
Kalau Anda sedang menimbang mobil Sigra sebagai kendaraan keluarga pertama, pertanyaannya jarang berhenti di harga. Yang benar-benar menentukan adalah tipe mana yang Anda ambil, karena jarak antara tipe termurah dan tipe tertinggi di keluarga ini bukan cuma soal velg dan stiker. Di daftar resmi daihatsu.co.id yang kami buka pada 3 September 2026, Sigra terdaftar dalam sepuluh baris tipe dengan rentang harga mulai sekitar Rp144 juta sampai sekitar Rp188 juta OTR Jakarta. Di rentang itu ada perbedaan mesin, perbedaan transmisi, dan yang paling jarang dibicarakan, perbedaan perlengkapan keselamatan. Artikel ini merapikan sepuluh tipe tersebut memakai angka dari laman resmi Astra Daihatsu, menjelaskan apa yang benar-benar berubah pada New Sigra yang diperkenalkan di GIIAS 2026, menerangkan kenapa mesin terbesarnya mentok di 1.197 cc dengan merujuk aturan pajaknya, lalu mengadunya dengan saudara kembarnya, Toyota Calya, memakai daftar fitur resmi masing-masing.
Sepuluh tipe Sigra di daftar resmi dan rentang harganya
Daftar tipe Sigra memakai pola nama yang membingungkan kalau baru pertama melihatnya: ada huruf tipe (D, M, X, R), ada kapasitas mesin (1.0 atau 1.2), ada kode transmisi (MT untuk manual, AT untuk otomatis), dan ada tambahan Deluxe untuk paket aksesori. Semua baris tipe di daftar resmi juga berakhiran MC, penanda minor change alias versi penyegaran terbaru. Berikut isinya, dengan harga dibulatkan ke jutaan terdekat karena angka pastinya berubah dan berbeda antarprovinsi.
| Tipe | Mesin | Transmisi | Harga acuan OTR Jakarta |
|---|---|---|---|
| 1.0 D MT | 1KR-VE 998 cc | Manual 5 percepatan | sekitar Rp144 juta |
| 1.0 M MT | 1KR-VE 998 cc | Manual 5 percepatan | sekitar Rp155 juta |
| 1.2 X MT | 3NR-VE 1.197 cc | Manual 5 percepatan | sekitar Rp162 juta |
| 1.2 X MT Deluxe | 3NR-VE 1.197 cc | Manual 5 percepatan | sekitar Rp168 juta |
| 1.2 R MT | 3NR-VE 1.197 cc | Manual 5 percepatan | sekitar Rp171 juta |
| 1.2 R MT Deluxe | 3NR-VE 1.197 cc | Manual 5 percepatan | sekitar Rp173 juta |
| 1.2 X AT | 3NR-VE 1.197 cc | Otomatis 4 percepatan | sekitar Rp176 juta |
| 1.2 X AT Deluxe | 3NR-VE 1.197 cc | Otomatis 4 percepatan | sekitar Rp181 juta |
| 1.2 R AT | 3NR-VE 1.197 cc | Otomatis 4 percepatan | sekitar Rp186 juta |
| 1.2 R AT Deluxe | 3NR-VE 1.197 cc | Otomatis 4 percepatan | sekitar Rp188 juta |
Perbedaan kelengkapan antartipe, menurut daftar di laman resmi, tersusun bertingkat. Tipe 1.0 D membawa lampu depan halogen, pelek baja 13 inci dengan ban 155/80 R13, antena batang, power steering elektrik, penyejuk udara, dan head unit 1DIN. Tipe 1.0 M menambah lampu depan LED smoked, pelek baja 14 inci dengan wheel cap dan ban 175/65 R14, wiper belakang, antena sirip hiu, serta rear air circulator. Tipe 1.2 X naik ke mesin 1.2 dan menambah rear spoiler, head unit 2DIN, Dual SRS Airbag, plus ABS dan EBD yang di daftar itu ditandai untuk versi otomatis saja. Tipe 1.2 R menambah dark grille beraksen merah, foglamp, pelek alloy polished 14 inci, panel instrumen merah, head unit layar sentuh 7 inci dengan Android Auto dan Apple CarPlay, serta kamera parkir belakang. Paket Deluxe di atas X maupun R isinya kosmetik dan aksesori: stiker Deluxe, karpet 3D, side body moulding, dan sensor sudut depan.
