Terkini
Jelajahi 🔍

Harga Mobil Brio 2026: Enam Tipe dan Selisih yang Perlu Dicermati

Oleh Rangga Prawira25 September 202612 menit bacaMobil
Harga Mobil Brio 2026: Enam Tipe dan Selisih yang Perlu Dicermati
Foto: Honda Brio Satya 1.2 E warna Electric Lime Metallic saat dipajang di sebuah pusat perbelanjaan (Agustus 2023). Foto oleh Mocarey15. Gambar diolah ke rasio 16:9. Sumber: Wikimedia Commons, lisensi CC0 1.0
Jawaban singkatDi halaman resmi Honda Indonesia yang kami akses pada 3 September 2026, harga mobil Brio terbagi dalam enam baris tipe: Satya S M/T Rp170.400.000, Satya S CVT Rp184.500.000, Satya E M/T Rp185.500.000, Satya E CVT Rp206.700.000, RS M/T Rp253.100.000, dan RS CVT Rp264.100.000, dengan tambahan Rp2.500.000 untuk warna dua nada pada tipe RS. Angka yang sama muncul di halaman Simulasi Harga milik Honda, jadi dua laman resmi sepakat. Yang perlu Anda baca dengan teliti adalah keterangan di bawah daftar itu: Honda menyebut angka tersebut sebagai harga rekomendasi untuk OTR Jakarta dan kepemilikan mobil pertama, serta dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan. Dua syarat itu berarti tagihan Anda bisa berbeda kalau domisili Anda di luar Jakarta atau kalau ini bukan kendaraan pertama atas nama dan alamat yang sama. Perlakukan daftar di bawah sebagai rentang acuan, lalu minta rincian on the road tertulis dari dealer resmi sebelum uang muka berpindah tangan.

Pertanyaan soal harga mobil Brio hampir selalu dijawab dengan satu angka, dan justru di situ letak masalahnya. Honda menjual Brio dalam enam baris tipe dengan jarak Rp93,7 juta antara yang termurah dan yang termahal, dan selisih antartipe di dalamnya tidak tersusun rapi. Ada tipe otomatis yang justru lebih murah daripada tipe manual di atasnya. Ada premi transmisi CVT yang besarnya berbeda-beda di setiap tingkat. Dan ada satu kalimat kecil di bawah daftar harga resmi yang menentukan apakah angka itu benar-benar berlaku untuk Anda. Artikel ini merapikan semuanya memakai angka dari laman resmi Honda Indonesia yang kami buka pada 3 September 2026, lalu menghitungkan pos biaya yang menyusul setelah mobilnya sampai di rumah.

Patokan cepat Enam tipe Brio di daftar resmi Honda: Satya S M/T Rp170.400.000, Satya S CVT Rp184.500.000, Satya E M/T Rp185.500.000, Satya E CVT Rp206.700.000, RS M/T Rp253.100.000, dan RS CVT Rp264.100.000. Warna dua nada pada RS menambah Rp2.500.000. Semua tipe memakai mesin yang sama, yaitu 1.2L SOHC empat silinder segaris 16 katup i-VTEC dengan isi silinder 1.199 cc, tenaga 90 PS pada 6.000 rpm, dan torsi 110 Nm pada 4.800 rpm menurut brosur resminya. Yang membedakan tipe adalah kelengkapan, ukuran pelek, dan transmisi, bukan mesin. Angka harga di atas adalah harga rekomendasi OTR Jakarta untuk kepemilikan mobil pertama dan bisa berubah sewaktu-waktu.

Daftar harga enam tipe Brio di laman resmi Honda

Berikut isi daftar harga di halaman produk Brio milik Honda Indonesia, disertai ringkasan kelengkapan yang membedakan tiap tingkat. Kami mengecek angka yang sama di dua tempat: halaman produk Brio dan halaman Simulasi Harga, dan keduanya menampilkan enam angka yang identik.

