Fastron Platinum Racing10W-60Fully Synthetic10W-60 SN/LAMBOMobil sport1 L Rp396.800, 4 L Rp1.623.000
Fastron Diesel15W-40Synthetic15W-40 API CI-4Mobil diesel SUV dan MPV1 L Rp125.300, 4 L Rp496.200
Fastron Diesel5W-30Synthetic5W-30 ACEA A5/B5Generasi mobil terbaru1 L Rp172.500, 4 L Rp575.000

Ada dua hal yang layak Anda perhatikan dari tabel itu, dan keduanya berguna sebagai alat baca.

  1. Ukuran kemasan mengikuti kebutuhan nyata. Dua produk untuk LCGC dijual dalam kemasan 3,5 liter, bukan 4 liter, karena kapasitas mesin mobil murah ramah lingkungan memang lebih kecil. Aturan main dan konsekuensi golongan mobil ini kami bahas di mobil LCGC.
  2. Harga naik seiring base oil dan tingkat spesifikasi, bukan seiring kekentalan. Fastron Techno 15W-50 justru lebih murah daripada Fastron Gold 0W-20, padahal angkanya terdengar lebih besar.

Kalau Anda ingin membandingkan dengan merek lokal lain beserta posisinya di pasar, peta produknya kami susun di merek oli lokal Mesran, Enduro, dan Federal. Untuk memperkirakan berapa beban perawatan mobil Anda per tahun, gunakan kalkulator biaya kepemilikan kendaraan, dan rincian biaya per interval servis ada di biaya servis mobil berkala.

Kunci filter oli dipasang pada tabung filter oli hitam di kolong mobil
Filter oli dilepas dengan kunci filter. Kapan filter ikut diganti, ikuti jadwal di buku manual kendaraan Anda. Foto: Dvortygirl / Wikimedia Commons, CC BY-SA 3.0.

Satu temuan: spesifikasi yang masih ditulis dengan standar yang sudah pensiun

Saat menyusun tabel di atas, kami menemukan satu hal yang layak disampaikan terbuka. Halaman resmi Fastron Gold 0W-20 mencantumkan spesifikasi 0W-20 SN/GF-5. Padahal API menyatakan ILSAC GF-5 berstatus usang sejak 1 Mei 2021, tidak lagi memenuhi syarat memakai tanda Starburst, dan tidak lagi muncul di direktori EOLCS setelah 30 April 2021.

Kami tidak menyimpulkan olinya buruk, dan itu bukan kesimpulan yang bisa ditarik dari fakta ini. Oli yang memenuhi API SN dan ILSAC GF-5 tetap memenuhi apa yang dituntut mobil yang manualnya meminta SN atau GF-5, dan mobil semacam itu masih sangat banyak di jalan Indonesia. Yang berubah adalah statusnya sebagai lisensi: kategori itu sendiri sudah dipensiunkan API, sehingga keterangan pada halaman produk merujuk standar yang tidak lagi menjadi dasar penerbitan lisensi baru.

Konsekuensinya bagi pembeli

Bagi Anda, konsekuensinya praktis. Kalau buku manual mobil Anda meminta API SP atau ILSAC GF-6A, jangan berhenti pada produk yang halaman resminya masih menuliskan SN atau GF-5. Cari keterangan API SP atau tanda Starburst pada kemasan yang benar-benar Anda pegang, karena keterangan pada kemasan bisa lebih baru daripada keterangan di halaman produk.

Kalau ragu, API menyediakan direktori pemegang lisensi yang bisa dicek publik, dan itulah tempat paling tepat memastikan sebuah produk benar-benar berlisensi, bukan kolom komentar dan bukan spanduk di depan bengkel.

Cara memeriksa keaslian botol sebelum dituang

Pertamina Lubricants menerbitkan ciri keaslian produknya di halaman resmi, dan empat butir ini bisa Anda cek sendiri di depan konter dalam waktu kurang dari satu menit.

  1. Tampilan botol triple layer. Saat tutup botol dibuka, warna botol bagian dalam berbeda dengan warna bagian luar.
  2. Nomor batch. Terdapat delapan digit nomor di bagian tutup botol dan di badan botol dengan posisi lurus, tegak, dan sejajar.
  3. Hologram Original. Ada tulisan Original yang halus dan terbaca bila dilihat dengan kemiringan sekitar 45 derajat.
  4. Kode QR pada stiker label. Nomornya terdiri atas sembilan karakter berupa huruf dan angka, dan setiap botol pasti punya nomor berbeda, sehingga dua botol dengan nomor QR yang sama berarti palsu.

