
Kalau Anda sedang menimbang mobil Calya, kemungkinan besar Anda juga sedang membuka tab Daihatsu Sigra di sebelahnya. Keduanya memang mobil yang sama secara teknis, lahir dari kerja sama pabrik yang sama, dengan mesin, sasis, dan ukuran bodi yang sebagian besar identik. Karena itu artikel ini tidak akan mengulang cerita soal seluk-beluk mesin 1.2 yang sudah kami bahas di ulasan Sigra. Yang kami lakukan di sini adalah membuka dua daftar resmi berdampingan pada 3 September 2026, lalu menjawab satu pertanyaan yang jarang dijawab dengan angka: apa yang sebenarnya Anda beli berbeda ketika memilih lencana Toyota, dan pada anggaran berapa perbedaan itu benar-benar berpihak kepada Anda.
Jawaban singkatnya ada tiga: susunan tipenya jauh lebih pendek, titik masuknya jauh lebih tinggi, dan daftar keselamatannya tidak bertingkat. Yang ketiga itu yang paling berdampak, dan efeknya berbalik arah dari yang biasanya diasumsikan orang.
Empat baris tipe Calya dan harga per barisnya
Toyota memasarkan Calya hanya dalam dua grade, E dan G, tetapi daftar spesifikasinya memecahnya menjadi empat baris karena perbedaan transmisi dan paket. Berikut isinya persis seperti yang ditampilkan pemilih tipe di laman resmi, dengan harga dibulatkan ke ratusan ribu terdekat.
| Baris tipe | Transmisi | Harga acuan | Kamera parkir belakang |
|---|---|---|---|
| 1.2 E STD M/T Basic | Manual 5 percepatan | sekitar Rp170,7 juta | tidak |
| 1.2 E M/T Basic | Manual 5 percepatan | sekitar Rp173,6 juta | tidak |
| 1.2 G M/T Basic | Manual 5 percepatan | sekitar Rp179,3 juta | ya |
| 1.2 G A/T Basic | Otomatis 4 percepatan | sekitar Rp193,7 juta | ya |
Ada dua hal yang perlu Anda perhatikan dari tabel ini, dan dua-duanya sering terlewat karena kebanyakan orang berhenti membaca di kalimat Mulai Dari Rp170,7 juta yang terpampang di kepala halaman.
Pertama, jarak dari baris termurah ke baris termahal mencapai sekitar Rp23 juta, dan sebagian besar lompatan itu ada di satu langkah terakhir. Naik dari 1.2 G M/T ke 1.2 G A/T saja sudah menelan sekitar Rp14,4 juta, dan yang Anda dapat cuma transmisi otomatis empat percepatan. Kedua, Calya tidak menawarkan transmisi otomatis di grade E sama sekali. Kalau Anda ingin Calya matic, tidak ada jalan lain selain naik ke tipe tertinggi. Ini keputusan penataan produk yang berdampak nyata pada anggaran, dan akan kami hitung ulang di bagian perbandingan nanti. Untuk melihat efeknya pada cicilan bulanan, masukkan angka-angka di atas ke kalkulator simulasi kredit, dan pahami dulu cara membacanya lewat panduan cara menghitung simulasi kredit mobil.
Soal warna, laman resmi mencantumkan tujuh pilihan: White, Silver Metallic, Grey Metallic, Black, Red, Orange Metallic, dan Bronze Mica Metallic. Dua di antaranya, Red dan Orange Metallic, ditandai sebagai unit spot order dengan catatan waktu inden minimal tiga bulan yang bisa berubah tergantung kondisi pabrik. Kalau Anda butuh mobilnya cepat, dua warna itu sebaiknya dicoret sejak awal, karena inden tiga bulan pada mobil keluarga sering kali sama saja dengan membatalkan rencana.
