
Kalau Anda mencari motor Aerox hari ini, kebingungan pertama biasanya bukan soal varian, melainkan soal ada dua motor berbeda yang sama-sama bernama Aerox di daftar resmi Yamaha. Bukan sisa stok, bukan salah data. Keduanya punya halaman produk sendiri, daftar harga sendiri, dan tabel spesifikasi sendiri, dan keduanya masih dipasarkan.
Artikel ini menyusun perbandingannya dari sumber resmi Yamaha saja: halaman produk Aerox Alpha, halaman produk All New Aerox 155 Connected, halaman kategori MAXi, siaran pers peluncuran Aerox Alpha bertanggal 18 Desember 2024, dan siaran pers harga Aerox 155VVA bertanggal 8 Januari 2017. Semuanya kami buka sendiri pada 3 September 2026, dan seluruh harga di bawah adalah harga rekomendasi OTR Jakarta pada tanggal itu.
- Generasi. Aerox Alpha adalah generasi ketiga Aerox, diluncurkan Yamaha Indonesia pada 18 Desember 2024.
- Mesin. Mesinnya 155,09 cc empat langkah berpendingin cairan SOHC 4 katup dengan VVA, diameter kali langkah 58 x 58,7 mm, kompresi 11,6 banding 1, daya maksimum 11,3 kW atau 15,4 PS pada 8.000 rpm, torsi maksimum 14,2 Nm pada 6.500 rpm.
- Sasis. Rangkanya backbone, suspensi depan teleskopik dengan inner tube 30 mm, rem cakram di kedua roda, ban tubeless 110/80-14 depan dan 140/70-14 belakang.
- Dimensi. Dimensinya 1.980 x 710 x 1.170 mm, jarak sumbu roda 1.350 mm, jarak terendah ke tanah 145 mm, tinggi tempat duduk 790 mm, tangki 5,5 liter, bagasi 24,5 liter.
- Busi dan berat. Businya NGK CPR8EA-9. Berat isi 124 kg untuk Standard, 127 kg untuk CyberCity, dan 130 kg untuk TURBO serta TURBO Ultimate.
Dua keluarga Aerox yang sama-sama dijual sekarang
Halaman kategori MAXi di situs resmi Yamaha Indonesia mencantumkan tujuh model, dan dua di antaranya bernama Aerox. Berikut isinya apa adanya.
| Model di halaman kategori MAXi | Label harga resmi |
|---|---|
| Aerox Alpha | OTR Jakarta, mulai dari Rp30.700.000 |
| Aerox 155 | OTR Jakarta, mulai dari Rp29.380.000 |
Selisih harga masuknya hanya sekitar Rp1,32 juta. Angka sekecil itu untuk dua generasi yang berbeda adalah informasi yang paling berguna dalam artikel ini, karena artinya keputusan Anda bukan soal anggaran, melainkan soal apa yang Anda dapat.
Perlu ditegaskan supaya tidak salah paham: keberadaan dua keluarga itu bukan berarti salah satunya sisa stok yang sedang dihabiskan. Keduanya punya halaman produk aktif dengan blok harga varian yang terisi, tabel spesifikasi lengkap, dan pilihan warna masing-masing.
Dalam praktiknya, ketersediaan unit di setiap dealer bisa berbeda dan itu hal yang wajar, jadi kalau Anda mengincar salah satu generasi tertentu, pastikan lebih dulu unitnya benar-benar ada sebelum menyerahkan uang muka. Bawa juga nama varian yang persis, karena kedua keluarga sama-sama memakai istilah Standard dan CyberCity, dan penyebutan yang tidak lengkap sangat mudah menimbulkan salah paham di meja pemesanan.

