
Setiap kali seseorang mengetik motor klx di kolom pencarian, hampir selalu yang dicari adalah keluarga KLX 150, trail 150 cc yang sudah dua dekade jadi pintu masuk termurah ke dunia motor tanah di Indonesia. Masalahnya, daftar variannya berubah dan nama-namanya mirip, sehingga banyak artikel yang beredar masih menyebut trim yang sudah tidak ada di katalog. Di laman resmi PT Kawasaki Motor Indonesia, kawasaki-motor.co.id, yang kami buka pada 3 September 2026, keluarga KLX 150 terdiri dari tujuh entri: KLX150 S, KLX150, KLX150 SE, KLX150 SE+, KLX150SM, dan KLX150SM SE untuk model year 2026, ditambah KLX150 XPL yang sudah tercantum sebagai model year 2027. Nama "BF" yang masih beredar luas di banyak artikel lama sudah tidak muncul sama sekali di katalog itu. Artikel ini merapikan tujuh varian tersebut memakai angka dari lembar spesifikasi resminya, menjelaskan kenapa mesinnya sama semua, lalu menerjemahkan angka tinggi jok dan jarak ke tanah menjadi jawaban praktis: medan apa yang benar-benar cocok untuk Anda.
Tujuh varian KLX 150 yang benar-benar ada di katalog resmi
Mari mulai dari fakta yang paling sering salah di internet: daftar variannya. Berikut isi katalog KLX 150 di kawasaki-motor.co.id per 3 September 2026, lengkap dengan angka kunci dari lembar spesifikasi masing-masing halaman. Semua harga adalah MSRP Jakarta yang ditampilkan Kawasaki di halaman produk, bukan harga OTR final yang Anda bayar di kasir dealer.
| Varian | Harga acuan MSRP Jakarta | Roda depan / belakang | Jarak ke tanah | Tinggi jok | Berat kosong |
|---|---|---|---|---|---|
| KLX150 S (2026) | Rp35.000.000 | 70/100-19 dan 90/100-16 | 265 mm | 830 mm | 115 kg |
| KLX150 (2026) | Rp38.600.000 | 2,75-21 dan 4,10-18 | 300 mm | 865 mm | 118 kg |
| KLX150 SE (2026) | Rp39.100.000 | 2,75-21 dan 4,10-18 | 300 mm | 865 mm | 118 kg |
| KLX150 SE+ (2026) | Rp41.400.000 | 70/100-19 dan 90/100-16 (lihat catatan) | 295 mm | 865 mm | 119 kg |
| KLX150SM (2026) | Rp39.100.000 | 100/80-17 dan 120/70-17 | 275 mm | 840 mm | 119 kg |
| KLX150SM SE (2026) | Rp41.500.000 | 100/80-17 dan 120/70-17 | 270 mm | 840 mm | 120 kg |
| KLX150 XPL (2027) | Rp44.800.000 | 2,75-21 dan 4,10-18 | 295 mm | 865 mm | 121 kg |
Tiga hal langsung terlihat dari tabel itu. Pertama, selisih KLX150 dan KLX150 SE cuma sekitar Rp500 ribu, dan lembar spesifikasi keduanya identik sampai ke angka terakhir. Di halaman produknya Kawasaki menonjolkan KLX150 dengan hand cover, frame cover, serta skid plate, sedangkan KLX150 SE ditonjolkan lewat grafis edisi khusus. Jadi ini praktis soal kelengkapan pelindung dan tampilan, bukan soal jalan.
Kedua, KLX150 S adalah varian yang paling berbeda karakternya di sisi yang murah. Garpu depannya teleskopik konvensional 33 mm dengan langkah 175 mm, rodanya 19 inci depan dan 16 inci belakang, jarak ke tanahnya 265 mm, dan joknya 830 mm. Kawasaki sendiri menandai varian ini dengan label tinggi kursi rendah. Ini varian yang paling ramah untuk pengendara bertubuh sedang di Indonesia.
Ketiga, dua varian SM adalah supermoto, bukan motor tanah. Rodanya 17 inci depan dan belakang dengan ban jalan berukuran 100/80-17 dan 120/70-17, rem depannya lebih besar (cakram petal semi-floating 300 mm dibanding 240 mm pada varian trail), dan rem belakangnya 220 mm dibanding 190 mm. Konsekuensi yang jarang disebut: kedua varian SM di lembar resminya hanya mencantumkan starter elektrik, sementara semua varian trail masih menyediakan starter elektrik plus engkol. Kalau aki tekor di tengah jalan, perbedaan ini terasa.