Satu mesin, dan hanya satu tipe yang otomatis
Berbeda dari saudara kembarnya yang menawarkan dua kapasitas mesin, Calya hanya punya satu: 3NR-VE 1.197 cc. Tabel spesifikasi Toyota menuliskannya sebagai empat silinder segaris 16 katup DOHC dengan Dual VVT-i, diameter kali langkah 72,5 x 72,5 mm alias persegi sempurna, tenaga maksimal 88 PS pada 6.000 rpm, dan torsi maksimal 11 kgm pada 4.200 rpm.
Konsekuensinya sederhana tetapi penting. Tidak ada versi Calya bermesin 998 cc, sehingga tidak ada juga titik masuk harga di bawah Rp170 juta. Semua pembeli Calya membayar untuk mesin yang sama, dan pada MPV tiga baris seberat kelas ini, mesin 1,2 liter memang cukup untuk pemakaian kota dengan muatan sedang. Yang perlu Anda antisipasi adalah tanjakan panjang dengan tujuh penumpang penuh, situasi ketika mesin di bawah 1.200 cc memang bekerja keras. Kalau rute Anda banyak seperti itu, pertimbangkan kelas di atasnya, dan bandingkan dulu bentuk bodinya lewat panduan jenis bodi mobil.
Transmisinya juga hanya dua jenis. Tiga baris pertama memakai manual lima percepatan, dan hanya baris tertinggi yang memakai otomatis empat percepatan. Perlu digarisbawahi bahwa ini transmisi otomatis bergigi tetap, bukan CVT. Rasio giginya pun diterbitkan Toyota: 3.417, 1.960, 1.250, 0,917, dan 0,707, dengan rasio mundur 3.143 dan rasio gigi akhir 5.077 untuk versi manual. Karakter transmisi otomatis empat percepatan berbeda dari CVT yang perpindahannya mulus tanpa jenjang, dan pada mesin kecil perbedaan itu terasa di tanjakan. Uraiannya kami bahas terpisah di artikel transmisi matic mobil.
Angka torsi yang selama ini simpang siur, dan bagaimana kami membacanya
Ini bagian yang paling sering membuat pembaca bingung ketika membandingkan Calya dan Sigra, dan kami ingin menyampaikannya apa adanya karena datanya memang berantakan di sumber resminya sendiri.
Tabel spesifikasi Toyota untuk Calya menulis torsi maksimal dalam satuan kgm: 11 pada 4.200 rpm. Laman produk Daihatsu untuk Sigra, di panel Performa, menulis torsi maksimum mesin 1.2 sebagai 11,0 pada 4.200 rpm tetapi memberi label satuannya Nm. Dua angka itu sama, satuannya yang berbeda, dan salah satunya pasti keliru.
Kenapa ini perlu dijelaskan? Karena angka torsi sering dipakai orang untuk menyimpulkan mobil mana yang lebih bertenaga, padahal di sini kedua mobil memakai mesin yang sama persis. Kalau Anda menemukan angka lain untuk mesin 3NR-VE yang tidak bisa dikonversi dari kgm mana pun di dua laman resmi tadi, jangan jadikan dasar keputusan sebelum dikonfirmasi ke dealer resmi atau brosur cetak terbaru. Kami memilih menyampaikan cara pembacaannya supaya Anda bisa memeriksa sendiri, bukan sekadar menerima satu angka.
Daftar keselamatan Calya tidak bertingkat, dan di situ letak pembedanya
Kalau seluruh artikel ini harus diringkas jadi satu bagian, inilah bagiannya. Bukan karena Calya lebih canggih, melainkan karena cara Toyota dan Daihatsu menyusun paket keselamatannya berbeda pada mobil yang secara teknis sama.
Di halaman Beyond Safety milik Calya, tujuh butir ditandai All Type tanpa kecuali: SRS Airbags, Rear Parking Sensor, ABS dan EBD, Immobilizer Key, 3 Point Seatbelt (halaman itu menyebut tujuh sabuk tiga titik dengan pretensioner dan force limiter), Isofix, serta Anti-Theft System. Tabel spesifikasi per baris tipe menguatkannya: SRS Airbag tertulis With di keempat baris, dan ABS, EBD, BA juga tertulis With di keempat baris. Perhatikan huruf BA di situ, singkatan Brake Assist, yang tidak muncul di daftar keselamatan Sigra. Satu-satunya butir keselamatan yang bertingkat adalah Parking Camera, yang tertulis Without di dua baris E dan With di dua baris G.