TipeTransmisiHarga rekomendasi OTR JakartaYang menonjol di tipe ini
Brio Satya S M/TManual 5 percepatanRp170.400.000Pelek 14 inci trim wheel, digital A/C, ABS dan EBD, sensor parkir, head unit layar sentuh 7 inci
Brio Satya S CVTCVTRp184.500.000Isi sama dengan S M/T, tetapi pelek 14 inci sudah alloy
Brio Satya E M/TManual 5 percepatanRp185.500.000Kelengkapan S ditambah headlamp dengan LED DRL, pelek alloy dua warna 14 inci, wiper belakang, tombol audio di setir, auto door lock by speed, alarm
Brio Satya E CVTCVTRp206.700.000Kelengkapan E dengan transmisi CVT
Brio RS M/TManual 5 percepatanRp253.100.000Kelengkapan E ditambah LED headlight, dark chrome grille dengan emblem RS, fog lamp LED, one push ignition, smart entry, pelek dark chrome 15 inci, tailgate spoiler, tweeter
Brio RS CVTCVTRp264.100.000Kelengkapan RS dengan transmisi CVT

Pilihan warna yang tercantum di halaman Simulasi Harga ada lima: Electric Lime Metallic, Rallye Red untuk Satya, Taffeta White untuk Satya, Meteroid Gray Metallic, dan Crystal Black Pearl. Khusus tipe RS, laman produk mencantumkan tambahan harga Rp2.500.000 untuk warna dua nada, jadi warna bukan sekadar selera melainkan pos biaya yang perlu masuk hitungan.

Satu hal yang tidak berubah antartipe adalah mesinnya. Brosur resmi Honda mencantumkan mesin 1.2L SOHC empat silinder segaris 16 katup i-VTEC dengan DBW, diameter kali langkah 73,0 x 71,6 mm, isi silinder 1.199 cc, perbandingan kompresi 10,1 banding 1, tenaga maksimum 90 PS pada 6.000 rpm, dan torsi maksimum 110 Nm pada 4.800 rpm untuk seluruh tipe. Jadi kalau Anda naik dari Satya S ke RS, yang Anda beli adalah kelengkapan dan tampilan, bukan tenaga tambahan.

Premi CVT tidak seragam, dan satu tipe otomatis lebih murah daripada manual

Ini bagian yang paling jarang dibahas dan paling berpengaruh pada keputusan beli. Selisih harga dari versi manual ke versi CVT berbeda-beda di setiap tingkat tipe, padahal transmisinya sama.

Tingkat tipeHarga manualHarga CVTSelisih menuju CVT
Satya SRp170.400.000Rp184.500.000Rp14.100.000
Satya ERp185.500.000Rp206.700.000Rp21.200.000
RSRp253.100.000Rp264.100.000Rp11.000.000

Perhatikan angkanya. Premi CVT paling mahal justru berada di tengah, yaitu Rp21,2 juta pada Satya E, sementara di tipe tertinggi hanya Rp11 juta. Konsekuensi praktisnya menghasilkan satu kejanggalan yang menguntungkan pembeli: Brio Satya S CVT dibanderol Rp184.500.000, sedangkan Brio Satya E M/T dibanderol Rp185.500.000. Artinya tipe otomatis termurah harganya Rp1 juta lebih rendah daripada tipe manual satu tingkat di atasnya.

Kalau syarat utama Anda adalah kaki kiri yang tidak pegal di kemacetan, Satya S CVT adalah pintu masuk paling murah ke Brio otomatis, dan Anda tidak perlu naik ke Satya E untuk mendapatkannya. Yang Anda lepas dengan bertahan di S adalah headlamp dengan LED DRL, pelek alloy dua warna, wiper belakang, tombol audio di setir, auto door lock by speed, dan alarm. Yang tetap Anda dapat menurut daftar di laman resmi itu adalah digital A/C, ABS dengan EBD, sensor parkir, serta head unit layar sentuh 7 inci dengan Bluetooth dan screen mirroring.