Aerox 155 sudah beredar sejak 2017
Nama resmi halaman produk generasi sebelumnya adalah All New Aerox 155 Connected, dan model itu punya sejarah panjang. Siaran pers Yamaha bertanggal 8 Januari 2017 mengumumkan harga tipe Aerox 155VVA saat itu sebesar Rp21.850.000 on the road Jakarta, tersedia dalam tiga warna Black, Yellow, dan Matte Red, dengan bagasi berkapasitas 25 liter dan speedometer full digital berlayar 5,8 inci. Jadi keluarga Aerox sudah beredar di Indonesia sejak awal 2017, dan versi 2026 dari generasi itu masih dijual berdampingan dengan penggantinya.
Enam varian Aerox Alpha dan harganya di daftar resmi
Halaman produk Aerox Alpha menampilkan blok Variant and Price dengan enam baris. Angka di bawah kami salin dari blok itu, dan kami cocokkan dengan daftar harga di formulir konsultasi pembelian pada halaman yang sama. Keduanya cocok persis, jadi angka ini bukan hasil pembacaan satu tempat saja.
| Varian Aerox Alpha | Harga rekomendasi OTR Jakarta | Selisih terhadap Standard |
|---|---|---|
| Standard | Rp30.700.000 | acuan |
| CyberCity | Rp31.250.000 | Rp550.000 |
| CyberCity ABS | Rp34.790.000 | Rp4.090.000 |
| TURBO | Rp40.050.000 | Rp9.350.000 |
| TURBO 70th Livery | Rp40.450.000 | Rp9.750.000 |
| TURBO Ultimate | Rp42.230.000 | Rp11.530.000 |
Bacalah tabel itu sebagai tiga kelompok, bukan enam pilihan. Standard dan CyberCity berjarak hanya Rp550.000 dan pada dasarnya berbeda pada tampilan. CyberCity ABS melompat karena membawa sistem pengereman antilock, yang di daftar fitur resmi Yamaha tertulis sebagai single channel ABS. Lalu tiga varian TURBO melompat jauh lagi karena membawa transmisi YECVT, dan itu perubahan mekanis, bukan kosmetik.
Untuk Aerox 155 generasi sebelumnya, halaman produknya mencantumkan tiga baris: Standard Rp29.380.000, CyberCity Rp29.580.000, dan Connected atau ABS Rp32.115.000, semuanya OTR Jakarta.
Tabel spesifikasi resmi Aerox Alpha mencantumkan berat isi sebagai 130 kg untuk TURBO dan TURBO Ultimate, 127 kg untuk CyberCity, dan 124 kg untuk Standard. Varian CyberCity ABS tidak disebut terpisah pada baris itu, padahal ia punya baris harga sendiri dan membawa perangkat ABS.
Hal serupa berlaku pada baris kapasitas oli mesin dan tipe baterai, yang hanya memisahkan TURBO serta TURBO Ultimate dari Standard serta CyberCity. Kami tidak akan menebak nilainya untuk CyberCity ABS. Kalau angka itu penting bagi Anda, minta dealer menunjukkan datanya sebelum membayar.
Beda teknis Aerox 155 dan Aerox Alpha menurut tabel spesifikasi resminya
Di sinilah selisih Rp1,32 juta itu terjelaskan. Kedua motor memakai basis mesin 155 cc yang sama, tetapi tabel resminya menunjukkan perbedaan yang nyata, terutama di sasis dan pengereman.
| Butir | Aerox 155 (generasi sebelumnya) | Aerox Alpha |
|---|---|---|
| Kapasitas mesin | 155 cc | 155,09 cc |
| Daya maksimum | 11,3 kW pada 8.000 rpm | 11,3 kW atau 15,4 PS pada 8.000 rpm |
| Torsi maksimum | 13,9 Nm pada 6.500 rpm | 14,2 Nm pada 6.500 rpm |
| Tipe rangka | Underbone | Backbone |
| Suspensi depan | Teleskopik | Teleskopik dengan inner tube 30 mm |
| Rem depan | Cakram | Cakram |
| Rem belakang | Teromol | Cakram |
| Dimensi P x L x T | 1.980 x 700 x 1.150 mm | 1.980 x 710 x 1.170 mm |
| Jarak terendah ke tanah | 143 mm | 145 mm |
| Tinggi tempat duduk | 790 mm | 790 mm |
| Berat isi | 122 kg Standard, 125 kg versi ABS | 124 kg Standard, 127 kg CyberCity, 130 kg TURBO dan TURBO Ultimate |
| Kapasitas tangki | 5,5 liter | 5,5 liter |
| Transmisi | V-belt otomatis | V-belt otomatis, atau YECVT pada TURBO dan TURBO Ultimate |
| Busi | NGK CPR8EA-9 | NGK CPR8EA-9 |
Tiga baris yang paling terasa dalam pemakaian harian.