Mesin 144 cc yang sama di semua varian, dan apa artinya bagi dompet Anda
Ini bagian yang paling menghemat uang Anda kalau dipahami sejak awal. Ketujuh varian KLX 150 di katalog resmi memakai mesin yang sama persis: satu silinder 144 cc, empat langkah, berpendingin udara, SOHC dengan dua katup, perbandingan kompresi 9,5:1, dan diameter kali langkah 58,0 x 54,4 mm. Suplai bahan bakarnya masih karburator Keihin NCV24, pengapiannya DC-CDI, transmisinya lima percepatan pola return, koplingnya basah multiplat manual, dan penggeraknya rantai. Tenaga maksimumnya 8,6 kW atau setara 12 PS pada 8.000 rpm, dengan torsi 11,3 Nm pada 6.500 rpm. Kapasitas tangkinya 6,9 liter di semua varian, dan rangkanya perimeter berbahan baja dengan suspensi belakang Uni Trak monoshock berpreload yang bisa disetel, berlangkah 192 mm.
Karena angkanya identik, naik dari KLX150 S ke KLX150 XPL tidak menambah satu pun tenaga kuda. Selisih hampir Rp10 juta antara varian termurah dan termahal seluruhnya dibayarkan untuk garpu upside down, ukuran roda, ketinggian, lampu LED, windshield, dan tampilan. Itu bukan pemborosan kalau memang Anda butuh ground clearance dan roda 21 inci untuk medan tertentu, tetapi jadi pemborosan besar kalau motor ini pada akhirnya hanya dipakai ke kantor lewat jalan aspal. Sebelum memilih trim, hitung dulu total biaya kepemilikannya beberapa tahun ke depan lewat kalkulator biaya kepemilikan kendaraan, dan kalau memakai cicilan, bandingkan skemanya di kalkulator simulasi kredit sebelum uang muka berpindah tangan.
Perlu ditegaskan juga: karburator bukan aib, tetapi ada konsekuensinya. Mesin karburator lebih mudah diakali di bengkel pinggir jalan dan tidak butuh alat pindai untuk penyetelan dasar, sebuah keunggulan nyata di daerah yang jauh dari bengkel resmi. Sebaliknya, ia lebih rewel saat cuaca dingin, lebih sensitif terhadap ketinggian tempat, dan biasanya kalah efisien dibanding mesin injeksi sekelas. Kalau Anda berencana memakai KLX 150 untuk naik gunung dengan perbedaan ketinggian ekstrem, siapkan mental untuk menyetel ulang spuyer. Semua angka performa di artikel ini kami kutip apa adanya dari lembar spesifikasi resmi Kawasaki, bukan dari pengujian dyno atau uji jalan. OtoTerkini tidak melakukan road test atas unit ini.
Angka yang benar-benar menentukan: tinggi jok, jarak ke tanah, dan ukuran roda
Kalau Anda hanya sempat membaca satu bagian, baca yang ini. Tiga angka berikut menentukan apakah sebuah KLX 150 cocok untuk tubuh dan rute Anda, jauh lebih menentukan daripada warna atau grafis.
Tinggi jok. KLX150 S berdiri di 830 mm, dua varian SM di 840 mm, dan varian berjok tinggi (KLX150, SE, SE+, XPL) di 865 mm. Selisih 35 mm antara S dan SE terdengar kecil di atas kertas, tetapi di lampu merah selisih itulah yang menentukan Anda menapak dengan telapak kaki penuh atau cuma ujung jari. Untuk pengendara dengan tinggi badan sekitar 165 cm ke bawah, jok 865 mm hampir pasti terasa jinjit. Ini bukan cacat produk, melainkan konsekuensi wajar dari suspensi berlangkah panjang. Jangan pernah membeli trail berdasarkan foto: duduki unitnya di dealer, dengan sepatu yang biasa Anda pakai, di permukaan datar.
