Terkini
Jelajahi 🔍

Sparepart Motor Ori, KW, dan Aftermarket: Cara Membedakannya

Oleh Tim Redaksi OtoTerkini12 September 202614 menit bacaPerawatan
Sparepart Motor Ori, KW, dan Aftermarket: Cara Membedakannya
Ilustrasi: OtoTerkini (AI)
Jawaban singkatTiga istilah yang sering dipakai bergantian untuk sparepart motor sebenarnya menunjuk tiga hal berbeda. Ori atau genuine part adalah suku cadang yang dijual di bawah merek pabrikan motornya; PT Astra Honda Motor menyebut Honda Genuine Parts sebagai suku cadang asli yang direkomendasikan AHM dan sama dengan yang terpasang pada motor Honda baru, dengan ciri kemasan berwarna merah berlogo AHM. Aftermarket adalah suku cadang bermerek lain yang dijual bebas di pasar pengganti, dan ini tidak otomatis berarti buruk: PT Astra Otoparts, yang menyatakan dirinya memasok komponen ke Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, TVS, dan Polytron untuk kendaraan roda dua, juga memasarkan merek sendiri yaitu Aspira. Sedangkan KW adalah istilah pasar, bukan kategori resmi pabrikan, yang dipakai untuk barang tiruan berkualitas beragam, mulai dari yang sekadar lebih murah sampai yang benar-benar palsu. Aturan praktisnya: untuk komponen keselamatan seperti kampas rem, ban, dan kelistrikan, Astra Honda menyebutnya bom waktu bila dibiarkan buruk, dan Yamaha memperingatkan kampas rem yang terlalu murah biasanya memakai material berkualitas rendah yang cepat habis atau bahkan merusak cakram. Di sisi hukum, Pasal 285 ayat (1) UU Nomor 22 Tahun 2009 mengancam pengendara sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, termasuk soal lampu utama, lampu rem, klakson, knalpot, dan kedalaman alur ban, dengan kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00.

Setiap kali sparepart motor perlu diganti, percakapan di konter hampir selalu sama: "mau yang ori atau yang KW?" Pertanyaan itu terdengar seperti pilihan antara mahal dan murah, padahal di dalamnya ada tiga kategori yang berbeda, bukan dua. Ada suku cadang asli yang dijual di bawah merek pabrikan motornya, ada suku cadang aftermarket bermerek lain yang beredar sah di pasar pengganti, dan ada barang tiruan yang oleh pasar disebut KW dengan rentang mutu yang sangat lebar. Menyamakan ketiganya membuat pemilik motor mengambil dua keputusan buruk sekaligus: membayar mahal untuk komponen yang sebenarnya tidak kritis, lalu menghemat justru pada komponen yang menahan nyawanya di jalan. Artikel ini menata ulang tiga istilah itu memakai keterangan resmi dari pabrikan dan produsen komponen, menjelaskan kapan aftermarket masuk akal, kapan tidak, apa yang benar-benar terjadi pada garansi, dan bagaimana memeriksa sendiri sebelum uang berpindah.

Patokan cepat Ori (genuine part) = suku cadang bermerek pabrikan motornya, spesifikasinya sama dengan yang terpasang di motor baru. Aftermarket = suku cadang bermerek lain untuk pasar pengganti, sah dan bisa berkualitas tinggi, karena sebagian dibuat oleh pemasok yang juga memasok pabrikan. KW = istilah pasar, bukan kategori resmi, mutunya tidak terjamin dan sebagian memang barang palsu. Hemat di komponen kosmetik dan bodi boleh, jangan di rem, ban, dan kelistrikan. Untuk memastikan barangnya benar, cocokkan nomor part, bukan nama motor.

Tiga istilah, tiga hal berbeda

Mulai dari yang paling jelas definisinya. Astra Honda mendeskripsikan Honda Genuine Parts sebagai suku cadang asli Honda yang direkomendasikan oleh PT Astra Honda Motor, dan menambahkan kalimat kunci yang jarang diperhatikan pembeli: Honda Genuine Parts sama dengan yang terpasang pada motor Honda baru. Halaman resminya juga menyebut penanda fisiknya, yaitu kemasan berwarna merah beserta logo AHM. Lini produknya mencakup element cleaner, cairan pendingin, shockbreaker, disc clutch, aki, piston kit, drive belt, busi, brake shoe dan pad set, bearing, sampai gear set. Yamaha memakai istilah yang setara. Halaman Parts and Accessories resminya menyebut Yamaha Genuine Parts sebagai suku cadang asli motor Yamaha dan menyatakan pemakaian suku cadang asli sangat dianjurkan untuk menjaga kualitas motor Yamaha Anda.