- Rem belakang. Aerox 155 masih memakai teromol, sedangkan seluruh Aerox Alpha memakai cakram di kedua roda. Untuk motor 155 cc yang dipakai di lalu lintas padat, ini bukan detail kosmetik.
- Suspensi depan dengan inner tube 30 mm pada Alpha. Diameter tabung yang lebih besar berhubungan dengan kekakuan dan kestabilan, dan Yamaha menyebutkannya sebagai peningkatan stabilitas di siaran pers peluncurannya. Varian TURBO dan TURBO Ultimate juga mendapat tabung peredam atau sub tank pada suspensi belakang.
- Torsi. Selisih 0,3 Nm memang kecil di atas kertas, dan kami tidak akan mengarang cerita tentang bagaimana rasanya karena OtoTerkini tidak melakukan uji jalan. Yang jujur untuk dikatakan hanyalah bahwa angkanya berbeda dan itu tercantum di dua halaman resmi yang berbeda.

Kapasitas oli mesin tidak sama
Satu perbedaan lagi yang menyangkut biaya perawatan: kapasitas oli mesin. Tabel Aerox Alpha mencantumkan 1,0 liter untuk TURBO dan TURBO Ultimate, serta 0,9 liter untuk Standard dan CyberCity. Tabel Aerox 155 mencantumkan total 1,00 liter dan penggantian berkala 0,90 liter. Jangan menuang seluruh isi botol satu liter tanpa mengecek angka untuk tipe Anda.
Ritme dan isi pekerjaan perawatannya kami uraikan di jadwal servis motor rutin, pilihan pelumas resminya di varian oli Yamalube, dan oli gardan yang terpisah dari oli mesin di oli gardan motor matic.
Angka harga Aerox yang beredar sering harga peluncuran, bukan harga sekarang
Ini penyebab paling umum kebingungan harga Aerox, dan sumbernya bukan cuma media pihak ketiga. Siaran pers resmi Yamaha bertanggal 18 Desember 2024 mengumumkan Aerox Alpha dalam empat varian dengan harga rekomendasi OTR Jakarta sebagai berikut.
| Varian di siaran pers 18 Desember 2024 | Harga peluncuran | Harga di daftar resmi 3 September 2026 |
|---|---|---|
| Standard | Rp29.900.000 | Rp30.700.000 |
| Cyber City | Rp33.990.000 | lihat catatan di bawah |
| TURBO | Rp39.550.000 | Rp40.050.000 |
| TURBO Ultimate | Rp41.730.000 | Rp42.230.000 |
Perhatikan dua hal.
- Kenaikannya terukur dan konsisten. Standard naik Rp800.000, TURBO dan TURBO Ultimate masing-masing naik Rp500.000 dalam kurun sekitar satu tahun delapan bulan. Itu jauh lebih landai daripada yang biasa dikeluhkan orang.
- Baris Cyber City sengaja kami kosongkan karena membandingkannya secara lurus akan menyesatkan. Pada peluncuran, hanya ada satu varian bernama Cyber City seharga Rp33.990.000. Di daftar sekarang ada dua baris, yaitu CyberCity Rp31.250.000 dan CyberCity ABS Rp34.790.000. Jajarannya dipecah, jadi tidak ada padanan satu lawan satu. Menyandingkan Rp33.990.000 dengan Rp31.250.000 lalu menyimpulkan harganya turun adalah kesimpulan yang salah.