Kalau Anda tidak wajib otomatis, perhitungannya berbalik. Naik dari Satya S M/T ke Satya E M/T hanya menambah Rp15,1 juta dan Anda mendapat seluruh daftar tambahan tadi. Itu nilai per rupiah yang jauh lebih baik daripada membayar Rp14,1 juta hanya untuk transmisi. Perbedaan karakter berkendara antara manual dan CVT, termasuk kenapa CVT terasa aneh bagi yang terbiasa manual, kami uraikan terpisah di artikel transmisi matic mobil.

Loncatan Rp46,4 juta dari Satya E ke RS, dan apa isinya

Jarak terbesar di seluruh daftar bukan antara manual dan otomatis, melainkan antara keluarga Satya dan keluarga RS. Dari Satya E CVT Rp206.700.000 ke RS M/T Rp253.100.000 ada selisih Rp46.400.000, dan itu perpindahan dari tipe otomatis ke tipe manual. Kalau Anda menginginkan RS otomatis, jaraknya menjadi Rp57.400.000.

Isi tambahannya, menurut daftar di laman resmi, cukup panjang. Lampu utama menjadi LED lengkap dengan LED daytime running light, gril depan menjadi dark chrome dengan emblem RS baru, ada fog lamp LED, one push ignition system, smart entry system, headrest baris pertama yang bisa diatur, spion elektrik lipat dengan lampu sein LED, pelek dark chrome alloy 15 inci, lampu belakang smoked, interior hitam dengan jahitan oranye, tailgate spoiler dengan high mount stop lamp LED, bumper belakang dengan diffuser, panel dasbor bergaya sporty dengan garis merah dan abu-abu, meter cluster dengan layar informasi LCD, head unit layar sentuh kapasitif 7 inci yang menambah smartphone connection, serta speaker tweeter. Brosur resminya juga menunjukkan perbedaan roda: RS memakai ban 185/55 R15 sementara keluarga Satya memakai 175/65 R14.

Penilaian jujur soal loncatan ini Rp46,4 juta setara dengan sekitar 22 persen harga Satya E CVT, dan yang Anda dapat seluruhnya berupa kelengkapan, tampilan, dan kenyamanan. Mesinnya identik, tenaganya identik, dan kapasitas kabinnya identik. Kalau tujuan Anda adalah mobil kota yang irit dan gampang dirawat, keluarga Satya sudah menuntaskan tugas itu. RS masuk akal kalau Anda memang menghargai LED, smart entry, pelek 15 inci, dan tampilan yang berbeda, dan sadar bahwa Anda membayar untuk itu. Yang tidak masuk akal adalah membeli RS dengan harapan mobilnya lebih bertenaga, karena angka resminya sama persis.

Perlu dicatat juga bahwa pelek yang lebih besar dan ban yang lebih lebar pada RS berpengaruh ke biaya penggantian ban di kemudian hari. Ban 185/55 R15 umumnya lebih mahal daripada 175/65 R14, dan itu pos yang berulang sepanjang usia pakai, bukan sekali bayar seperti selisih harga di awal.

Angka yang tertera bukan angka yang pasti Anda bayar

Di bawah daftar harga, Honda menuliskan keterangan yang layak dibaca dua kali: harga yang tertera adalah harga rekomendasi untuk OTR Jakarta dan kepemilikan mobil pertama, dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Laman yang sama juga menyatakan bahwa perubahan warna, material, serta kelengkapan bisa berubah sewaktu-waktu, dan bahwa spesifikasi, fitur, dan material dapat berbeda dengan aktual kendaraan yang dijual.

Frasa kepemilikan mobil pertama adalah kunci yang sering terlewat. Angka on the road terdiri dari harga kendaraan ditambah komponen pajak daerah, biaya administrasi, dan penerbitan surat. Salah satu komponen itu adalah pajak kendaraan bermotor, yang tarifnya menjadi lebih tinggi untuk kendaraan kedua dan seterusnya atas nama dan alamat yang sama. Jadi kalau di rumah Anda sudah ada mobil terdaftar dengan nama dan alamat yang sama, angka OTR yang Anda bayar tidak akan sama dengan yang tercetak di laman itu. Mekanisme dan cara menghitungnya kami jelaskan di artikel cara menghitung pajak progresif, dan untuk memperkirakan beban tahunannya Anda bisa memakai alat cek pajak kendaraan.