Jadi "ori" bukan klaim mutu yang mengambang, melainkan pernyataan asal usul: barang itu dijual di bawah merek pabrikan motornya dan diklaim identik dengan yang dipasang di jalur produksi. Ini penting karena banyak orang mengira ori berarti "yang paling awet". Yang dijamin sebenarnya adalah kecocokan dimensi, spesifikasi material, dan dukungan resmi, bukan otomatis umur pakai terpanjang di pasar.

Aftermarket adalah kategori kedua, dan inilah yang paling sering disalahpahami. Aftermarket berarti suku cadang yang dijual untuk pasar pengganti dengan merek selain merek motornya. Contoh paling gampang diverifikasi ada di dalam grup Astra sendiri. PT Astra Otoparts menyatakan di situs resminya bahwa di sektor manufaktur perusahaan ini memiliki tiga unit bisnis, dua belas perusahaan konsolidasi, dua puluh entitas asosiasi dan ventura bersama, serta lima belas cucu perusahaan, dengan pelanggan Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, TVS, EM1 e:, dan Polytron untuk kendaraan roda dua. Perusahaan yang sama memasarkan merek Aspira. Halaman Tentang Kami Aspira menjelaskan bahwa sejak 1 Januari 2009 penggabungan unit usaha membuat produknya memakai kemasan berlogo PT Astra Otoparts dan stiker hologram Astra Otoparts untuk memasarkan suku cadang kendaraan bermotor roda dua Honda, Yamaha, dan Suzuki. Artinya pabrik yang memasok komponen ke pabrikan motor juga menjual di bawah mereknya sendiri. Menyebut semua aftermarket sebagai barang murahan jelas tidak berdasar.

KategoriSiapa yang menjaminPenanda yang bisa dicekCocok untuk
Ori / genuine partPabrikan motornya (AHM untuk Honda Genuine Parts, Yamaha untuk Yamaha Genuine Parts)Kemasan merah berlogo AHM menurut Astra Honda; nomor part dicek lewat Part Catalogue resmi menurut YamahaKomponen kritis, motor yang masih bergaransi, pemilik yang ingin kepastian kecocokan
Aftermarket bermerekProdusen komponennya sendiri, misalnya Aspira dari PT Astra OtopartsKemasan berlogo produsen dan stiker hologram menurut Aspira; nomor part tetap dicocokkanKomponen habis pakai, kebutuhan spesifikasi khusus, pemilik yang membandingkan harga antarpenjual
KWTidak ada kategori resmi mana punSering tanpa identitas yang bisa dilacak; sebagian meniru kemasan merek lainKomponen kosmetik dan non-kritis saja, dengan pemeriksaan fisik sendiri

Kategori ketiga, KW, tidak punya definisi resmi sama sekali. Tidak ada pabrikan atau produsen komponen yang menerbitkan tingkatan KW 1, KW 2, atau KW super. Istilah itu lahir dari pasar dan dipakai penjual untuk menyebut barang tiruan yang menyerupai produk asli, dengan mutu yang bisa berbeda jauh antara satu penjual dan penjual lain, bahkan untuk kode barang yang sama. Sebagian barang KW hanyalah komponen generik tanpa merek besar yang dimensinya kurang lebih pas. Sebagian lagi benar-benar barang palsu yang meniru kemasan dan logo merek terkenal. Karena tidak ada standar yang mengikat, satu-satunya cara menilai KW adalah memeriksanya sendiri, dan itulah persoalannya.

Kenapa aftermarket bukan otomatis barang buruk

Ada alasan teknis kenapa aftermarket bisa setara, dan kadang lebih cocok, dengan suku cadang asli. Pertama, banyak komponen motor dibuat oleh pemasok pihak ketiga, bukan oleh pabrikan motornya sendiri. Contohnya bisa Anda baca langsung di lembar spesifikasi resmi. Astra Honda mencantumkan tipe busi CRF150L sebagai NGK MR9C-9N atau ND U27EPR-N9, dua nama pembuat busi, bukan nama Honda. Halaman CRF250 Rally mencantumkan suspensi depan Showa Inverted Telescopic diameter 43 mm dan suspensi belakang Showa Pro-Link. Merek pemasok itu tetap tercetak di dokumen resmi pabrikan motornya, jadi ketika Anda membeli busi NGK di toko sparepart, Anda sedang membeli barang dari pembuat yang sama dengan yang dipilih pabrikan.