Perhatikan pola harganya. Lompatan terbesar bukan dari X ke R, melainkan dari manual ke otomatis. Selisih 1.2 X MT ke 1.2 X AT sekitar Rp13 juta, sementara selisih 1.2 X MT ke 1.2 R MT hanya sekitar Rp9 juta padahal yang Anda dapat termasuk head unit layar sentuh, kamera parkir, foglamp, dan pelek alloy. Jadi kalau Anda tidak wajib matic, naik ke tipe R manual justru memberi nilai fitur per rupiah yang lebih baik daripada bertahan di X lalu membayar mahal untuk transmisi otomatis. Untuk membandingkan beban cicilannya sebelum tanda tangan, pakai kalkulator simulasi kredit, dan pahami dulu cara membaca angkanya lewat panduan cara menghitung simulasi kredit mobil.
Mesin 1.0 dan 1.2: angka resmi dan konsekuensi nyatanya
Sigra memakai dua mesin yang berbeda karakter, dan pilihan ini menentukan lebih banyak hal daripada yang disadari kebanyakan pembeli.
Mesin 1.0 adalah 1KR-VE, tiga silinder segaris, DOHC dengan VVT-i, berkapasitas 998 cc, diameter kali langkah 71,0 x 84,0 mm, injeksi elektronik. Tenaganya 67 PS pada 6.000 rpm dan torsinya 89 Nm pada 4.400 rpm. Perhatikan langkah pistonnya yang jauh lebih panjang dari diameternya, ciri mesin yang dirancang mengejar efisiensi, bukan putaran tinggi. Mesin ini hanya tersedia dengan transmisi manual di daftar resmi Sigra, dan hanya pada tipe D serta M.
Mesin 1.2 adalah 3NR-VE, DOHC dengan Dual VVT-i, berkapasitas 1.197 cc, diameter kali langkah 72,5 x 72,5 mm alias persegi, dengan tenaga 88 PS pada 6.000 rpm. Soal torsinya, ada dua angka resmi yang berbeda dan kami memilih menyampaikan keduanya daripada memilih satu seolah pasti: siaran pers Daihatsu untuk New Sigra di GIIAS 2026 menyebut torsi maksimum 108 Nm pada 4.200 rpm, sedangkan tabel spesifikasi per tipe di halaman produk Sigra mencantumkan 102 Nm pada 4.200 rpm. Selisihnya kecil dan tidak mengubah kesimpulan, tetapi Anda berhak tahu bahwa dua dokumen resmi menuliskannya berbeda.
Konsekuensi praktisnya begini. Selisih tenaga 21 PS pada mobil sepanjang 4,1 meter berbobot di bawah satu ton itu terasa, terutama saat kabin terisi tujuh orang dan mobil harus menanjak. Mesin 1.0 sangat memadai untuk pemakaian dalam kota dengan dua sampai empat penumpang, tetapi mulai terasa berat saat penuh muatan di tanjakan panjang. Mesin 1.2 memberi cadangan tenaga yang membuat perjalanan luar kota lebih santai. Kalau Sigra Anda akan sering membawa tujuh orang plus barang, tambahan biaya menuju tipe 1.2 lebih bijak daripada berhemat di awal lalu menyesal setiap kali melewati tanjakan.
Satu catatan penting soal efisiensi: laman resmi Daihatsu yang kami baca tidak mencantumkan angka konsumsi bahan bakar Sigra dalam km per liter, jadi OtoTerkini tidak akan menyebut angka apa pun sebagai klaim resmi. Yang bisa dipegang adalah kapasitas tangkinya 36 liter dan bobot kosongnya yang ringan, antara 920 kg untuk 1.0 D MT sampai 990 kg untuk 1.2 R AT. Untuk memperkirakan total biaya bensin, servis, dan pajak selama beberapa tahun memiliki mobil ini, gunakan kalkulator biaya kepemilikan kendaraan.