Faktor kedua adalah domisili. OTR Jakarta bukan OTR nasional. Komponen pajak daerah ditetapkan tiap provinsi, sehingga angka untuk Bandung, Surabaya, Medan, atau Denpasar bisa berbeda dari daftar yang Anda baca. Ini bukan kenakalan dealer, melainkan konsekuensi dari struktur pajak daerah. Karena itu satu-satunya angka yang benar-benar mengikat adalah rincian on the road tertulis dari dealer resmi di kota Anda, lengkap dengan pemisahan mana harga kendaraan, mana pajak, mana biaya administrasi, dan mana aksesori yang sebenarnya opsional.

Ada satu konteks regulasi yang menarik untuk diketahui. Isi silinder Brio adalah 1.199 cc, tepat di bawah pagu 1.200 cc yang disebut di Pasal 25 Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019. Pasal itu mengatur bahwa kendaraan yang masuk program kendaraan bermotor roda empat hemat energi dan harga terjangkau dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah dengan tarif 15 persen tetapi dengan Dasar Pengenaan Pajak hanya 20 persen dari harga jual, dengan syarat untuk motor bakar cetus api konsumsi bahan bakar minyak paling rendah 20 kilometer per liter atau emisi CO2 sampai dengan 120 gram per kilometer, untuk kapasitas isi silinder sampai dengan 1.200 cc. Perlu ditegaskan, kapasitas mesin saja tidak otomatis menempatkan sebuah tipe di dalam program itu. Pasal 37 pada peraturan yang sama menyatakan ketentuan tersebut berlaku untuk kelompok kendaraan bermotor yang memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan oleh menteri yang mengurus bidang industri setelah dikoordinasikan dengan menteri yang mengurus keuangan. Jadi status per tipe adalah hasil penetapan pemerintah, bukan kesimpulan yang bisa ditarik dari angka cc. Pembahasan lengkap aturannya ada di artikel aturan LCGC dan konsekuensinya.

Biaya yang menyusul setelah unitnya sampai rumah

Harga beli hanya pintu masuk. Untungnya Honda menerbitkan estimasi biaya perawatan berkala di situs resminya, sehingga pos ini tidak perlu ditebak. Kami menjalankan kalkulator itu untuk Brio 1.2L DD1 tahun 2026 pada 3 September 2026, dan hasilnya sebagai berikut. Laman itu sendiri memberi catatan bahwa harga yang berlaku bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

OdometerVersi CVTVersi manualCatatan isi paket
10.000 kmRp1.129.020tidak dicekOli mesin, ring tab oli, gemuk rem
20.000 kmRp1.262.860tidak dicekTambahan filter oli
40.000 kmRp1.730.380Rp1.662.380Tambahan busi empat buah
60.000 kmRp1.614.370tidak dicekTambahan filter udara dan oli rem
80.000 kmRp1.635.960Rp1.814.380Versi CVT memuat oli transmisi Rp400.000 dan ring tab oli CVT Rp28.000
100.000 kmRp1.329.860tidak dicekOli mesin, ring tab oli, gemuk rem, filter oli

Dua temuan yang berguna. Pertama, oli transmisi CVT hanya muncul satu kali di seluruh rentang 10.000 sampai 100.000 km yang tersedia di kalkulator itu, yaitu di paket 80.000 km, dan harga suku cadangnya Rp400.000. Jadi ketakutan bahwa merawat CVT itu mahal dan sering tidak terbukti pada model ini. Kedua, di titik 40.000 km selisih biaya antara versi CVT dan manual hanya Rp68.000, dan di titik 80.000 km justru versi manual yang tercatat lebih mahal. Perbedaan biaya perawatan bukan alasan kuat untuk memilih manual pada Brio.