Kedua, aftermarket sering menawarkan pilihan yang memang tidak disediakan pabrikan. Yamaha, di panduan memilih kampas remnya, menjelaskan bahwa material kampas berbeda peruntukan: kampas organik terbuat dari bahan non-logam seperti serat organik atau kevlar dan cocok untuk penggunaan ringan, sedangkan kampas sintered dibuat dari campuran logam yang dipanaskan sampai menyatu sehingga tahan panas dan cocok untuk kondisi berkendara ekstrem. Yamaha bahkan memberi contoh spesifik: untuk motor sport seperti R15 kampas sintered lebih cocok karena tahan panas, sementara untuk motor harian seperti Mio kampas organik sudah memadai. Pemilik yang rutin melewati turunan panjang punya alasan sah mencari kampas dengan ketahanan panas lebih tinggi daripada bawaan.

Ketiga, aksesori resmi pun sebenarnya kategori tersendiri yang dekat dengan aftermarket. Astra Honda menyebut Honda telah menyediakan parts atau accessories untuk pecinta modifikasi, yang dibuat, didesain, dan direkomendasikan oleh PT Astra Honda Motor, dan sudah melalui rangkaian proses quality test sesuai standar kualitas AHM. Yamaha mendeskripsikan aksesori resminya sebagai plug and play, mudah dipasang tanpa perlu mengganti dudukan di motor. Jadi garis antara "asli" dan "tambahan" bukan garis moral, melainkan garis tanggung jawab: siapa yang menguji barang itu dan siapa yang menanggung kalau gagal.

Kesimpulan jujurnya, pertanyaan yang benar bukan "ori atau bukan", melainkan "siapa yang menjamin barang ini dan apa yang saya kehilangan kalau ia gagal". Untuk lampu sein tambahan yang gagal, Anda kehilangan uang. Untuk kampas rem yang gagal di turunan, Anda kehilangan jarak pengereman.

KW bukan sinonim palsu, tapi di sinilah risikonya menumpuk

Perlu adil: tidak semua barang yang disebut KW adalah barang palsu. Banyak di antaranya komponen generik yang dijual apa adanya tanpa berpura-pura menjadi merek lain, misalnya kabel, baut, karet, atau bodi pengganti. Untuk kebutuhan seperti itu, memilih yang murah adalah keputusan ekonomi yang wajar dan tidak ada yang perlu diperdebatkan.

Masalahnya muncul pada tiga hal yang tidak bisa Anda lihat dari luar. Pertama, konsistensi material. Yamaha menyatakan terang-terangan di panduan kampas remnya bahwa kampas rem yang terlalu murah biasanya menggunakan material berkualitas rendah yang cepat habis atau bahkan merusak cakram rem. Kalimat "merusak cakram" itu penting, karena artinya penghematan di komponen murah bisa berpindah menjadi tagihan di komponen mahal. Kedua, toleransi dimensi. Barang yang mirip belum tentu sama ukurannya, dan selisih sepersekian milimeter pada dudukan bearing atau ketebalan pad bisa mengubah cara komponen itu bekerja. Ketiga, ketiadaan jalur pertanggungjawaban. Kalau barang asli cacat produksi, ada mekanisme klaim. Kalau barang tanpa identitas cacat, tidak ada siapa pun yang bisa dimintai tanggung jawab.

Barang palsu adalah kasus yang lebih serius lagi, karena ia sengaja meniru kemasan dan logo agar pembeli mengira sedang membeli yang asli. Aspira, di halaman produk akinya sendiri, mengingatkan konsumen untuk memastikan membeli di official store untuk menghindari produk palsu. Peringatan seperti itu datang dari produsen komponen, bukan dari pesaingnya, dan itu menunjukkan pemalsuan memang persoalan nyata di pasar suku cadang Indonesia. Karena kemasan bisa ditiru, penanda visual saja tidak cukup. Yang paling sulit dipalsukan adalah rantai pembelian: dari mana Anda membelinya, dan apakah penjualnya bisa dimintai tanggung jawab bila barangnya bermasalah.

Komponen yang sebaiknya tidak dikompromikan

Di sini artikel ini mengambil posisi yang tegas, dan posisi itu bersandar pada daftar yang disusun pabrikan sendiri. Astra Honda, dalam artikel Pentingnya Penggantian Sparepart Motor demi Performa dan Keselamatan, menyebut kampas rem tipis, ban botak, rantai kendor, atau lampu redup sebagai bom waktu, dan menegaskan komponen keselamatan ini wajib diperiksa dan diganti secara berkala untuk menghindari kecelakaan. Di artikel yang sama, Astra Honda mendaftar komponen yang wajib diganti rutin: oli mesin, busi, filter udara, kampas rem, ban, rantai dan gear, aki, serta lampu kendaraan, dengan jadwal yang mengikuti buku panduan pemilik atau rekomendasi pabrikan berdasarkan jarak tempuh.