Bandingkan dengan halaman Fitur Keamanan Sigra yang kami buka pada hari yang sama. Di sana, Dual SRS Airbags ditandai mulai dari tipe X. ABS dan EBD ditandai untuk semua tipe X AT dan R AT, artinya versi manualnya tidak tercantum memilikinya. Front Seatbelt with Pretensioner mulai dari tipe X. All Seat with Head Rest mulai dari tipe R. Rear parking sensor mulai dari tipe M. Isofix, Immobilizer Key, dan Anti-Theft System tidak muncul di daftar itu sama sekali, dan kami tidak akan menyimpulkan bahwa fiturnya pasti tidak ada, hanya bahwa Daihatsu tidak mencantumkannya di halaman tersebut sementara Toyota mencantumkannya sebagai All Type.
Sekarang hitungannya. Kalau syarat Anda adalah mobil tujuh penumpang termurah dari sepasang kembar ini yang sudah tercantum punya airbag sekaligus ABS, maka jawabannya bukan yang berlencana Daihatsu. Di sisi Sigra, tipe termurah yang memenuhi dua syarat itu adalah 1.2 X AT seharga sekitar Rp175,8 juta, karena ABS-nya hanya ditandai untuk versi otomatis. Di sisi Toyota, syarat itu sudah dipenuhi baris paling murah, 1.2 E STD M/T seharga sekitar Rp170,7 juta. Selisihnya sekitar Rp5,1 juta, dan yang lebih murah justru versi manual yang biaya perawatan transmisinya lebih ringan. Ini kebalikan dari asumsi umum bahwa lencana Toyota selalu berarti membayar lebih.
Sebaliknya, kalau anggaran Anda mentok di bawah Rp160 juta, Calya tidak punya jawaban sama sekali. Titik masuk termurahnya sekitar Rp26,5 juta di atas titik masuk Sigra, dan di rentang itu Toyota tidak menjual apa pun yang sekelas. Uraian lengkap soal tipe-tipe Sigra ada di artikel mobil Sigra, dan pola kembar seperti ini juga terjadi di kelas di atasnya seperti kami bahas di Avanza vs Xenia.
Purna jual: apa yang benar-benar diterbitkan kedua merek
Banyak pembeli memilih lencana karena alasan purna jual, tetapi alasan itu jarang diuji dengan dokumen. Kami mencoba mengujinya, dan hasilnya tidak seragam.
Daihatsu menerbitkan ketentuan garansinya di halaman terbuka: garansi kendaraan 3 tahun atau 100.000 km untuk semua tipe, dengan syarat rutin melakukan servis mulai dari servis pertama atau 1.000 km dan servis berkala setiap 6 bulan atau 10.000 km di bengkel resmi. Garansi baterainya 12 bulan atau 20.000 km, sedangkan klaim ban diatur tersendiri oleh pembuat bannya. Daihatsu juga menerbitkan halaman menu biaya jasa servis per model, termasuk untuk New Sigra, dan menawarkan layanan servis di lokasi konsumen lewat Daihatsu Mobile Service.
Di sisi Toyota, laman resmi toyota.astra.co.id yang kami telusuri pada 3 September 2026 menyediakan booking servis daring, pengunduhan buku panduan pemilik yang di daftarnya memang memuat New Calya, pencari dealer, e-brosur, dan simulasi finansial. Yang tidak kami temukan adalah halaman terbuka yang memuat ketentuan garansi seperti milik Daihatsu. Beberapa alamat yang kami coba menjawab dengan kode 200 kepada perkakas baris perintah tetapi mendarat di halaman 404 ketika dibuka di peramban, jadi kami tidak akan menyebut angka garansi Toyota di artikel ini.