Jarak ke tanah. Angka 300 mm pada KLX150 dan KLX150 SE termasuk tinggi bahkan untuk ukuran trail, dan itulah yang membuat Anda leluasa melewati batu, akar, dan gundukan tanah tanpa mesin membentur. KLX150 S di 265 mm masih sangat lega dibanding motor bebek atau skutik mana pun, dan justru lebih mudah dikendalikan pengendara pemula. Varian SM di 270 sampai 275 mm sebenarnya juga tinggi, tetapi bannya bukan ban tanah, jadi angka itu tidak otomatis berarti mampu offroad.
Ukuran roda. Inilah pembeda karakter yang paling jujur. Roda depan 21 inci dengan ban 2,75-21 berdinding tinggi adalah standar motor tanah: ia menggelinding melewati rintangan alih-alih tersangkut, dan dinding ban yang tinggi meredam benturan sebelum sampai ke suspensi. Roda depan 19 inci pada KLX150 S sedikit lebih pendek, sehingga motor terasa lebih lincah di aspal dan lebih rendah. Roda 17 inci berban jalan pada varian SM adalah roda motor aspal, titik. Untuk memahami arti kode seperti 70/100-19 atau 120/70-17 dan cara membaca usia ban, ada panduan terpisah soal kode dan usia ban motor. Perbedaan aliran trail, supermoto, dan adventure juga sudah kami bahas di artikel beda motor trail, supermoto, dan adventure.
Cocok untuk medan apa: menerjemahkan angka jadi keputusan
Sekarang bagian yang paling ditanyakan. Berikut penerjemahan yang jujur dari spesifikasi resmi ke jenis medan, tanpa membesar-besarkan kemampuan motor 12 PS.
Jalan aspal kota dan komuter harian. Semua varian bisa, tetapi yang paling masuk akal adalah KLX150SM atau KLX150 S. Varian SM memang dibuat untuk ini: ban jalan lebar, rem depan 300 mm yang lebih pakem, dan roda 17 inci yang stabil di aspal basah. KLX150 S menjadi kompromi bagus kalau Anda ingin tetap bisa masuk jalan tanah sesekali. Yang kurang cocok justru varian ber-roda 21/18 dengan ban tahu: di aspal basah, tapak ban tanah punya area kontak lebih kecil dan bisa terasa kurang menggigit saat mengerem mendadak.
Jalan kampung, jalan perkebunan, dan makadam. Ini wilayah paling pas untuk KLX 150 secara keseluruhan. Jarak ke tanah 265 mm pada varian S sudah lebih dari cukup untuk melewati jalan berbatu dan bekas roda truk, sementara bobot 115 kg membuatnya mudah diangkat kalau terjebak. Untuk pekerjaan seperti ini, KLX150 S justru sering lebih praktis daripada varian yang lebih mahal karena Anda bisa menapak dengan mantap saat berhenti di tanjakan tanah.
Trail ringan, jalur enduro pemula, dan jalur pinus. Di sinilah roda 21/18 dan jarak ke tanah 300 mm pada KLX150 atau KLX150 SE benar-benar terpakai. Garpu upside down 35 mm dengan langkah 185 mm dan suspensi belakang berlangkah 192 mm memberi ruang gerak yang cukup untuk jalur tanah bergelombang. KLX150 XPL menambahkan windshield tinggi dan lampu depan LED bulat, yang lebih relevan untuk perjalanan jauh di jalan campuran daripada untuk jalur teknis.
Enduro berat, hard enduro, dan tanjakan ekstrem. Jujur saja: bukan di sini tempatnya. Torsi 11,3 Nm dan bobot yang tidak ringan membuat KLX 150 kewalahan di tanjakan tanah yang benar-benar curam atau di jalur berlumpur dalam. Motor ini bisa dipaksa, tetapi Anda akan lebih sering mendorong daripada berkendara. Kalau ambisi Anda memang ke sana, naik kelas mesin adalah jawaban yang lebih murah daripada memodifikasi habis-habisan mesin 144 cc, dan itu membawa kita ke bagian berikutnya.