Sistem rem layak dapat perhatian khusus. Astra Honda menjelaskan sistem pengereman motor terbagi dua, rem cakram dengan sistem hidrolik dan rem tromol dengan sistem mekanis, memakai tipe kampas yang berbeda, yaitu pad set untuk cakram dan brake shoe untuk tromol. Untuk pad set, indikator keausan bisa dilihat langsung dari ketebalan kampas, dan jika sudah menipis melewati batas indikator, penggantian harus segera dilakukan untuk mencegah kerusakan pada piringan cakram. Untuk brake shoe, indikator keausannya berupa tanda marking, dan bila posisi indikator sudah sejajar dengan tanda itu, kampas perlu segera diganti karena mengabaikannya menurunkan efektivitas pengereman dan membahayakan keselamatan. Yamaha menambahkan patokan angka yang gampang dipakai sendiri, yaitu periksa ketebalan kampas secara visual dan segera ganti bila permukaannya sudah sangat tipis di bawah 3 mm.

Kelistrikan adalah wilayah kedua yang tidak layak dihemat sembarangan. Astra Honda, di panduan modifikasinya, meminta pemilik memastikan instalasi kelistrikan sesuai standar dan tidak melebihi kapasitas daya agar baterai dan komponen listrik lain tetap awet dan bekerja dengan baik. Untuk ban, permintaannya sama tegas: gunakan ban dengan ukuran dan tekanan angin yang sesuai standar demi keamanan dan kenyamanan. Untuk knalpot, Astra Honda meminta pemilik menghindari knalpot yang menghasilkan suara terlalu bising atau gas buang berlebihan.

Boleh hemat, tapi bukan di sini Relatif aman dihemat: bodi dan panel kosmetik, karet dan grip, aksesori penampilan, kabel non-kritis, dan komponen habis pakai yang mudah dilihat kondisinya. Jangan dihemat sembarangan: kampas rem dan seluruh sistem pengereman, ban, komponen kelistrikan dan pengisian, bearing roda, serta komponen kaki-kaki. Alasannya bukan gengsi, melainkan karena kegagalannya terjadi mendadak dan tidak memberi kesempatan kedua. Astra Honda sendiri menyebut kampas rem tipis, ban botak, rantai kendor, dan lampu redup sebagai bom waktu.

Cara memeriksa keaslian dan kecocokan sebelum membayar

Cara paling andal bukan menebak dari harga, melainkan mencocokkan identitas barangnya. Yamaha menjelaskan langkahnya di panduan resminya: buka Part Catalogue resmi dan masukkan nomor part sesuai model dan tahun motor, lalu hasil pencarian akan menunjukkan kecocokan, gambar, dan nomor serinya. Prinsip ini berlaku universal. Belilah berdasarkan nomor part, bukan berdasarkan nama motor, karena satu model motor bisa punya beberapa tahun produksi dengan komponen berbeda. Kalau Anda pernah membaca panduan kami tentang kode aki motor, polanya persis sama: kode yang mirip belum tentu barang yang sama.

Langkah kedua, periksa kemasannya dengan patokan yang disebut pemiliknya sendiri. Astra Honda menyebut Honda Genuine Parts punya karakteristik kemasan berwarna merah beserta logo AHM. Aspira menyebut produknya memakai kemasan berlogo PT Astra Otoparts dan stiker hologram Astra Otoparts. Penanda semacam ini bukan jaminan mutlak karena bisa ditiru, tetapi ketiadaannya adalah tanda bahaya yang jelas.

Langkah ketiga, periksa fisiknya sebelum dipasang. Bandingkan dimensi dengan komponen lama, terutama titik dudukan dan lubang baut. Untuk kampas rem, bandingkan bentuk dan ketebalannya. Untuk komponen kelistrikan, cocokkan soket dan jumlah kabelnya. Kalau sebuah komponen perlu dipaksa masuk, itu bukan barang yang benar. Prinsip ini sudah lama kami terapkan untuk komponen habis pakai lain seperti busi motor dan ban motor, yang keduanya punya kode identitas sendiri.

Langkah keempat, pilih tempat membeli yang bisa dimintai tanggung jawab. Bengkel resmi bukan satu-satunya jawaban, tetapi bengkel mana pun yang mau menunjukkan kemasan barangnya sebelum dipasang jauh lebih baik daripada yang hanya menyodorkan tagihan di akhir. Pertimbangan memilihnya kami uraikan di panduan cara memilih bengkel motor, dan penggantian komponen idealnya menempel pada servis motor rutin yang sudah Anda jalani sehingga tidak ada yang terlewat.