Siapa yang sebaiknya mengambil Calya, dan siapa yang tidak
Ambil Calya jika anggaran Anda memang berada di kisaran Rp170 juta ke atas dan Anda ingin kelengkapan keselamatan yang seragam tanpa perlu menghafal tabel tipe. Baris paling murahnya sudah tercantum memiliki dua airbag, ABS dengan EBD dan Brake Assist, Isofix, immobilizer, sistem antimaling, sensor parkir belakang, sabuk tiga titik dengan pretensioner untuk tujuh penumpang, sampai pelek alloy. Untuk mobil keluarga yang akan dikemudikan bergantian oleh beberapa orang dengan tingkat keterampilan berbeda, keseragaman semacam ini punya nilai yang sulit dihitung tetapi nyata.
Ambil tipe G jika visibilitas mundur penting bagi Anda, karena kamera parkir belakang adalah satu-satunya butir keselamatan yang tidak diberikan Toyota ke semua tipe. Tipe G juga yang mendapat spion lipat elektrik, tombol audio di setir, dan head unit dengan mirroring, sementara tipe E mendapat head unit dengan Bluetooth. Selisih dari 1.2 E M/T ke 1.2 G M/T sekitar Rp5,7 juta untuk semua tambahan itu, dan menurut kami itu selisih yang masuk akal, jauh lebih masuk akal daripada Rp14,4 juta untuk pindah ke transmisi otomatis.
Pertimbangkan Sigra jika anggaran Anda ketat atau Anda memang butuh matic dengan harga sekecil mungkin. Sigra 1.2 X AT sekitar Rp175,8 juta sudah otomatis dan sudah tercantum punya airbag serta ABS, sementara Calya otomatis termurah ada di Rp193,7 juta. Selisihnya sekitar Rp17,9 juta, dan uang sebesar itu bisa Anda alihkan ke asuransi, ban cadangan yang layak, atau dana perawatan tahun pertama.
Pertimbangkan kelas lain jika Anda rutin menempuh perjalanan jauh dengan kabin penuh, karena mesin di bawah 1.200 cc pada MPV tiga baris memang bekerja keras dalam kondisi itu, dan MPV kelas di atasnya akan terasa jauh lebih tenang. Perlu diingat pula bahwa batas kapasitas mesin ini bukan kebetulan, melainkan konsekuensi kategori pajak yang kami uraikan di artikel aturan LCGC dan konsekuensinya.
Terakhir, apa pun tipe yang Anda pilih, hitung dulu total biaya memilikinya, bukan cuma cicilannya. Pakai kalkulator biaya kepemilikan kendaraan untuk menjumlahkan bensin, servis, dan pajak selama beberapa tahun, dan cek beban pajak tahunannya lewat cek pajak kendaraan. Kalau anggaran memaksa Anda ke pasar bekas, periksa daftar cek wajibnya di panduan beli mobil bekas sebelum melihat unitnya. Model lain di kelas yang sama bisa Anda telusuri di katalog kendaraan OtoTerkini. Semua harga di artikel ini adalah acuan bertanggal dari laman resmi masing-masing pabrikan pada 3 September 2026, dan harga OTR berbeda antarprovinsi, jadi minta rincian tertulis di dealer resmi kota Anda sebelum memutuskan.