KLX 150 versus Honda CRF150L, dan kapan sebaiknya langsung ke KLX230
Lawan langsung KLX 150 di dealer resmi adalah Honda CRF150L. Tabel berikut hanya memuat angka yang benar-benar tercantum di laman resmi masing-masing pabrikan. Perhatikan bahwa Honda mencantumkan tenaga dalam kilowatt saja, jadi kami membandingkan dalam satuan yang sama supaya adil.
| Aspek | Kawasaki KLX150 SE | Honda CRF150L | Kawasaki KLX230 SE |
|---|---|---|---|
| Kapasitas mesin | 144 cc, pendingin udara | 149,15 cc, pendingin udara | 233 cc, pendingin udara |
| Suplai bahan bakar | Karburator Keihin NCV24 | PGM-FI (injeksi) | Injeksi, throttle body 32 mm |
| Tenaga maksimum | 8,6 kW (12 PS) / 8.000 rpm | 9,51 kW / 8.000 rpm | 13,2 kW (18 PS) / 8.000 rpm |
| Torsi maksimum | 11,3 Nm / 6.500 rpm | 12,43 Nm / 6.500 rpm | 18,0 Nm / 6.400 rpm |
| Transmisi | 5 percepatan | 5 percepatan | 6 percepatan |
| Garpu depan | Upside down 35 mm | Upside down 37 mm, langkah 225 mm | Upside down 37 mm |
| Jarak ke tanah | 300 mm | 285 mm | 260 mm |
| Tinggi jok | 865 mm | 869 mm | 860 mm |
| Berat kosong | 118 kg | 122 kg | 134 kg |
| Kapasitas tangki | 6,9 liter | 7,2 liter | 7,6 liter |
| Harga acuan | MSRP Jakarta Rp39.100.000 | Tidak ditampilkan di halaman produk resmi | MSRP Jakarta Rp57.600.000 |
Temuan pertama, dan ini yang paling jarang dikatakan penjual: CRF150L sudah memakai injeksi PGM-FI, sedangkan KLX 150 masih karburator. Bedanya bukan soal gengsi, melainkan soal perilaku sehari-hari. Injeksi lebih stabil saat start dingin dan tidak perlu disetel ulang ketika Anda berpindah ketinggian, sementara karburator lebih mudah diperbaiki tanpa alat khusus. Di atas kertas CRF150L juga sedikit lebih bertenaga (9,51 kW berbanding 8,6 kW) dan bertorsi lebih besar (12,43 Nm berbanding 11,3 Nm), meski keduanya bermain di kelas yang sama. Sebagai gantinya, KLX150 SE unggul di jarak ke tanah (300 mm berbanding 285 mm) dan lebih ringan 4 kg. Kami sengaja tidak mencantumkan harga CRF150L karena halaman produk resminya di astra-honda.com yang kami buka tidak menampilkan angka harga, dan menebak harga bukan kebiasaan kami. Silakan cek harga OTR-nya langsung ke dealer resmi Honda.
Temuan kedua soal naik kelas. KLX230 SE dengan harga acuan Rp57.600.000 membawa mesin 233 cc injeksi, tenaga 13,2 kW (18 PS), torsi 18,0 Nm, dan transmisi enam percepatan. Selisihnya terhadap KLX150 SE sekitar Rp18,5 juta di harga acuan, dan yang Anda dapat adalah lompatan torsi hampir 60 persen. Menariknya, jarak ke tanah KLX230 SE justru lebih rendah (260 mm) dan bobotnya lebih berat (134 kg). Jadi kalau kebutuhan Anda adalah tenaga untuk tanjakan dan kenyamanan di jalan raya, naik ke 230 masuk akal. Kalau kebutuhan Anda adalah motor ringan yang mudah diangkat sendiri saat terjatuh di jalur sempit, KLX 150 tetap pilihan yang lebih waras. Bandingkan pilihan lain lebih jauh lewat halaman komparasi dan katalog kendaraan OtoTerkini.
Biaya perawatan, konsumsi bahan bakar, dan hal yang tidak dikatakan brosur
Motor trail satu silinder 144 cc dengan pendingin udara termasuk sederhana untuk dirawat, tetapi ada beberapa pos yang sebaiknya Anda anggarkan sejak awal, dan beberapa hal yang jarang diberitahukan saat penjualan.
Karena mesinnya berpendingin udara dan sering dipakai di putaran tinggi, disiplin ganti oli jadi lebih penting di trail dibanding di skutik kota. Jangan menunda hanya karena mesin terasa masih halus, dan jangan menganggap oli motor bebek biasa otomatis cocok. Panduan waktu penggantian ada di artikel kapan ganti oli mesin, sedangkan arti kode SAE dan JASO yang menentukan cocok tidaknya oli untuk kopling basah dibahas di arti kode SAE dan JASO pelumas. Karena KLX 150 memakai kopling manual basah multiplat, cara memakai kopling ikut menentukan umur kampasnya, dan itu kami bahas terpisah di panduan kopling manual motor.