Fitur keselamatan: bagian yang paling sering dilewati saat membandingkan harga
Ini bagian yang menurut kami paling penting di seluruh artikel, dan justru paling jarang dibahas di ulasan yang hanya mengejar harga.
Selisih harga dari tipe 1.0 M ke tipe 1.2 X di daftar resmi sekitar Rp8 juta. Untuk uang sebesar itu Anda naik satu kelas mesin sekaligus mendapat sepasang airbag yang sebelumnya tidak ada di daftar. Dilihat dari sudut ini, tipe 1.2 X adalah titik masuk yang paling masuk akal untuk mobil yang akan mengangkut anak-anak, bukan tipe 1.0 D yang tampak paling murah di iklan. Perlu diingat juga bahwa semua tipe yang lembar spesifikasinya kami baca memakai rem teromol di roda belakang, sehingga ketiadaan ABS pada versi manual berarti Anda benar-benar bergantung pada teknik pengereman sendiri di jalan basah.
Fitur pendukung parkir tersusun bertingkat pula. Tipe R mendapat kamera parkir belakang, dan paket Deluxe menambahkan sensor sudut depan. Untuk mobil sepanjang 4,1 meter dengan radius putar 4,5 meter, sebenarnya parkir bukan tantangan besar, tetapi visibilitas ke belakang pada MPV tiga baris memang terbatas ketika kursi baris ketiga terisi.
New Sigra di GIIAS 2026: apa yang benar-benar berubah
Penyegaran terbaru Sigra bukan kabar bekas dari beberapa tahun lalu. Dalam siaran pers resmi bertanggal 8 Agustus 2026 dari Tangerang, Banten, Daihatsu menyatakan menghadirkan New Astra Daihatsu Sigra khusus pada varian 1.2R di ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show 2026. Jadi penyegaran ini terfokus di tipe tertinggi, bukan penggantian model menyeluruh.
Yang berubah menurut siaran pers itu: wajah depan mendapat dark grille dengan list merah, dipadu Smoked LED Headlamp yang desainnya mengikuti bentuk kap mesin. Di sisi bodi, khusus varian 1.2 R, spion samping sudah dilengkapi pengaturan elektrik serta lampu sein LED, dan peleknya alloy polished 14 inci desain baru dengan ban 175/65. Bagian belakang mendapat aksen hitam menyatu pada lampu belakang serta rear roof spoiler baru. Di kabin, ada aksen merah pada dasbor dan door trim, head unit terbaru yang mendukung Android Auto dan Apple CarPlay, serta jok kain hitam beraksen pola merah. Ditambahkan pula rear parking sensor, dengan kamera parkir belakang tersedia pada varian tertentu.
Yang tidak berubah, dan ini penting supaya Anda tidak salah harap: mesinnya tetap 1.0L dan 1.2L dengan keluaran yang sama. Tidak ada teknologi hybrid, tidak ada transmisi baru, dan tidak ada perubahan platform. Siaran pers yang sama juga menyebut Sigra telah diperkenalkan sejak 2016 dan mencatat penjualan lebih dari 450 ribu unit, angka yang menjelaskan kenapa suku cadang dan bengkel yang paham mobil ini sangat mudah ditemukan di seluruh Indonesia. Untuk MPV keluarga, ketersediaan bengkel sering lebih menentukan biaya jangka panjang daripada spesifikasi di brosur. Perkiraan ritme dan pos biaya perawatannya bisa Anda cek di panduan biaya servis mobil berkala.
Kenapa mesin Sigra mentok di 1.197 cc: aturan LCGC yang mengikatnya
Banyak pembaca bertanya kenapa Sigra tidak diberi mesin 1.3 atau 1.5 seperti MPV yang lebih besar. Jawabannya ada di aturan pajak, bukan di kemampuan teknik Daihatsu.