Pos berulang lain yang perlu masuk anggaran adalah bahan bakar, pajak tahunan, asuransi, dan penggantian ban. Kapasitas tangki Brio menurut brosur resminya 35 liter, dengan dimensi 3.795 x 1.680 x 1.485 mm untuk keluarga Satya dan 3.810 x 1.680 x 1.485 mm untuk RS, serta jarak sumbu roda 2.405 mm untuk keduanya. Untuk menyusun perkiraan total selama beberapa tahun kepemilikan, pakai kalkulator biaya kepemilikan kendaraan. Kalau pembeliannya lewat kredit, hitung dulu cicilannya dengan kalkulator simulasi kredit dan pahami cara membaca angkanya di panduan cara menghitung simulasi kredit mobil, karena bunga dan tenor sering menggeser keputusan tipe lebih jauh daripada selisih harga di daftar.

Tipe mana yang masuk akal untuk siapa

Dengan semua angka di atas, rekomendasinya bisa disederhanakan menjadi beberapa profil.

Ambil Satya S M/T kalau anggaran adalah batas yang keras, Anda nyaman dengan transmisi manual, dan kebutuhan utamanya sekadar mobil kota berkursi lima yang murah dirawat. Di Rp170.400.000, ini titik masuk termurah ke Brio baru, dan kelengkapan keselamatan dasar seperti ABS dengan EBD serta sensor parkir sudah tercantum di daftar tipe ini.

Ambil Satya S CVT kalau Anda butuh otomatis dengan pengeluaran serendah mungkin. Di Rp184.500.000, ini satu-satunya cara masuk ke Brio otomatis di bawah Rp185 juta, dan harganya Rp1 juta lebih rendah daripada Satya E manual.

Ambil Satya E kalau Anda ingin kelengkapan harian yang lebih matang tanpa melompat ke kelas harga RS. Wiper belakang, alarm, auto door lock by speed, dan tombol audio di setir adalah hal kecil yang terasa setiap hari. Versi manualnya Rp185.500.000 dan versi CVT-nya Rp206.700.000.

Ambil RS kalau tampilan dan kelengkapan seperti LED headlight, smart entry, one push ignition, serta pelek 15 inci memang bernilai bagi Anda dan Anda siap membayar selisih Rp46,4 juta ke atas untuk itu. Sadari bahwa mesinnya identik dengan Satya dan biaya ban akan lebih tinggi.

Kalau anggaran memaksa ke pasar bekas Brio bekas melimpah dan itu keuntungan sekaligus jebakan. Bandingkan harga penawaran dengan daftar baru di atas supaya Anda tahu berapa penyusutan yang wajar, lalu periksa fisik dan riwayat servisnya sebelum menawar. Untuk mobil bertransmisi CVT, tanyakan secara khusus kapan terakhir oli transmisi diganti, karena menurut kalkulator resmi Honda pos itu memang baru muncul di paket 80.000 km sehingga mudah terlewat oleh pemilik sebelumnya. Daftar periksa yang lengkap ada di panduan beli mobil bekas.

Kalau Brio ternyata tidak cocok karena Anda butuh tujuh kursi, pembanding paling dekat di rentang harga yang bersinggungan ada di artikel mobil Sigra, dan pilihan model lain di kelas yang sama bisa Anda telusuri di katalog kendaraan OtoTerkini. Ulasan menyeluruh soal karakter, kabin, dan pemakaian harian Brio kami bahas terpisah di artikel mobil Brio. Seluruh angka harga di halaman ini bersumber dari laman resmi Honda Indonesia pada 3 September 2026 dan berstatus harga rekomendasi OTR Jakarta untuk kepemilikan mobil pertama, jadi langkah terakhir sebelum memutuskan tetap sama: minta rincian on the road tertulis dari dealer resmi di kota Anda.