Butir keempat itu yang paling ampuh, karena pemalsu bisa meniru cetakan tetapi sulit meniru keunikan per botol.

Bagian depan bengkel ganti oli kecil dengan rak botol oli, drum oli, tabung gas, dan sepeda motor terparkir
Bengkel ganti oli di Indonesia biasanya menjual oli sekaligus memasangnya. Bawa catatan spesifikasi dari buku manual supaya pilihan oli tidak ditentukan oleh stok di rak. Foto: adiantara / Wikimedia Commons, CC BY 3.0.

Kesalahan yang paling sering, dan cara memeriksanya sendiri

Setelah semua penjelasan di atas, kesalahan yang paling banyak terjadi ternyata sederhana dan berulang. Berikut daftarnya beserta cara memeriksanya tanpa alat apa pun.

  • Menaikkan kekentalan karena Indonesia panas. Angka kedua pada kode SAE sudah mengacu pada suhu kerja mesin, bukan suhu udara. Ikuti buku manual, dan kalau ingin memahami alasannya, baca arti kode SAE dan JASO.
  • Memilih standar tertinggi tanpa memeriksa kekentalan. API SP pada kekentalan yang salah tetap salah. Periksa dua-duanya, selalu dalam urutan itu.
  • Menganggap oli diesel terbaru pasti aman. Ingat FA-4 yang tidak kompatibel mundur dengan CK-4 dan kategori di bawahnya, lalu cocokkan dengan rekomendasi pabrikan mesin.
  • Membeli sesuai ukuran kemasan, bukan sesuai kapasitas mesin. Mesin LCGC yang butuh sekitar 3 liter tidak menjadi lebih terlindungi bila Anda menuang 4 liter. Kelebihan oli justru berisiko diaduk poros engkol dan berbusa.
  • Mengabaikan filter. Oli baru yang mengalir lewat filter tersumbat kehilangan sebagian gunanya, dan alasannya kami jelaskan di filter oli.
  • Mencampur urusan pelumas yang berbeda. Oli mesin bukan oli transmisi dan bukan oli power steering. Untuk yang terakhir, penjelasannya ada di oli power steering, sedangkan pelumas transmisi otomatis punya aturannya sendiri seperti kami bahas di transmisi matic mobil.

Cara memeriksanya juga sederhana. Buka buku pedoman pemilik, catat kekentalan dan standar mutu yang diminta, lalu bandingkan dengan lingkaran donat dan lambang bintang atau perisai di botol yang Anda pegang. Bila keduanya cocok, selesai. Bila botol itu hanya mencantumkan nama dagang dan kata sintetik tanpa donat API sama sekali, itu bukan berarti produknya pasti buruk, tetapi berarti Anda tidak punya cara memverifikasi klaimnya, dan pada komponen seharga mesin, ketidaktahuan bukan penghematan.

Terakhir, jangan biarkan urusan standar menutupi urusan yang lebih besar. Oli yang benar dengan interval yang telat tetap kalah dari oli standar dengan perawatan yang disiplin. Kalau mobil Anda sudah lama tidak diservis, mulai dari daftar pekerjaannya di tune up mobil, bukan dari memilih botol yang paling mahal di rak.

TR
Tim Redaksi OtoTerkiniRedaksi. Redaksi OtoTerkini menyusun konten katalog, harga, dan review data-assisted dengan merujuk sumber resmi produsen (APM) serta situs pemerintah untuk data pajak. Kami mencantumkan tautan sumber pada setiap angka yang ditampilkan.