Sumber
- PT Toyota-Astra Motor, halaman produk New Calya beserta pemilih tipe dan tabel spesifikasinya (empat baris tipe: 1.2 E STD M/T Basic Rp170.700.000, 1.2 E M/T Basic Rp173.600.000, 1.2 G M/T Basic Rp179.300.000, 1.2 G A/T Basic Rp193.700.000, harga OTR DKI Jakarta, Bekasi, Banten per 01 Juli 2026 dan harga jual ditetapkan masing-masing dealer; dimensi 4.110 x 1.655 x 1.600 mm, jarak poros roda 2.525 mm, jarak pijak depan 1.460 mm dan belakang 1.465 mm, jarak terendah 180 mm, overhang 630 dan 915 mm; mesin 3NR-VE 1,2L in-line 4 silinder 16 katup DOHC Dual VVT-i 1.197 cc, torsi maksimal 11 kgm pada 4.200 rpm, daya maksimal 88 PS pada 6.000 rpm, tangki 36 liter; bore x stroke 72,5 x 72,5 mm, transmisi 5MT dan 4AT, EPS, MacPherson strut dan semi independent torsion axle beam, ventilated disc dan drum, ban 175/65 R14; SRS Airbag With dan ABS, EBD, BA With di keempat baris, Parking Camera Without pada tipe E dan With pada tipe G, Child Restrain System ISO FIX; daftar fitur All Type mencakup SRS Airbags, Rear Parking Sensor, ABS & EBD, Immobilizer Key, 3 Point Seatbelt, Isofix, Anti-Theft System, New Alloy Wheel, New Smoked Headlamp, New Dynamic Shark Fin Antenna; tujuh pilihan warna dengan Red dan Orange Metallic bertanda spot order inden minimal 3 bulan), diakses 3 September 2026
- PT Astra Daihatsu Motor, halaman produk New Sigra beserta daftar tipe, harga, panel Performa, dan tabel spesifikasinya (harga mulai Rp144 jt sampai Rp187,8 jt OTR Jakarta; 1.0 D MT MC Rp144.200.000, 1.0 M MT MC Rp154.800.000, 1.2 X MT MC Rp162.500.000, 1.2 X AT MC Rp175.800.000, 1.2 R MT MC Rp171.200.000, 1.2 R AT MC Rp186.000.000; panel Performa menulis mesin 1.2 L 3 NR-VE 1.197 cc 88 PS/6.000 rpm dengan Max Torque 11,0/4.200 berlabel Nm dan mesin 1.0 L 1KR-VE 998 cc 67 PS/6.000 rpm dengan Max Torque 9,1/4.400 berlabel Nm, sementara tabel spesifikasi pada halaman yang sama menulis Torsi Maksimum 89 N.m/4.400 untuk mesin 1KR-VE), diakses 3 September 2026
- PT Astra Daihatsu Motor, halaman Fitur Keamanan New Sigra (Dual SRS Airbags mulai dari Tipe X; ABS mulai semua Tipe X AT dan R AT; EBD mulai semua Tipe X AT dan R AT; Front Seatbelt with Pretensioner mulai dari Tipe X; All Seat with Head Rest mulai dari Tipe R; Rear Parking Sensor mulai dari Tipe M; New Rear Parking Camera mulai dari Tipe R; Front Corner Sensor pada Tipe R Deluxe), diakses 3 September 2026
- PT Astra Daihatsu Motor, siaran pers Daihatsu Hadirkan New Sigra yang Tampil Modern dan Sporty di GIIAS 2026, Tangerang, 8 Agustus 2026 (Sigra tersedia dalam dua pilihan mesin 1.0L dan 1.2L dengan tenaga maksimum 88 PS pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 108 Nm pada 4.200 rpm; Dual SRS Airbags serta ABS dan EBD disebut tersedia pada varian tertentu)
- PT Astra Daihatsu Motor, halaman Garansi (Warranty) (garansi kendaraan 3 tahun atau 100.000 KM untuk semua tipe dengan syarat servis pertama atau 1.000 KM dan servis berkala setiap 6 bulan atau 10.000 KM di bengkel resmi; garansi baterai 12 bulan atau 20.000 KM; klaim garansi ban diatur oleh pembuat ban), diakses 3 September 2026
- Wikimedia Commons, berkas 2023 Toyota Calya 1.2 G in Red 01.jpg oleh MoCars, lisensi CC0 1.0, difoto 18 Maret 2024 di Bandung Utara (sumber foto utama artikel ini)