Membeli mobil pick up untuk usaha kecil adalah keputusan yang bentuknya lebih mirip perhitungan modal kerja daripada pembelian kendaraan. Bedanya dengan membeli mobil keluarga sangat mendasar: pick up tidak dinilai dari kenyamanan atau gengsi, melainkan dari berapa banyak barang yang bisa diantar per hari, berapa lama unitnya bisa bekerja tanpa berhenti, dan berapa biaya yang menempel setiap bulan. Sayangnya percakapan di lapangan sering langsung melompat ke merek dan cicilan, padahal dua hal itu baru relevan setelah empat pertanyaan yang lebih mendasar terjawab. Artikel ini menyusun ulang urutan berpikirnya: mulai dari barang yang Anda angkut, lalu dimensi bak, karakter mesin, kemampuan manuver di rute nyata, kewajiban hukum yang melekat pada kendaraan barang, sampai ongkos rawat dan ketersediaan bengkel. Semua angka pembandingnya diambil dari halaman resmi agen pemegang merek dan dari undang-undang, bukan dari perkiraan.
Mulai dari muatan, bukan dari merek
Pertanyaan pertama bukan "pick up apa yang bagus", melainkan "berapa berat yang benar-benar saya angkut". Jawaban yang jujur harus memakai hari tersibuk, bukan hari biasa, karena pick up yang kekurangan kapasitas akan dipaksa melebihi batasnya dan itu memangkas umur suspensi, rem, dan sasisnya.
Angka resmi yang tersedia di halaman produsen bisa dipakai sebagai patokan awal. Suzuki menyatakan New Carry Pick Up kini dilengkapi bak yang lebih luas dan sasis yang lebih kuat sehingga kapasitas angkutnya mencapai 1 ton, dan di halaman yang sama menyebut bodi yang kokoh membuatnya mampu menampung beban maksimal 1 ton. Daihatsu memakai istilah lain di tabel spesifikasinya, yaitu Berat Total, dengan angka 1.950 kg dan 2.100 kg tergantung varian.
Di sini perlu satu kejujuran teknis yang jarang dijelaskan penjual. "Berat Total" bukan sama dengan daya angkut. Berat total adalah berat kendaraan beserta seluruh isinya, jadi untuk mengetahui berapa kilogram barang yang boleh Anda naikkan, berat kendaraan kosong dan berat pengemudi serta penumpang harus dikurangkan lebih dulu. Daihatsu mencantumkan kapasitas tempat duduk Gran Max Pick Up sebanyak tiga orang, dan Suzuki mencantumkan hal yang sama untuk New Carry, yaitu maksimum tiga orang. Angka yang mengikat secara hukum untuk kendaraan Anda tertera di lembar STNK dalam bentuk JBB, dan cara membacanya kami uraikan di panduan membaca data di lembar STNK.
Kalau usaha Anda tumbuh cepat, pertimbangkan margin. Membeli unit yang pas persis dengan muatan hari ini berarti setiap kenaikan pesanan langsung mendorong Anda ke wilayah kelebihan muatan. Sebaliknya membeli unit yang jauh lebih besar dari kebutuhan berarti membayar bahan bakar dan pajak untuk kapasitas yang tidak terpakai. Titik tengahnya biasanya ada pada muatan puncak ditambah cadangan wajar, bukan pada rata-rata.
Membaca dimensi bak: panjang, lebar, dan cara membukanya
Berat bukan satu-satunya batas. Banyak usaha kecil justru terhambat oleh volume dan bentuk barang, bukan oleh beratnya. Galon air, kasur, rak, tabung gas, karung, dan drum punya kebutuhan ruang yang berbeda meski beratnya mirip.