RP
Rangga PrawiraEditor Review & Komparasi. Menyusun review dan komparasi data-assisted: skor kategori diturunkan dari spesifikasi resmi APM dan angka bersumber, bukan dari uji jalan fisik. Fokus pada data yang bisa diverifikasi ulang pembaca.

Sumber

  1. Honda Prospect Motor, halaman produk All New Honda Brio (Brio Satya S M/T Rp170.400.000, Satya S CVT Rp184.500.000, Satya E M/T Rp185.500.000, Satya E CVT Rp206.700.000, RS M/T Rp253.100.000, RS CVT Rp264.100.000; tambahan Rp2.500.000 untuk warna dua nada pada RS; keterangan harga rekomendasi untuk OTR Jakarta dan kepemilikan mobil pertama serta dapat berubah sewaktu-waktu; daftar kelengkapan per tipe termasuk ABS + EBD dan parking sensor di tipe S)
  2. Honda Prospect Motor, halaman Simulasi Harga (enam tipe Brio dengan angka yang sama dengan halaman produk; pilihan warna Electric Lime Metallic, Rallye Red Satya, Taffeta White Satya, Meteroid Gray Metallic, dan Crystal Black Pearl)
  3. Honda Prospect Motor, e-brochure Honda Brio (mesin 1.2L SOHC 4 silinder segaris 16 katup i-VTEC + DBW, diameter x langkah 73,0 x 71,6 mm, isi silinder 1.199 cc, kompresi 10,1 : 1, daya 90 PS pada 6.000 rpm, torsi 110 Nm pada 4.800 rpm; dimensi RS 3.810 x 1.680 x 1.485 mm dan Satya 3.795 x 1.680 x 1.485 mm, jarak sumbu roda 2.405 mm, kapasitas tangki 35 liter; ban RS 185/55 R15 dan Satya 175/65 R14; fitur keselamatan mencakup struktur G-CON + ACE, Dual Front SRS Airbags, side impact beam, ABS + EBD, sabuk 3P ELR, pretensioner dengan load limiter, parking sensor, dan APAR)
  4. Honda Prospect Motor, kalkulator Biaya Perawatan Berkala (Brio 1.2L DD1 2026 CVT: Rp1.129.020 di 10.000 km, Rp1.262.860 di 20.000 km, Rp1.730.380 di 40.000 km, Rp1.614.370 di 60.000 km, Rp1.635.960 di 80.000 km termasuk oli transmisi Rp400.000 dan ring tab oli CVT Rp28.000, Rp1.329.860 di 100.000 km; versi manual Rp1.662.380 di 40.000 km dan Rp1.814.380 di 80.000 km)
  5. Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019 tentang Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah Berupa Kendaraan Bermotor yang Dikenai Pajak Penjualan atas Barang Mewah, Pasal 25 dan Pasal 37 (tarif PPnBM 15 persen dengan Dasar Pengenaan Pajak 20 persen dari harga jual untuk program kendaraan roda empat hemat energi dan harga terjangkau, syarat motor bakar cetus api konsumsi bahan bakar paling rendah 20 km per liter atau emisi CO2 sampai 120 gram per km untuk kapasitas isi silinder sampai dengan 1.200 cc; Pasal 37 menyerahkan penetapan kelompok kendaraan yang memenuhi persyaratan kepada menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang industri)