Yang perlu Anda waspadai: harga peluncuran itu masih beredar di banyak tempat, termasuk pada blok tanya jawab terstruktur yang tertanam di halaman produk Aerox Alpha itu sendiri, yang saat kami periksa masih memuat empat angka Desember 2024. Blok Variant and Price yang tampil di layar dan daftar pada formulir konsultasi pembelian di halaman yang sama sudah memuat angka terbaru dan keduanya cocok. Jadi kalau Anda menemukan dua angka berbeda untuk varian yang sama, pakai angka yang benar-benar ditampilkan di blok harga varian, dan pastikan tanggal aksesnya.
Semua angka ini OTR Jakarta. OTR di provinsi lain berbeda karena komponen pajak daerah, jadi minta rincian tertulis untuk kota Anda di dealer resmi. Untuk memperkirakan beban cicilannya sebelum ke dealer, pakai kalkulator simulasi kredit.
YECVT dan label TURBO: apa yang sebenarnya Anda bayar
Perlu diluruskan lebih dulu karena namanya menyesatkan: TURBO di Aerox Alpha bukan turbocharger. Tidak ada perangkat induksi paksa di motor ini. TURBO adalah nama yang dipakai Yamaha untuk varian yang memakai YECVT, singkatan dari Yamaha Electric Continuously Variable Transmission, yaitu transmisi otomatis dengan pengaturan rasio secara elektronik.
Menurut siaran pers peluncuran dan halaman produk resminya, YECVT membawa dua hal yang tidak ada di varian lain.
- Riding Mode dengan dua pilihan: T-Mode untuk berkendara lebih santai dan cocok untuk mobilitas perkotaan, serta S-Mode untuk respons lebih tajam yang cocok untuk kebutuhan touring.
- Y-Shift dengan tiga tingkatan, yaitu 1 Low, 2 Medium, dan 3 High, yang dioperasikan lewat tombol dan membantu pengendara melakukan akselerasi maupun deselerasi lebih cepat.
Fitur lain yang menurut daftar perbandingan resmi hanya ada di tiga varian TURBO adalah tiga mode tampilan layar dan aksesori khusus. TURBO Ultimate mendapat tambahan yang disebut Yamaha sebagai part khusus yang tidak ada pada varian lain: visor sporty berwarna oranye, muffler cover berdesain khusus, dan Performance Damper yang menurut Yamaha meningkatkan stabilitas serta handling.
Karena YECVT adalah komponen transmisi, pertimbangannya bukan cuma harga beli. Sistem CVT punya bagian aus yang perlu perawatan berkala, dan cara kerjanya kami jelaskan di CVT motor matic dan perawatannya. Tanyakan ke dealer bagaimana jadwal serta biaya perawatan bagian ini untuk varian YECVT sebelum memutuskan, karena inilah bagian yang paling membedakan varian TURBO dari sisi kepemilikan jangka panjang, bukan sekadar dari sisi rasa berkendara.
Yang dijamin garansi lima tahun
Soal jaminan, halaman produk Aerox Alpha mencantumkan garansi 5 tahun atau 50.000 km yang meliputi rangka, komponen FI, DiASil Cylinder, dan Forged Piston, dengan catatan bahwa cakupan rangka hanya berlaku untuk sepeda motor matic Yamaha dan syarat ketentuannya ada di buku servis dan garansi. Perhatikan bahwa yang dijamin lima tahun adalah daftar komponen tersebut, bukan seluruh motor.
Aerox mana untuk siapa, dan apa yang wajib ditanyakan di dealer
- Aerox 155 generasi sebelumnya masuk akal jika anggaran Anda benar-benar ketat dan Anda menerima rem belakang teromol. Harga masuknya Rp29.380.000, hanya Rp1,32 juta di bawah Aerox Alpha Standard. Jujur saja, dengan selisih setipis itu, alasan untuk memilihnya menjadi sempit. Kalau selisihnya masih terasa, pertimbangkan juga model lain di kelas yang sama seperti Yamaha Lexi 155.