Daihatsu mencantumkan dimensi bak Gran Max Pick Up secara terperinci di tabel spesifikasinya: panjang 2.350 mm, lebar 1.585 mm, dan tinggi 300 mm, sama untuk kedua varian yang ditampilkan. Isuzu menyebut TRAGA dirancang dengan dimensi kargo yang luas untuk memaksimalkan muatan, hadir dengan panjang 2,8 meter dan lebar 1,6 meter, dan mengklaimnya sebagai kargo terluas di kelasnya. Selisih panjang bak sekitar 45 sentimeter antara dua contoh itu terdengar kecil di brosur, tetapi bagi pengangkut barang panjang seperti pipa, kayu, atau rak, selisih itulah yang menentukan apakah barang bisa masuk rata atau harus menjulur keluar.
Cara membuka bak juga menentukan kecepatan bongkar muat, dan ini sering luput dari perhitungan. Suzuki menjelaskan New Carry Pick Up hadir dengan varian Wide Deck yang dapat dibuka secara tiga arah dan varian Flat Deck yang dapat dibuka satu arah, lalu meminta pembeli menyesuaikannya dengan kebutuhan bisnis. Perbedaan ini praktis: bak yang bisa dibuka tiga sisi memangkas waktu dan tenaga saat menurunkan barang di lokasi sempit, sedangkan bak satu arah lebih sederhana dan biasanya lebih ekonomis. Mitsubishi juga membagi L300 menjadi varian Pick Up Flat Deck dan Cab Chassis, dan varian cab chassis memang ditujukan untuk pemilik yang berencana memasang karoseri sendiri seperti bak khusus atau boks.
| Model | Data resmi yang dicantumkan APM | Sumber angka |
|---|---|---|
| Daihatsu Gran Max Pick Up | Bak 2.350 x 1.585 x 300 mm; PxLxT 4.195 x 1.665 x 1.850 atau 1.880 mm; jarak sumbu roda 2.650 mm; tinggi dari tanah 175 atau 190 mm; berat total 1.950 atau 2.100 kg; 3 tempat duduk | Tabel spesifikasi daihatsu.co.id |
| Suzuki New Carry Pick Up | Kapasitas angkut hingga 1 ton; varian Wide Deck buka 3 arah dan Flat Deck buka 1 arah; panjang keseluruhan 4.150 mm; ground clearance 180 mm; radius putar 4,3 m; tangki 43 liter; 3 orang | Halaman produk resmi Suzuki |
| Isuzu TRAGA Pick Up | Kargo panjang 2,8 m dan lebar 1,6 m; radius putar 4,5 m; transmisi 5 percepatan | Halaman produk resmi Isuzu Astra |
| Mitsubishi L300 | Tersedia varian Pick Up Flat Deck dan Cab Chassis | Halaman produk resmi Mitsubishi Motors |
Satu catatan pemakaian: tinggi dinding bak yang rendah, seperti 300 mm pada Gran Max Pick Up, membuat bongkar muat lebih mudah tetapi menuntut pengikatan barang yang lebih disiplin. Menambah dinding bak dengan rangka tambahan adalah hal biasa di lapangan, tetapi ingat bahwa perubahan pada karoseri masuk wilayah yang diatur, bukan wilayah bebas.
Bensin atau diesel, dan apa yang sebenarnya Anda bayar
Pilihan mesin sering direduksi menjadi "diesel lebih irit", padahal yang berbeda bukan hanya konsumsi bahan bakar melainkan karakter tenaganya.
Di sisi bensin, Daihatsu menawarkan dua pilihan untuk Gran Max Pick Up: mesin 1.3 liter K3-DE berkapasitas 1.298 cc dengan daya maksimum 88 PS pada 6.000 rpm dan torsi 115 Nm pada 4.400 rpm, serta mesin 1.5 liter 2NR-VE berkapasitas 1.496 cc dengan daya 97 PS pada 6.000 rpm dan torsi 134 Nm pada 4.400 rpm. Suzuki mencantumkan New Carry Pick Up memakai mesin K15B-C berkapasitas 1.462 cc empat silinder 16 katup dengan multi point injection, daya maksimal 97 PS pada 5.600 rpm dan torsi maksimal 135 Nm pada 4.400 rpm, dipadukan transmisi manual lima percepatan.