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa harga mobil Brio 2026 untuk semua tipe?
Di halaman resmi Honda Indonesia yang kami akses pada 3 September 2026, daftarnya adalah Brio Satya S M/T Rp170.400.000, Satya S CVT Rp184.500.000, Satya E M/T Rp185.500.000, Satya E CVT Rp206.700.000, RS M/T Rp253.100.000, dan RS CVT Rp264.100.000. Warna dua nada pada tipe RS menambah Rp2.500.000. Angka yang sama juga muncul di halaman Simulasi Harga milik Honda. Honda menyebut angka itu sebagai harga rekomendasi OTR Jakarta untuk kepemilikan mobil pertama dan dapat berubah sewaktu-waktu, jadi mintalah rincian tertulis dari dealer resmi di kota Anda.
Kenapa Brio Satya S CVT lebih murah daripada Satya E manual?
Karena premi transmisi CVT tidak seragam di setiap tingkat tipe. Di tingkat Satya S selisih manual ke CVT adalah Rp14.100.000, di Satya E Rp21.200.000, dan di RS hanya Rp11.000.000. Akibatnya Satya S CVT yang dibanderol Rp184.500.000 berada Rp1.000.000 di bawah Satya E M/T yang Rp185.500.000. Kalau prioritas Anda adalah transmisi otomatis dengan pengeluaran terendah, Satya S CVT adalah pintu masuknya. Yang Anda lepas dibanding tipe E adalah headlamp dengan LED DRL, pelek alloy dua warna, wiper belakang, tombol audio di setir, auto door lock by speed, dan alarm.
Apa bedanya Brio Satya dan Brio RS selain harga?
Mesinnya sama persis. Brosur resmi Honda mencantumkan seluruh tipe memakai mesin 1.2L SOHC empat silinder 16 katup i-VTEC berkapasitas 1.199 cc dengan tenaga 90 PS pada 6.000 rpm dan torsi 110 Nm pada 4.800 rpm. Yang berbeda adalah kelengkapan dan tampilan: RS mendapat LED headlight dengan DRL, dark chrome grille beremblem RS, fog lamp LED, one push ignition, smart entry, spion elektrik lipat dengan sein LED, pelek dark chrome 15 inci dengan ban 185/55 R15, tailgate spoiler, bumper belakang berdiffuser, interior hitam berjahitan oranye, dan tweeter. Keluarga Satya memakai pelek 14 inci dengan ban 175/65 R14.
Apakah harga OTR Brio sama di semua kota?
Tidak. Honda menuliskan angka di halaman produknya sebagai harga rekomendasi untuk OTR Jakarta. Komponen on the road mencakup pajak kendaraan bermotor dan biaya administrasi yang ditetapkan tiap provinsi, sehingga angka untuk kota lain bisa berbeda. Selain itu Honda juga menyebut angka tersebut berlaku untuk kepemilikan mobil pertama, sehingga kendaraan kedua dan seterusnya atas nama dan alamat yang sama akan menghadapi tarif pajak yang berbeda. Minta rincian on the road tertulis dari dealer resmi di kota Anda yang memisahkan harga kendaraan, pajak, biaya administrasi, dan aksesori.
Berapa biaya servis berkala Honda Brio?
Kalkulator Biaya Perawatan Berkala resmi Honda Indonesia yang kami jalankan pada 3 September 2026 untuk Brio 1.2L DD1 tahun 2026 versi CVT menampilkan Rp1.129.020 di 10.000 km, Rp1.262.860 di 20.000 km, Rp1.730.380 di 40.000 km, Rp1.614.370 di 60.000 km, Rp1.635.960 di 80.000 km, dan Rp1.329.860 di 100.000 km. Paket 80.000 km adalah satu-satunya yang memuat oli transmisi CVT seharga Rp400.000 ditambah ring tab oli CVT Rp28.000. Laman itu mencatat harga bisa berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan.
Apakah Brio termasuk mobil LCGC?
Kapasitas silindernya 1.199 cc, tepat di bawah pagu 1.200 cc yang disebut di Pasal 25 Peraturan Pemerintah Nomor 73 Tahun 2019 sebagai salah satu syarat program kendaraan bermotor roda empat hemat energi dan harga terjangkau, dengan tarif PPnBM 15 persen dan Dasar Pengenaan Pajak 20 persen dari harga jual. Namun kapasitas mesin saja tidak menentukan. Pasal 37 pada peraturan yang sama menyatakan ketentuan itu berlaku untuk kelompok kendaraan yang memenuhi persyaratan sebagaimana ditetapkan oleh menteri yang mengurus bidang industri. Jadi status per tipe adalah hasil penetapan pemerintah, bukan kesimpulan dari angka cc.