Sigra masuk kategori yang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019 disebut kendaraan bermotor roda empat hemat energi dan harga terjangkau. Daihatsu sendiri konsisten menyebut Sigra sebagai model LCGC MPV, baik di deskripsi halaman produknya maupun di siaran pers New Sigra. Pasal 25 peraturan itu mengatur bahwa kendaraan yang termasuk program tersebut dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif 15 persen tetapi dengan Dasar Pengenaan Pajak hanya 20 persen dari harga jual, sehingga beban efektifnya menjadi 3 persen dari harga jual. Syaratnya, untuk motor bakar cetus api alias mesin bensin, konsumsi bahan bakar minyak paling rendah 20 kilometer per liter atau tingkat emisi CO2 sampai dengan 120 gram per kilometer, untuk kapasitas isi silinder sampai dengan 1.200 cc.
Di situlah angka 1.197 cc itu berasal. Mesin 3NR-VE dipesan tepat di bawah pagu 1.200 cc supaya Sigra tetap memenuhi syarat keringanan pajak tersebut. Kalau Daihatsu menaikkan kapasitas mesinnya sedikit saja melewati batas itu, kategorinya berubah dan harga jualnya ikut melompat. Perlu dicatat bahwa Pasal 25 ini tidak termasuk pasal yang diubah oleh Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2021, yang hanya mengubah Pasal 26, 27, 36, 37, 41, dan 44 serta menyisipkan pasal baru untuk kendaraan listrik dan plug-in hybrid. Jadi ketentuan pagu 1.200 cc dan syarat konsumsi bahan bakar itu masih berdiri.
Satu hal yang perlu dijernihkan: syarat 20 kilometer per liter di atas adalah syarat kategori pajak yang diukur dengan metode pengujian tertentu, bukan janji bahwa Sigra Anda akan mencatat 20 km per liter di jalan Jakarta yang macet. Konsumsi harian dipengaruhi gaya berkendara, beban penumpang, tekanan ban, dan kemacetan. Uraian lengkap soal aturan LCGC beserta konsekuensinya bagi pemilik kami bahas terpisah di artikel aturan LCGC dan konsekuensinya. Kalau Anda ingin memahami dulu perbedaan bodi MPV, SUV, dan hatchback sebelum memutuskan bentuk mobil, ada panduannya di jenis bodi mobil.
Sigra versus Toyota Calya: kembar yang daftar fitur standarnya berbeda
Sigra dan Toyota Calya lahir dari kerja sama yang sama dan berbagi banyak komponen, tetapi cara keduanya menyusun tipe berbeda dan itu berdampak nyata pada keputusan beli. Tabel berikut hanya memuat hal yang tercantum di laman resmi masing-masing pabrikan.
| Aspek | Daihatsu Sigra | Toyota Calya |
|---|---|---|
| Pilihan mesin | 1.0 (998 cc, 67 PS) dan 1.2 (1.197 cc, 88 PS) | Hanya 1.2 |
| Daftar tipe | 1.0 D, 1.0 M, 1.2 X, 1.2 R, plus paket Deluxe | 1.2 E STD M/T, 1.2 E M/T, 1.2 G M/T, 1.2 G A/T |
| Airbag | Dual SRS Airbag disebut mulai tipe 1.2 X | SRS Airbags ditandai All Type |
| ABS dan EBD | Disebut mulai 1.2 X dengan keterangan untuk versi otomatis | ABS dan EBD ditandai All Type |
| Sensor parkir belakang | Ada pada New Sigra, kamera pada varian tertentu | Rear Parking Sensor ditandai All Type |
| Titik harga terendah | sekitar Rp144 juta OTR Jakarta | sekitar Rp170,7 juta OTR DKI Jakarta, Bekasi, dan Banten per 1 Juli 2026 |
| Titik harga tertinggi | sekitar Rp188 juta OTR Jakarta | sekitar Rp179 juta untuk tipe G |
Kesimpulan yang jujur dari tabel itu: Sigra menang di keluasan pilihan dan titik masuk yang jauh lebih murah, sedangkan Calya menang di kelengkapan keselamatan yang seragam. Toyota menandai SRS Airbags, ABS dan EBD, serta sensor parkir belakang sebagai All Type di halaman produknya, sehingga tidak ada versi Calya yang dijual tanpa perlengkapan itu. Sigra memberi Anda pilihan turun ke Rp144 juta, tetapi pilihan itu datang dengan daftar perlengkapan yang lebih pendek.