Garansi, aturan laik jalan, dan kenapa OtoTerkini tidak mencantumkan daftar harga

Soal garansi sering dibicarakan dengan penuh mitos, jadi mari kita pakai dokumen yang benar. Astra Honda menjelaskan bahwa setiap motor Honda baru disertai Buku Pedoman Pemilik dan Garansi Sepeda Motor, dan bahwa Honda memberikan garansi perbaikan serta penggantian suku cadang jika terjadi kerusakan selama masa garansi. Yang paling relevan untuk pembahasan ini adalah kalimat berikutnya: di dalam buku itu dijelaskan bagian-bagian sepeda motor yang dijamin oleh Honda serta hal-hal apa saja yang mengakibatkan garansi sepeda motor baru Honda tidak berlaku. Artinya syarat dan pengecualian garansi bukan rahasia dan bukan pula kabar burung, melainkan tercetak di buku yang sudah ada di tangan Anda. Sebelum memasang komponen non-standar pada motor yang masih bergaransi, bacalah bagian itu, bukan bertanya di forum.

Di sisi hukum, batasnya juga jelas dan tidak bergantung pada merek komponen. Pasal 48 ayat (1) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 menyatakan setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Pasal 285 ayat (1) mempertegasnya untuk sepeda motor dengan daftar yang sangat konkret, yaitu kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban, dengan ancaman pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00. Perhatikan bahwa undang-undang tidak menyebut kata ori maupun KW sama sekali. Yang dinilai adalah apakah komponennya berfungsi sesuai persyaratan, bukan apa mereknya. Kalau penggantian komponen sampai mengubah konstruksi, aturannya naik satu tingkat: Pasal 52 ayat (3) mewajibkan uji tipe ulang bagi kendaraan yang dimodifikasi sehingga mengubah persyaratan konstruksi dan material, dan Pasal 277 mengancam pelanggarnya dengan pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00. Batasan legal modifikasi ini kami bahas lebih dalam di artikel motor custom dan legalitasnya.

Terakhir, soal harga. Anda mungkin mengharapkan tabel perbandingan harga ori versus KW di sini, dan OtoTerkini memilih tidak memberikannya. Alasannya bisa dibuktikan dari sumber resmi itu sendiri. Yamaha memang menerbitkan kisaran harga kampas rem untuk beberapa modelnya, tetapi di halaman yang sama Yamaha menyatakan bahwa harga tersebut adalah estimasi dan dapat berbeda tergantung tempat pembelian serta merek kampas rem. Aspira merinci spesifikasi lengkap produknya tanpa mencantumkan harga dan justru mengarahkan pembeli ke toko resmi. Dengan kata lain, pembuatnya sendiri tidak mengunci satu angka nasional. Menuliskan angka pasti di artikel hanya akan membuat Anda salah menawar di depan penjual.

Yang bisa dinyatakan jujur adalah polanya. Harga suku cadang bergerak mengikuti empat hal: jenis komponen dan tingkat kerumitannya, material yang dipakai (kampas sintered lebih mahal daripada organik), jalur penjualan (bengkel resmi, toko sparepart, dan lokapasar punya struktur biaya berbeda), serta merek. Selisih antarpenjual untuk barang yang persis sama adalah hal normal. Yang tidak normal adalah harga yang jauh di bawah pasaran untuk komponen keselamatan, dan Yamaha sudah memperingatkan agar Anda jangan tergiur harga murah pada kampas rem. Kalau Anda ingin melihat beban perawatan setahun secara utuh, masukkan biaya sparepart bersama servis dan pajak ke kalkulator biaya kepemilikan kendaraan.

Tiga pertanyaan sebelum membayar 1. Nomor partnya cocok? Yamaha menyarankan mencocokkan nomor part di Part Catalogue resmi sesuai model dan tahun motor, bukan sekadar menyebut nama motor. 2. Komponennya kritis atau tidak? Kalau kegagalannya berujung pada jarak pengereman atau kelistrikan mati di jalan, jangan ambil risiko. 3. Penjualnya bisa dimintai tanggung jawab? Aspira sendiri mengingatkan agar membeli di official store untuk menghindari produk palsu. Kalau jawaban salah satu pertanyaan ini "tidak tahu", tunda dulu pembeliannya.