Perhatikan letak puncak torsinya, karena di situlah bedanya terasa saat membawa muatan. Ketiga mesin bensin di atas mencapai torsi puncaknya di kisaran 4.400 rpm. Artinya untuk menarik beban berat di tanjakan, mesin perlu diputar cukup tinggi, dan itu berarti perpindahan gigi lebih sering serta konsumsi bahan bakar naik saat bermuatan penuh.
Mesin diesel bekerja dengan pola berbeda. Isuzu menyebut TRAGA hadir dengan kapasitas 2.500 cc yang mampu menghasilkan tenaga 80 PS dan torsi 19,5 kg.m pada 1.800 sampai 2.400 rpm, dengan mesin injeksi berstandar common rail. Tenaganya justru lebih kecil daripada mesin bensin 1.5 liter tadi, tetapi torsinya keluar di putaran yang jauh lebih rendah dan tersedia pada rentang yang lebar. Untuk kendaraan niaga, karakter itulah yang berguna: menarik beban dari kondisi diam dan mendaki tanpa harus meraung. Isuzu menambahkan bahwa TRAGA Pick Up FD memakai mesin common rail 4JA1-CR dengan VGT turbo intercooler, exhaust gas recirculation, dan diesel oxidation catalyst sehingga emisinya berstandar EURO4, serta dilengkapi timing gear yang menurut Isuzu memperpanjang usia kendaraan.
Yang perlu dihitung sebelum tergoda diesel adalah biaya masuknya. Mesin diesel modern berstandar emisi tinggi menuntut bahan bakar yang sesuai dan perawatan sistem injeksi yang lebih teliti. Pertanyaan praktisnya sederhana: apakah bahan bakar yang disyaratkan mudah didapat di rute Anda, dan apakah ada bengkel yang benar-benar terbiasa menangani sistem common rail di sekitar basis operasi Anda. Kalau jawabannya ragu, mesin bensin yang lebih sederhana sering lebih menguntungkan meski di atas kertas kalah irit.
Manuver: radius putar dan dimensi luar menentukan rute Anda
Kriteria ini paling sering diabaikan saat membeli dan paling sering disesali saat dipakai. Pick up yang bagus di jalan raya bisa jadi tidak berguna kalau tidak bisa masuk gang tempat pelanggan Anda berada.
Angkanya tersedia terbuka. Suzuki mencantumkan radius putar New Carry Pick Up sebesar 4,3 meter dan menyebut radius putar lebih kecil membuatnya lebih mudah saat putar balik atau bermanuver. Isuzu menyebut radius putar TRAGA sebesar 4,5 meter dan menjelaskan alasannya secara langsung, yaitu lalu lintas yang tidak bisa ditebak menjadikan kemudahan bermanuver salah satu poin penting dalam memilih kendaraan niaga, sehingga radius putar kecil memudahkan manuver bahkan saat melewati jalan sempit.
Dimensi luar juga menentukan. Daihatsu mencantumkan panjang, lebar, dan tinggi Gran Max Pick Up sebesar 4.195 x 1.665 x 1.850 mm atau 1.880 mm tergantung varian, dengan jarak sumbu roda 2.650 mm, sementara Suzuki mencantumkan panjang keseluruhan New Carry 4.150 mm. Testimoni pelanggan yang ditampilkan Mitsubishi di halaman L300 menyentuh titik yang sama dari sisi pengguna: bodinya juga tidak terlalu besar sehingga bisa masuk ke gang sempit.
Jarak terendah ke tanah adalah angka ketiga yang layak dicatat, terutama bila rute Anda melewati jalan rusak atau polisi tidur tinggi. Daihatsu mencantumkan tinggi dari tanah Gran Max Pick Up 175 mm untuk satu varian dan 190 mm untuk varian lain, sedangkan Suzuki mencantumkan ground clearance New Carry 180 mm. Perlu diingat bahwa angka itu diukur pada kondisi kosong. Begitu bak terisi penuh, suspensi menekan dan jarak ke tanah berkurang, jadi margin yang tampak cukup di showroom bisa terasa mepet saat bekerja.