Dua komponen yang paling sering minta perhatian pada motor trail bekas pakai jalur adalah suspensi dan rantai. Sokbreker yang sudah lelah akan terasa memantul di jalan bergelombang, dan gejalanya sudah kami rinci di gejala shock breaker motor yang rusak. Untuk ritme servis berkala secara umum, ikuti jadwal servis motor rutin, dan kalau busi mulai bermasalah setelah sering menembus genangan, cek panduan kapan ganti busi motor. Untuk urusan suku cadang, ketersediaan komponen KLX di pasar aftermarket Indonesia termasuk melimpah, tetapi tidak semua yang murah layak dipasang. Pertimbangannya kami uraikan di artikel beda sparepart ori, KW, dan aftermarket.
Satu catatan biaya yang sering terlewat: pajak tahunan. Motor 150 cc memang tidak mahal pajaknya, tetapi kalau ini motor kedua atas nama orang yang sama, tarif progresif bisa menggigit. Cek dulu beban pajaknya lewat cek pajak kendaraan sebelum memutuskan mendaftarkan motor atas nama siapa.
Siapa yang cocok membeli, dan siapa yang sebaiknya mencari lain
Bagian penutup ini sengaja tidak diplomatis, karena keputusan beli motor terlalu mahal untuk dibungkus basa-basi.
KLX150 S masuk akal untuk Anda jika ini motor trail pertama Anda, tinggi badan Anda sekitar 160 sampai 170 cm, dan rute harian Anda campuran aspal dan jalan kampung. Jok 830 mm dan bobot 115 kg membuatnya paling tidak menakutkan, dan harga acuannya paling ringan di keluarga ini. Banyak orang membeli varian yang lebih tinggi lalu menyesal karena tidak berani berhenti di jalan miring.
KLX150 atau KLX150 SE masuk akal jika Anda benar-benar rutin masuk jalur tanah, sudah nyaman dengan motor tinggi, dan menghargai jarak ke tanah 300 mm serta roda depan 21 inci. Selisih harga acuan keduanya hanya sekitar Rp500 ribu dengan spesifikasi identik, jadi pilih berdasarkan kelengkapan pelindung dan tampilan yang Anda suka, bukan berdasarkan anggapan bahwa SE lebih bertenaga. Tidak ada bedanya di mesin.
KLX150SM atau SM SE masuk akal jika Anda menyukai postur tinggi dan gaya supermoto tetapi hampir tidak pernah menyentuh tanah. Rem depan 300 mm dan ban jalan membuatnya jauh lebih pantas untuk aspal harian dibanding varian trail. Tetapi ingat, tidak ada ABS di lembar spesifikasinya, jadi latih teknik pengereman Anda.
KLX150 XPL masuk akal jika Anda ingin gaya penjelajah dengan windshield tinggi dan lampu depan LED bulat, dan tidak keberatan membayar harga acuan Rp44.800.000 untuk mesin yang sama dengan varian Rp35.000.000. Perlu diingat bahwa varian ini terdaftar sebagai model year 2027 di katalog, jadi pastikan unitnya benar-benar sudah bisa dipesan sebelum Anda menaruh tanda jadi.
Sebaiknya pertimbangkan lain jika ambisi Anda adalah enduro berat atau tanjakan tanah yang curam, karena 11,3 Nm akan terasa kurang dan naik ke KLX230 lebih rasional; atau jika Anda menginginkan mesin injeksi dengan perawatan yang lebih bebas repot, tempat Honda CRF150L bermain. Kalau anggaran Anda ketat dan tetap ingin KLX, pasar bekasnya sangat likuid, tetapi periksa dulu bekas jatuh dan kondisi suspensi memakai panduan beli motor bekas. Dan bila rencana Anda mengubah tampilan motor setelah membeli, pahami dulu batas legalnya lewat artikel aliran motor custom dan legalitasnya supaya tidak bermasalah saat perpanjangan surat. Apa pun pilihannya, perlakukan setiap angka harga di artikel ini sebagai patokan awal dari laman resmi Kawasaki, lalu minta rincian OTR tertulis di dealer sebelum uang muka berpindah tangan.