Menutup semuanya, memilih sparepart motor bukan pertarungan antara asli dan tiruan, melainkan soal menempatkan uang di tempat yang benar. Suku cadang asli memberi kepastian kecocokan dan dukungan resmi, aftermarket memberi pilihan dan kadang spesifikasi yang lebih pas dengan cara Anda memakai motor, sementara barang tanpa identitas memberi penghematan di depan dengan risiko yang Anda tanggung sendiri di belakang. Pegang tiga hal saja: cocokkan nomor part, jangan berkompromi pada rem, ban, dan kelistrikan, lalu pastikan penjualnya bisa dimintai tanggung jawab. Kalau motor Anda sedang dalam masa perawatan besar, pola pikir yang sama berlaku untuk minyak rem dan filter oli, dan kalau Anda sedang menimbang motor seken, riwayat penggantian komponennya wajib ikut diperiksa seperti diuraikan di panduan beli motor bekas. Telusuri juga artikel perawatan lainnya di OtoTerkini untuk komponen yang belum sempat dibahas di sini.

TR
Tim Redaksi OtoTerkiniRedaksi. Redaksi OtoTerkini menyusun konten katalog, harga, dan review data-assisted dengan merujuk sumber resmi produsen (APM) serta situs pemerintah untuk data pajak. Kami mencantumkan tautan sumber pada setiap angka yang ditampilkan.

Sumber

  1. PT Astra Honda Motor, Honda Genuine Parts (suku cadang asli Honda yang direkomendasikan oleh PT Astra Honda Motor, sama dengan yang terpasang pada motor Honda baru; karakteristik kemasan berwarna merah beserta logo AHM; lini produk mencakup element cleaner, cairan pendingin, shockbreaker, disc clutch, aki, piston kit, drive belt, busi, brake shoe dan pad set, bearing, serta gear set)
  2. PT Astra Honda Motor, Pentingnya Penggantian Sparepart Motor demi Performa dan Keselamatan (setiap komponen punya batas usia pakai; kampas rem tipis, ban botak, rantai kendor, atau lampu redup adalah bom waktu dan wajib diperiksa serta diganti berkala; komponen yang wajib diganti rutin: oli mesin, busi, filter udara, kampas rem, ban, rantai dan gear, aki, serta lampu kendaraan; jadwal penggantian mengikuti buku panduan pemilik atau rekomendasi pabrikan berdasarkan jarak tempuh; gunakan selalu sparepart original)
  3. PT Astra Honda Motor, Mengenal Jenis Kampas Rem pada Sepeda Motor (sistem pengereman terbagi rem cakram hidrolik dan rem tromol mekanis; pad set untuk cakram, brake shoe untuk tromol; indikator keausan pad set dilihat dari ketebalan kampas dan bila melewati batas indikator harus segera diganti agar tidak merusak piringan cakram; brake shoe punya tanda marking di bagian ban belakang yang bila sudah sejajar berarti waktunya ganti)
  4. PT Astra Honda Motor, Pentingnya Buku Pedoman Pemilik & Garansi Sepeda Motor (Honda memberikan garansi perbaikan dan penggantian suku cadang jika terjadi kerusakan selama masa garansi; buku menjelaskan bagian sepeda motor yang dijamin serta hal-hal yang mengakibatkan garansi motor baru Honda tidak berlaku, langkah klaim garansi, dan apa yang terjadi bila part pengganti tidak tersedia di bengkel resmi yang didatangi)
  5. PT Astra Honda Motor, Tips Modifikasi Sepeda Motor (instalasi kelistrikan harus sesuai standar dan tidak melebihi kapasitas daya agar baterai dan komponen listrik tetap awet; gunakan ban dengan ukuran dan tekanan angin sesuai standar; hindari knalpot yang menghasilkan suara terlalu bising atau gas buang berlebihan; Honda menyediakan Parts dan Accessories yang dibuat, didesain, serta direkomendasikan PT Astra Honda Motor dan sudah melalui rangkaian proses quality test)