Sumber

  1. American Petroleum Institute, halaman Latest Oil Categories, diakses 3 September 2026 (API memperkenalkan ILSAC GF-6A, ILSAC GF-6B, dan kategori layanan API SP; sejak 1 Mei 2020 GF-6A menjadi dasar penerbitan lisensi tanda sertifikasi Starburst, GF-6B menjadi satu-satunya dasar tanda sertifikasi Shield yang baru, dan API SP boleh dipakai di bagian atas Service Symbol Donut; oli yang memenuhi SP dengan persyaratan Resource Conserving boleh menampilkan keterangan itu di bagian bawah donat; efektif 1 Mei 2021 GF-6A menjadi satu-satunya dasar Starburst dan oli ILSAC GF-5 tidak lagi berhak menampilkan Starburst serta tidak lagi muncul di direktori daring EOLCS setelah 30 April 2021; standar baru memuat tujuh pengujian baru termasuk uji keausan rantai, uji untuk oli berkekentalan sangat rendah, dan uji perlindungan terhadap low-speed pre-ignition)
  2. American Petroleum Institute, halaman API Oil Categories, diakses 3 September 2026 (untuk mesin bensin otomotif kategori layanan terbaru mencakup sifat kinerja setiap kategori sebelumnya, dengan contoh bahwa bila buku pedoman meminta API SN maka API SP memberikan perlindungan penuh; untuk mesin diesel kategori terbaru biasanya tetapi tidak selalu mencakup kategori sebelumnya; API FA-4 menandai oli XW-30 tertentu untuk sebagian mesin diesel empat langkah berkecepatan tinggi yang dirancang memenuhi standar emisi gas rumah kaca tahun model 2017 dan tidak dapat dipertukarkan maupun kompatibel mundur dengan API CK-4, CJ-4, CI-4 PLUS, CI-4, dan CH-4; tabel ILSAC menyebut GF-6A dan GF-6B berstatus Current, GF-6B hanya berlaku untuk oli SAE 0W-16, sedangkan GF-5 sampai GF-1 berstatus Obsolete dengan GF-5 usang pada 1 Mei 2021)
  3. American Petroleum Institute, halaman Engine Oil Licensing & Certification System, diakses 3 September 2026 (EOLCS adalah program lisensi dan sertifikasi sukarela yang memberi hak pemasangan API Engine Oil Quality Marks, berjalan sejak 1993 sebagai kerja sama industri pelumas dan aditif dengan produsen kendaraan; program pemantauan dan penegakannya menjalankan uji fisik, kimia, dan kinerja pada oli berlisensi serta memverifikasi pemasangan tanda API pada kemasan; daftar lengkap pemegang lisensi tersedia di direktori pemegang lisensi)
  4. Pertamina Lubricants, halaman Oli Mobil, diakses 3 September 2026 (harga rekomendasi dan spesifikasi seri Fastron: Ecogreen 0W-20 API SN untuk LCGC 3,5L Rp321.200; Ecogreen 5W-30 API SN untuk LCGC 3,5L Rp302.300; Techno 10W-40 API SN untuk SUV 1L Rp97.300 dan 4L Rp385.000; Techno 15W-50 API SN untuk SUV 1L Rp97.000 dan 4L Rp383.300; Gold 0W-20 SN/GF-5 1L Rp179.600 dan 4L Rp690.300; Gold 5W-30 SN/CF ACEA 1L Rp176.800 dan 4L Rp680.400; Gold 5W-40 SN/CF ACEA 1L Rp148.600 dan 4L Rp577.100; Platinum 0W-40 SN/CF ACEA 1L Rp308.400 dan 4L Rp1.085.200; Platinum Racing 10W-60 SN/LAMBO 1L Rp396.800 dan 4L Rp1.623.000; Diesel 15W-40 API CI-4 1L Rp125.300 dan 4L Rp496.200; Diesel 5W-30 ACEA A5/B5 1L Rp172.500 dan 4L Rp575.000)
  5. Pertamina Lubricants, halaman Identifikasi Keaslian Produk, diakses 3 September 2026 (ciri keaslian botol: tampilan botol triple layer dengan warna bagian dalam berbeda dari bagian luar saat tutup dibuka; nomor batch 8 digit di tutup botol dan badan botol dengan posisi lurus, tegak, dan sejajar; hologram bertulisan Original yang halus dan dibaca pada kemiringan 45 derajat dengan toleransi 5 derajat; kode QR pada stiker label terdiri atas 9 karakter huruf dan angka yang berbeda pada setiap botol, sehingga dua botol dengan nomor QR sama berarti palsu)
  6. PT Astra Daihatsu Motor, halaman Service Menu New Sigra, diakses 3 September 2026 (interval servis berkala 1 Bulan atau 1.000 KM, 6 Bulan atau 10.000 KM, 12 Bulan atau 20.000 KM, dan 18 Bulan atau 30.000 KM; gratis jasa servis berkala berlaku sampai dengan servis ke 30 Bulan atau 50.000 KM; daftar item yang dicek mencakup oli mesin, sistem pendingin mesin, cairan pendingin, baterai, saringan udara, sistem rem dan kopling, serta kondisi ban dan tekanannya)
  7. PT Astra Daihatsu Motor, halaman Buku Panduan Pemilik Kendaraan, diakses 3 September 2026 (pedoman pemilik kendaraan Daihatsu disediakan dalam bentuk aplikasi web dengan menu Prosedur Penggunaan, Indeks Gambar, Indikator, dan Tips pertolongan pertama)