Kalau anggaran Anda memungkinkan menyentuh Rp170 juta ke atas, membandingkan Sigra 1.2 R dengan Calya tipe E atau G menjadi perbandingan yang setara dan layak dilakukan langsung di dua dealer. Kalau anggaran Anda mentok di bawah Rp160 juta, Sigra praktis tidak punya lawan sekelas dari Toyota, dan pertanyaannya berubah menjadi apakah Anda bersedia menerima daftar perlengkapan tipe 1.0. Uraian rinci soal Calya ada di artikel mobil Calya, dan pola kembar seperti ini juga terjadi di kelas di atasnya, sebagaimana kami bahas di Avanza vs Xenia, beda si kembar. Pilihan model lain di kelas yang sama bisa Anda telusuri di katalog kendaraan OtoTerkini.
Manual atau matic, dan siapa yang sebaiknya membeli Sigra
Sigra hanya menawarkan dua jenis transmisi: manual lima percepatan dan otomatis empat percepatan konvensional. Perlu digarisbawahi, lembar spesifikasi resminya menulis Otomatis, 4 Kecepatan Maju, jadi ini transmisi otomatis bergigi tetap, bukan CVT yang rasionya berubah mulus. Karakternya berbeda: perpindahan gigi terasa jelas, dan pada mobil bermesin kecil transmisi jenis ini cenderung lebih menguras tenaga di tanjakan dibanding manual. Perbedaan cara kerja tiap jenis transmisi matic kami jelaskan di artikel transmisi matic mobil.
Karena selisih harga manual ke otomatis di daftar resmi mencapai sekitar Rp13 sampai Rp15 juta, keputusannya sebaiknya berbasis pemakaian, bukan gengsi. Kalau rute harian Anda didominasi kemacetan kota, biaya tambahan itu terbayar oleh kaki kiri yang tidak pegal. Kalau Anda sering menanjak dengan muatan penuh, versi manual memberi kontrol yang lebih baik dan uang selisihnya lebih berguna dialokasikan ke tipe yang perlengkapannya lebih lengkap.
Sigra masuk akal untuk Anda jika Anda butuh tujuh kursi dengan anggaran paling ketat di pasar mobil baru, rute Anda sebagian besar dalam kota, dan Anda menghargai jaringan bengkel Daihatsu yang sangat luas. Dengan lebih dari 450 ribu unit terjual sejak 2016 menurut data Daihatsu sendiri, ini termasuk mobil yang paling mudah dirawat di mana saja di Indonesia, dan nilai jual kembalinya tertopang oleh permintaan yang besar.
Ambil tipe 1.2 X ke atas jika mobil ini akan rutin membawa anak-anak, karena di daftar resmi itulah airbag mulai disebutkan. Menurut kami, menghemat Rp8 juta dengan mengorbankan sepasang airbag bukan penghematan yang sepadan untuk mobil keluarga.
Sebaiknya pertimbangkan lain jika Anda sering menempuh jalan tol jarak jauh dengan tujuh penumpang penuh, karena mesin di bawah 1.200 cc pada MPV tiga baris memang bekerja keras dalam kondisi itu dan MPV kelas di atasnya akan terasa jauh lebih tenang; atau jika kelengkapan keselamatan yang seragam di semua tipe adalah syarat mutlak bagi Anda, karena di situ Calya punya keunggulan menurut daftar resminya. Kalau anggaran memaksa Anda ke pasar bekas, periksa dulu daftar cek wajibnya di panduan beli mobil bekas, dan pastikan kondisi kaki-kaki tidak diabaikan seperti dibahas di panduan kaki-kaki mobil. Terakhir, apa pun tipenya, jangan lupa menghitung beban pajak tahunannya lewat cek pajak kendaraan, dan rawat tekanan bannya sesuai anjuran seperti diuraikan di tekanan angin dan rotasi ban mobil, karena pada mobil ringan bermesin kecil, tekanan ban yang salah langsung terasa di konsumsi bahan bakar. Semua angka harga di artikel ini adalah acuan dari laman resmi Daihatsu pada 3 September 2026, jadi minta rincian OTR tertulis di dealer resmi sebelum uang muka berpindah tangan.