  6. PT Yamaha Indonesia Motor Mfg., Harga Kampas Rem Motor: Panduan Memilih yang Terbaik (kampas organik dari bahan non-logam seperti serat organik atau kevlar cocok untuk penggunaan ringan; kampas sintered dari campuran logam yang dipanaskan hingga menyatu tahan panas dan cocok untuk kondisi berkendara ekstrem; R15 lebih cocok sintered, Mio cukup organik; jangan tergiur harga murah karena kampas terlalu murah biasanya bermaterial rendah yang cepat habis atau bahkan merusak cakram rem; ganti bila ketebalan sudah di bawah 3 mm; harga yang dicantumkan adalah estimasi dan dapat berbeda tergantung tempat pembelian serta merek)
  7. PT Yamaha Indonesia Motor Mfg., Spare Part dan Accessories Motor Yamaha (Yamaha Genuine Parts adalah suku cadang asli motor Yamaha dan pemakaiannya sangat dianjurkan untuk menjaga kualitas motor; aksesori resmi Yamaha bersifat plug and play sehingga mudah dipasang tanpa perlu mengganti dudukan di motor)
  8. PT Yamaha Indonesia Motor Mfg., Daftar Harga Shockbreaker Yamaha Original Terupdate (cara memeriksa keaslian suku cadang lewat Part Catalogue resmi dengan memasukkan nomor part sesuai model dan tahun motor, hasilnya menunjukkan kecocokan, gambar, dan nomor seri; genuine parts memberi jaminan dimensi tepat dan material sesuai standar pabrikan, dengan garansi resmi yang menutup cacat produksi)
  9. PT Astra Otoparts Tbk, Situs resmi perusahaan (di sektor manufaktur terdapat 3 unit bisnis, 12 perusahaan konsolidasi, 20 entitas asosiasi dan ventura bersama, serta 15 cucu perusahaan; pelanggan untuk kendaraan roda dua meliputi Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, TVS, EM1 e:, dan Polytron)
  10. PT Astra Honda Motor, Spesifikasi Honda CRF150L (tab Kelistrikan mencantumkan tipe busi NGK MR9C-9N atau ND U27EPR-N9, contoh komponen bermerek pemasok pihak ketiga yang dipakai pabrikan)
  11. PT Astra Honda Motor, Spesifikasi Honda CRF250 Rally (tab Rangka & Kaki-Kaki mencantumkan suspensi depan Showa Inverted Telescopic diameter 43 mm dan suspensi belakang Showa Pro-Link, contoh komponen bermerek pemasok pihak ketiga yang dipakai pabrikan)
  12. PT Astra Otoparts Tbk (Aspira), Tentang Kami (sejak 1 Januari 2009 penggabungan PT ASKI dan PT AOP Divisi Astra Niaga menjadi PT AOP Divisi Domestik, memakai kemasan berlogo PT Astra Otoparts dan stiker hologram Astra Otoparts untuk memasarkan suku cadang kendaraan bermotor roda dua Honda, Yamaha, dan Suzuki)
  13. PT Astra Otoparts Tbk (Aspira), Halaman produk Aki ASPIRA GTZ5S MF (peringatan resmi agar konsumen memastikan membeli di official store untuk menghindari produk palsu; halaman merinci spesifikasi lengkap tanpa mencantumkan harga dan mengarahkan pembeli ke toko resmi)
  14. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Pasal 48 ayat 1: setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan; Pasal 285 ayat 1: sepeda motor yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban dipidana kurungan paling lama 1 bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00; Pasal 52 ayat 3: kendaraan yang dimodifikasi sehingga mengubah persyaratan konstruksi dan material wajib uji tipe ulang; Pasal 277: pelanggarnya dipidana penjara paling lama 1 tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00)