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Standar oli mobil apa yang berlaku sekarang?
Untuk mesin bensin, standar yang berlaku adalah API SP bersama ILSAC GF-6A, keduanya mulai dapat dilisensikan American Petroleum Institute pada 1 Mei 2020. ILSAC GF-6B juga berlaku, tetapi hanya untuk oli berkekentalan SAE 0W-16. ILSAC GF-5 dan yang lebih lama berstatus usang, dengan GF-5 resmi usang sejak 1 Mei 2021.
Mobil saya minta API SN, apakah boleh pakai oli API SP?
Boleh, dan itu justru dianjurkan. API menyatakan bahwa untuk mesin bensin otomotif, kategori layanan terbaru mencakup sifat kinerja setiap kategori sebelumnya, dan memberi contoh langsung bahwa bila buku pedoman pemilik meminta oli API SN, oli API SP memberikan perlindungan penuh. Yang tidak boleh adalah memakai alasan ini untuk mengubah kekentalan SAE dari yang diminta buku manual.
Apa arti lambang bintang dan lambang perisai di botol oli?
Lambang bintang atau Starburst adalah API Certification Mark yang sejak 1 Mei 2021 hanya boleh dipakai oli yang memenuhi ILSAC GF-6A. Lambang perisai atau Shield adalah tanda sertifikasi baru yang diperkenalkan bersamaan dan hanya berdasar ILSAC GF-6B, yaitu oli berkekentalan 0W-16. Terpisah dari keduanya ada Service Symbol berbentuk donat yang memuat kategori seperti API SP di bagian atas, dan keterangan Resource Conserving di bagian bawah bila oli tersebut memenuhinya.
Apakah oli diesel kategori terbaru selalu bisa menggantikan yang lama?
Tidak. API menyatakan bahwa untuk mesin diesel, kategori terbaru biasanya tetapi tidak selalu mencakup sifat kinerja kategori sebelumnya. Contoh paling penting adalah API FA-4, yang menandai oli XW-30 tertentu untuk sebagian mesin diesel empat langkah berkecepatan tinggi yang dirancang memenuhi standar emisi gas rumah kaca tahun model 2017. API menegaskan oli FA-4 tidak dapat dipertukarkan dan tidak kompatibel mundur dengan API CK-4, CJ-4, CI-4 PLUS, CI-4, dan CH-4.
Berapa harga oli mobil menurut produsennya?
Pertamina Lubricants menerbitkan harga rekomendasi di halaman Oli Mobil resminya. Saat kami memeriksanya pada 3 September 2026, Fastron Ecogreen untuk LCGC dijual 3,5 liter seharga Rp302.300 sampai Rp321.200, Fastron Techno 4 liter sekitar Rp383.300 sampai Rp385.000, Fastron Gold 4 liter Rp577.100 sampai Rp690.300, Fastron Platinum 0W-40 4 liter Rp1.085.200, dan Fastron Diesel 15W-40 4 liter Rp496.200. Angka itu harga rekomendasi, bukan harga akhir di toko.
Bagaimana cara memastikan botol oli mobil yang saya beli asli?
Pertamina Lubricants menerbitkan empat cirinya. Botol triple layer, yaitu warna bagian dalam berbeda dengan bagian luar saat tutup dibuka. Nomor batch delapan digit di tutup dan badan botol dengan posisi lurus, tegak, dan sejajar. Hologram bertulisan Original yang halus dan terbaca pada kemiringan sekitar 45 derajat. Serta kode QR sembilan karakter pada stiker label yang unik per botol, sehingga dua botol dengan nomor QR sama berarti palsu.
Apakah oli yang lebih kental lebih baik untuk cuaca Indonesia?
Tidak. Kekentalan yang diminta buku manual sudah memperhitungkan suhu kerja mesin, dan angka kedua pada kode SAE mengacu pada kondisi panas itu, bukan pada suhu udara di luar. Menaikkan kekentalan tanpa dasar justru dapat memperlambat aliran oli ke bagian atas mesin saat start dingin. Penjelasan rinci setiap angka dan huruf pada kode SAE kami bahas di artikel arti kode SAE dan JASO.