Sumber
- PT Kawasaki Motor Indonesia, KLX150 SE 2026 (MSRP Jakarta Rp39.100.000; mesin 144 cc air-cooled 4-stroke single, SOHC 2 valve, karburator Keihin NCV24, kompresi 9,5:1, bore x stroke 58,0 x 54,4 mm, daya 8,6 kW/12 PS pada 8.000 rpm, torsi 11,3 Nm pada 6.500 rpm, transmisi 5-speed; garpu inverted 35 mm, wheel travel depan 185 mm dan belakang 192 mm, roda 2,75-21 dan 4,10-18, rem petal 240 mm dan 190 mm; jarak ke tanah 300 mm, tinggi jok 865 mm, berat kosong 118 kg, tangki 6,9 liter)
- PT Kawasaki Motor Indonesia, KLX150 S 2026 (MSRP Jakarta Rp35.000.000; garpu teleskopik 33 mm, wheel travel depan 175 mm, roda 70/100-19 dan 90/100-16, jarak ke tanah 265 mm, tinggi jok 830 mm, berat kosong 115 kg, dimensi 2.010 x 830 x 1.115 mm)
- PT Kawasaki Motor Indonesia, KLX150 2026 (MSRP Jakarta Rp38.600.000; spesifikasi identik dengan KLX150 SE, jarak ke tanah 300 mm, tinggi jok 865 mm, berat kosong 118 kg; sorotan fitur hand cover, frame cover, dan skid plate)
- PT Kawasaki Motor Indonesia, KLX150 SE+ 2026 (MSRP Jakarta Rp41.400.000; lembar spesifikasi mencantumkan garpu teleskopik 33 mm, wheel travel depan 175 mm, roda 70/100-19 dan 90/100-16, namun jarak ke tanah 295 mm, tinggi jok 865 mm, berat kosong 119 kg, dimensi 2.050 x 960 x 1.195 mm)
- PT Kawasaki Motor Indonesia, KLX150SM 2026 (MSRP Jakarta Rp39.100.000; roda 100/80-17 dan 120/70-17, rem depan semi-floating petal 300 mm dan belakang 220 mm, jarak ke tanah 275 mm, tinggi jok 840 mm, berat kosong 119 kg, starter elektrik)
- PT Kawasaki Motor Indonesia, KLX150SM SE 2026 (MSRP Jakarta Rp41.500.000; roda 100/80-17 dan 120/70-17, jarak ke tanah 270 mm, tinggi jok 840 mm, berat kosong 120 kg, starter elektrik)
- PT Kawasaki Motor Indonesia, KLX150 XPL 2027 (MSRP Jakarta Rp44.800.000; roda 2,75-21 dan 4,10-18, garpu inverted 35 mm, jarak ke tanah 295 mm, tinggi jok 865 mm, berat kosong 121 kg, dimensi 2.050 x 960 x 1.460 mm, sorotan lampu depan LED bulat dan windshield tinggi)
- PT Kawasaki Motor Indonesia, KLX230 SE 2026 (MSRP Jakarta Rp57.600.000; mesin 233 cc, fuel injection throttle body 32 mm, daya 13,2 kW/18 PS pada 8.000 rpm, torsi 18,0 Nm pada 6.400 rpm, transmisi 6-speed, garpu inverted 37 mm, jarak ke tanah 260 mm, tinggi jok 860 mm, berat kosong 134 kg, tangki 7,6 liter)
- PT Astra Honda Motor, Honda CRF150L (mesin 4 langkah SOHC 1 silinder 149,15 cm3 pendingin udara, PGM-FI, bore x stroke 57,3 x 57,8 mm, kompresi 9.5:1, daya maksimum 9,51 kW pada 8.000 rpm, torsi 12,43 Nm pada 6.500 rpm; rangka semi double cradle, ban 2.75-21 dan 4.1-18, rem cakram wavy 240 mm dan 220 mm, suspensi depan inverted 37 mm langkah 225 mm, Pro-Link axle travel 207 mm; dimensi 2.119 x 793 x 1.153 mm, jarak terendah ke tanah 285 mm, tinggi jok 869 mm, berat kosong 122 kg, tangki 7,2 L, oli 1,0 L)