Sumber
- Astra Daihatsu Motor, halaman produk New Astra Daihatsu Sigra (rentang harga mulai Rp144 jt sampai Rp187,8 jt OTR Jakarta; daftar tipe 1.0 D MT, 1.0 M MT, 1.2 X MT, 1.2 X MT Deluxe, 1.2 X AT, 1.2 X AT Deluxe, 1.2 R MT, 1.2 R MT Deluxe, 1.2 R AT, 1.2 R AT Deluxe; mesin 1KR-VE DOHC VVT-i 998 cc 67 PS pada 6.000 rpm dan torsi 89 Nm pada 4.400 rpm, mesin 3NR-VE DOHC Dual VVT-i 1.197 cc 88 PS pada 6.000 rpm dan torsi 102 Nm pada 4.200 rpm; dimensi 4.110 x 1.655 x 1.600 mm, jarak sumbu roda 2.525 mm, tinggi dari tanah 180 mm, tangki 36 liter, radius putar 4,5 m, suspensi MacPherson strut dan semi independent torsion axle beam, rem ventilated disc dan drum, ban 155/80 R13 serta 175/65 R14, berat kosong 920 sampai 990 kg; daftar kelengkapan tipe termasuk Dual SRS Airbag dan ABS, EBD AT Only mulai tipe 1.2 X)
- Astra Daihatsu Motor, siaran pers Daihatsu Hadirkan New Sigra yang Tampil Modern dan Sporty di GIIAS 2026, Tangerang, 8 Agustus 2026 (penyegaran khusus varian 1.2R: dark grille dengan list merah, Smoked LED Headlamp, spion elektrik dengan LED turn signal, velg alloy polished 14 inci dengan ban 175/65, rear roof spoiler, aksen merah dasbor dan door trim, head unit dengan Android Auto dan Apple CarPlay, rear parking sensor; tenaga maksimum 88 PS pada 6.000 rpm dan torsi maksimum 108 Nm pada 4.200 rpm; Sigra diperkenalkan sejak 2016 dengan penjualan lebih dari 450 ribu unit; disebut sebagai model LCGC MPV)
- PT Toyota-Astra Motor, halaman produk New Calya (tipe E mulai Rp170.700.000 dan tipe G mulai Rp179.300.000, harga OTR DKI Jakarta, Bekasi, Banten per 01 Juli 2026; daftar tipe 1.2 E STD M/T, 1.2 E M/T, 1.2 G M/T, 1.2 G A/T; SRS Airbags All Type, ABS dan EBD All Type, Rear Parking Sensor All Type)
- Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pasal 25 (kendaraan bermotor roda empat hemat energi dan harga terjangkau dikenai PPnBM tarif 15 persen dengan Dasar Pengenaan Pajak 20 persen dari harga jual; syarat motor bakar cetus api konsumsi bahan bakar minyak paling rendah 20 kilometer per liter atau emisi CO2 sampai dengan 120 gram per kilometer untuk kapasitas isi silinder sampai dengan 1.200 cc)
- Peraturan Pemerintah Nomor 74 Tahun 2021 tentang Perubahan atas PP Nomor 73 Tahun 2019 (mengubah Pasal 26, 27, 36, 37, 41, dan 44 serta menyisipkan Pasal 36A, 36B, dan 43A; Pasal 25 tentang kendaraan hemat energi dan harga terjangkau tidak termasuk yang diubah)