- Aerox Alpha Standard atau CyberCity masuk akal jika Anda ingin generasi terbaru dengan rem cakram ganda dan suspensi depan yang lebih besar tanpa membayar untuk ABS maupun YECVT. Selisih Standard ke CyberCity hanya Rp550.000 dan sebagian besar soal tampilan, jadi pilih yang Anda suka.
- CyberCity ABS masuk akal jika Anda sering berkendara di jalan basah, menempuh jarak menengah, atau menghargai jaminan pengereman saat panik. Selisihnya Rp4.090.000 dari Standard, dan ini satu-satunya lompatan harga yang seluruhnya menyangkut keselamatan.
- Varian TURBO masuk akal jika Anda memang menginginkan YECVT beserta riding mode dan Y-Shift, dan sadar bahwa Anda membayar sekitar Rp9,35 juta di atas Standard untuk itu. Kalau alasan Anda hanya nama TURBO, itu selisih yang mahal untuk sebuah label.

- Rincian OTR. Minta rincian OTR tertulis untuk kota Anda, karena semua angka di artikel ini OTR Jakarta.
- Data CyberCity ABS. Minta konfirmasi berat isi, kapasitas oli mesin, dan tipe baterai untuk varian CyberCity ABS, karena tabel resminya tidak memisahkan varian itu pada tiga baris tersebut.
- Perawatan YECVT. Tanyakan jadwal dan perkiraan biaya perawatan YECVT kalau Anda mengambil varian TURBO.
- Angka harga. Cocokkan angka harga yang disebut penjual dengan blok harga varian di halaman resmi Yamaha pada hari itu juga, jangan dengan angka peluncuran Desember 2024 yang masih banyak beredar.
Spesifikasi ringkasnya juga tersedia di katalog Yamaha Aerox Alpha 155, dan pembanding satu tingkat di atasnya ada di katalog Yamaha NMAX 155 serta adu langsung PCX 160 versus NMAX 155. Kalau anggaran mengarahkan Anda ke unit bekas, jalankan dulu daftar periksanya di panduan beli motor bekas, dan perhatikan ukuran ban 14 inci yang dipakai Aerox karena pilihan penggantinya lebih terbatas daripada ukuran umum, seperti kami bahas di kode dan usia ban motor.
Model yang Dibahas
- Yamaha Aerox Alpha 155Harga dan spesifikasi lengkap
- Yamaha NMAX 155 ConnectedHarga dan spesifikasi lengkap
Bandingkan: Honda PCX 160 vs Yamaha NMAX 155: Harga Dekat, Fitur Berbeda, Honda Scoopy vs Yamaha NMAX: Cukup Scoopy untuk Harian atau Naik ke NMAX?