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa beda sparepart motor ori, KW, dan aftermarket?
Ori atau genuine part adalah suku cadang yang dijual di bawah merek pabrikan motornya. Astra Honda menyebut Honda Genuine Parts sebagai suku cadang asli yang direkomendasikan AHM dan sama dengan yang terpasang pada motor Honda baru, dengan ciri kemasan merah berlogo AHM, sementara Yamaha menyebut Yamaha Genuine Parts sebagai suku cadang asli yang pemakaiannya sangat dianjurkan. Aftermarket adalah suku cadang bermerek lain untuk pasar pengganti, dan ini kategori yang sah: PT Astra Otoparts menyatakan memasok komponen ke Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, TVS, dan Polytron untuk roda dua, sekaligus memasarkan merek sendiri yaitu Aspira. KW bukan kategori resmi mana pun, melainkan istilah pasar untuk barang tiruan dengan mutu yang tidak terjamin, sebagian di antaranya memang barang palsu.
Apakah sparepart aftermarket pasti lebih buruk daripada yang asli?
Tidak. Banyak komponen motor memang dibuat oleh pemasok pihak ketiga, dan namanya tercantum di lembar spesifikasi resmi pabrikan. Astra Honda mencantumkan busi CRF150L sebagai NGK MR9C-9N atau ND U27EPR-N9, dan suspensi CRF250 Rally sebagai Showa Inverted Telescopic 43 mm dengan Showa Pro-Link di belakang. PT Astra Otoparts bahkan memasok komponen ke banyak pabrikan sekaligus memasarkan mereknya sendiri, Aspira. Aftermarket juga menawarkan pilihan yang tidak selalu disediakan pabrikan, misalnya material kampas rem: Yamaha menjelaskan kampas organik cocok untuk pemakaian ringan sedangkan kampas sintered tahan panas dan cocok untuk kondisi berkendara ekstrem. Yang perlu dijaga adalah kecocokan spesifikasi dan kejelasan penanggung jawab produknya.
Sparepart apa saja yang sebaiknya tidak diganti dengan barang murah?
Komponen keselamatan. Astra Honda menyebut kampas rem tipis, ban botak, rantai kendor, dan lampu redup sebagai bom waktu, serta mendaftar oli mesin, busi, filter udara, kampas rem, ban, rantai dan gear, aki, dan lampu sebagai komponen yang wajib diganti berkala. Yamaha memperingatkan kampas rem yang terlalu murah biasanya memakai material berkualitas rendah yang cepat habis atau bahkan merusak cakram rem, jadi penghematan di depan bisa berubah menjadi tagihan yang lebih besar. Untuk kelistrikan, Astra Honda meminta instalasi sesuai standar dan tidak melebihi kapasitas daya agar baterai dan komponen listrik tetap awet. Komponen kosmetik, bodi, karet, dan aksesori penampilan relatif aman dihemat.
Bagaimana cara memastikan sparepart yang dibeli benar dan bukan palsu?
Mulai dari nomor part, bukan nama motor. Yamaha menyarankan membuka Part Catalogue resmi dan memasukkan nomor part sesuai model dan tahun motor, sehingga hasilnya menunjukkan kecocokan, gambar, dan nomor seri. Periksa juga penanda kemasan yang disebut pemiliknya: Astra Honda menyebut Honda Genuine Parts berkemasan merah berlogo AHM, dan Aspira menyebut produknya memakai kemasan berlogo PT Astra Otoparts dengan stiker hologram. Setelah itu bandingkan fisiknya dengan komponen lama, terutama titik dudukan dan lubang baut, karena komponen yang perlu dipaksa masuk bukan barang yang benar. Terakhir, beli di tempat yang bisa dimintai tanggung jawab. Aspira sendiri mengingatkan konsumen membeli di official store untuk menghindari produk palsu.
Apakah memasang sparepart non-original membatalkan garansi motor?
Jawabannya ada di buku yang sudah Anda pegang, bukan di kabar burung. Astra Honda menjelaskan setiap motor Honda baru disertai Buku Pedoman Pemilik dan Garansi Sepeda Motor, dan Honda memberikan garansi perbaikan serta penggantian suku cadang bila terjadi kerusakan selama masa garansi. Buku itu menjelaskan bagian mana saja yang dijamin serta hal apa saja yang mengakibatkan garansi motor baru Honda tidak berlaku, termasuk juga langkah klaim garansi dan apa yang terjadi bila komponen penggantinya tidak tersedia di bengkel resmi yang didatangi. Jadi sebelum memasang komponen non-standar pada motor yang masih bergaransi, baca bagian syarat dan ketentuan garansi di buku tersebut.
Apakah ada aturan hukum tentang sparepart motor yang dipakai di jalan?
Ada, dan aturannya menilai fungsi, bukan merek. Pasal 48 ayat (1) UU Nomor 22 Tahun 2009 mewajibkan setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan. Pasal 285 ayat (1) merinci untuk sepeda motor: kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban, dengan ancaman kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250.000,00. Bila penggantian komponen sampai mengubah konstruksi dan material, Pasal 52 ayat (3) mewajibkan uji tipe ulang, dan Pasal 277 mengancam pelanggarnya dengan penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp24.000.000,00.
Berapa harga sparepart motor ori dibanding KW?
OtoTerkini tidak mencantumkan angka pastinya, dan alasannya berasal dari sumber resmi sendiri. Yamaha menerbitkan kisaran harga kampas rem untuk beberapa modelnya, tetapi di halaman yang sama menyatakan angka itu adalah estimasi dan dapat berbeda tergantung tempat pembelian serta merek kampas rem. Aspira merinci spesifikasi produknya tanpa mencantumkan harga dan mengarahkan pembeli ke toko resmi. Yang bisa dipastikan adalah polanya: harga bergerak mengikuti jenis komponen, material (kampas sintered lebih mahal daripada organik), jalur penjualan, dan merek, sehingga selisih antarpenjual untuk barang yang sama adalah hal normal. Yang perlu dicurigai adalah harga yang jauh di bawah pasaran untuk komponen keselamatan, karena Yamaha sendiri mengingatkan jangan tergiur harga murah pada kampas rem.