Sumber
- PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, halaman produk Yamaha Aerox Alpha beserta blok Variant and Price dan tabel spesifikasinya (Standard Rp30.700.000, CyberCity Rp31.250.000, CyberCity ABS Rp34.790.000, TURBO Rp40.050.000, TURBO 70th Livery Rp40.450.000, TURBO Ultimate Rp42.230.000, semuanya harga rekomendasi OTR Jakarta; mesin 4 langkah berpendingin cairan SOHC 4 katup VVA, silinder tunggal, diameter x langkah 58 x 58,7 mm, 155,09 cc, daya 11,3 kW atau 15,4 PS pada 8.000 rpm, torsi 14,2 Nm pada 6.500 rpm, kompresi 11,6:1, kapasitas oli mesin 1,0 L untuk TURBO dan TURBO Ultimate serta 0,9 L untuk Standard dan CyberCity, transmisi V-Belt otomatis atau YECVT; rangka backbone, suspensi depan teleskopik dengan inner tube 30 mm, suspensi belakang unit swing, ban tubeless 110/80-14/C 53P dan 140/70-14/C 62P, rem cakram depan dan belakang; tangki 5,5 L, dimensi 1.980 x 710 x 1.170 mm, jarak sumbu roda 1.350 mm, jarak terendah 145 mm, tinggi tempat duduk 790 mm, berat isi 130 kg TURBO dan TURBO Ultimate, 127 kg CyberCity, 124 kg Standard; pengapian TCI, baterai YTZ7V atau YTZ6V, busi NGK CPR8EA-9; bagasi 24,5 liter, single channel ABS, garansi 5 tahun atau 50.000 km untuk rangka, komponen FI, DiASil Cylinder, dan Forged Piston), diakses 3 September 2026
- PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, halaman produk Yamaha All New Aerox 155 Connected beserta blok Variant and Price dan tabel spesifikasinya (Standard Rp29.380.000, CyberCity Rp29.580.000, Connected atau ABS Rp32.115.000, harga rekomendasi OTR Jakarta; mesin liquid cooled 4-stroke SOHC 155 cc, diameter x langkah 58,0 x 58,7 mm, kompresi 11.6:1, daya 11.3 kW pada 8.000 rpm, torsi 13.9 Nm pada 6.500 rpm, kapasitas oli total 1,00 L dan berkala 0,90 L, transmisi V-belt otomatis; rangka underbone, suspensi depan teleskopik, rem depan cakram dan rem belakang teromol, ban 110/80-14M/C 53P dan 140/70-14M/C 62P; dimensi 1.980 x 700 x 1.150 mm, jarak sumbu roda 1.350 mm, jarak terendah 143 mm, tinggi tempat duduk 790 mm, berat isi 125 kg versi ABS dan 122 kg versi Standard, tangki 5.5 L; pengapian TCI, baterai YTZ7V atau NTZ6V, busi NGK CPR8EA-9), diakses 3 September 2026
- PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, halaman kategori MAXi Yamaha (Aerox Alpha OTR Jakarta mulai dari Rp30.700.000 dan Aerox 155 OTR Jakarta mulai dari Rp29.380.000, keduanya tercantum berdampingan sebagai model yang dipasarkan), diakses 3 September 2026
- PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, siaran pers resmi Yamaha AEROX ALPHA 2025: Fitur, Varian, dan Harga Terbaru di Indonesia, 18 Desember 2024 (peluncuran perdana secara global pada 18 Desember 2024 di The Hallf, Pati Unus, Jakarta; disebut generasi ketiga AEROX; mesin Blue Core 155cc VVA dengan YECVT, tenaga maksimal 11,3 kW pada 8.000 rpm dan torsi maksimal 14,2 Nm pada 6.500 rpm; Riding Mode T-Mode dan S-Mode; Y-Shift tiga tingkatan 1 Low, 2 Medium, 3 High; Emergency Stop Signal aktif pada kecepatan 50 km per jam ke atas; bagasi 24,5 liter; empat varian dengan harga rekomendasi OTR Jakarta yaitu Standard Rp29.900.000, Cyber City Rp33.990.000, TURBO Rp39.550.000, dan TURBO Ultimate Rp41.730.000; varian TURBO Ultimate mendapat visor oranye, muffler cover khusus, dan Performance Damper)
- PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing, siaran pers resmi Yamaha Umumkan Harga Aerox 155VVA, Siap-Siap Pesan Online, 8 Januari 2017 (harga tipe Aerox 155VVA Rp21.850.000 on the road Jakarta, tersedia tiga warna Black, Yellow, dan Matte Red; bagasi 25 liter, speedometer full digital LCD 5,8 inci, ban 110/80-14M/C 53P depan dan 140/70-14M/C 62P belakang)
- Wikimedia Commons, berkas 2026 Yamaha Aerox 155 SP ABS.jpg oleh Chanokchon, lisensi CC BY-SA 4.0, difoto 27 Maret 2026 di Impact Challenger Hall, Muang Thong Thani, Nonthaburi, Thailand (sumber foto utama artikel ini)