Kewajiban yang melekat: uji berkala dan aturan muatan
Pick up bukan mobil penumpang, dan konsekuensi hukumnya berbeda. Ini bagian yang sering mengejutkan pemilik usaha pemula.
Pasal 47 ayat (2) Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 mengelompokkan kendaraan bermotor menjadi sepeda motor, mobil penumpang, mobil bus, mobil barang, dan kendaraan khusus. Pick up masuk kelompok mobil barang, dan di sinilah kewajiban tambahannya muncul. Pasal 49 ayat (1) menyatakan kendaraan bermotor yang akan dioperasikan di jalan wajib dilakukan pengujian, yang menurut ayat (2) meliputi uji tipe dan uji berkala. Pasal 53 ayat (1) mempertegasnya: uji berkala diwajibkan untuk mobil penumpang umum, mobil bus, mobil barang, kereta gandengan, dan kereta tempelan yang dioperasikan di jalan. Menurut Pasal 53 ayat (2), pengujian berkala meliputi pemeriksaan dan pengujian fisik kendaraan bermotor serta pengesahan hasil uji, dan ayat (3) menyebut pelaksananya bisa unit pelaksana pengujian pemerintah kabupaten atau kota, unit pelaksana agen tunggal pemegang merek yang mendapat izin dari pemerintah, atau unit pelaksana pengujian swasta yang mendapatkan izin. Rincian siapa saja yang wajib dan bagaimana prosesnya kami bahas terpisah di artikel uji KIR mobil, siapa yang wajib.
Aturan muatan juga punya dasar hukumnya sendiri. Pasal 169 ayat (1) mewajibkan pengemudi dan perusahaan angkutan umum barang mematuhi ketentuan mengenai tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan, dan kelas jalan, dan ayat (2) sampai (4) mengatur pengawasannya lewat alat penimbangan, baik yang dipasang tetap maupun yang dapat dipindahkan. Sanksinya ada di Pasal 307, yaitu pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 bagi pengemudi kendaraan bermotor angkutan umum barang yang tidak mematuhi ketentuan tersebut. Di luar sanksi, kelebihan muatan adalah cara tercepat memperpendek umur sasis, per, ban, dan rem, sehingga penghematan satu rit hari ini bisa berubah menjadi biaya perbaikan yang lebih besar bulan depan.
Selain itu berlaku aturan umum kelaikan. Pasal 48 ayat (1) menyatakan setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan harus memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan, dan ayat (2) memerinci persyaratan teknis mencakup susunan, perlengkapan, ukuran, karoseri, rancangan teknis kendaraan sesuai peruntukannya, pemuatan, penggunaan, penggandengan, dan penempelan. Poin karoseri dan rancangan teknis sesuai peruntukan itu relevan bila Anda berencana memodifikasi bak atau memasang boks pada varian cab chassis. Untuk kewajiban pajak tahunan, statusnya bisa Anda periksa lewat panduan cara cek pajak kendaraan online.
Ongkos rawat dan ketersediaan bengkel
Untuk kendaraan usaha, biaya terbesar sering bukan harga belinya, melainkan waktu kendaraan itu tidak bisa bekerja. Karena itu kriteria yang paling sering diremehkan justru yang paling menentukan: seberapa mudah suku cadangnya didapat dan seberapa dekat bengkelnya.
Produsennya sendiri menempatkan hal ini sebagai nilai jual, bukan sekadar pelengkap. Mitsubishi Motors mencantumkan dua dari empat sorotan utama L300 justru di wilayah ini, yaitu hemat biaya perawatan dengan perawatan yang mudah dan efisien untuk menekan pengeluaran operasional, serta suku cadang mudah dicari karena memiliki jaringan suku cadang dan bengkel yang luas dan tersedia di seluruh Indonesia. Isuzu menyampaikan hal serupa untuk TRAGA dengan menyebut jaringan layanan purna jual yang luas dan lengkap, mulai dari bengkel resmi Isuzu, Bengkel Berjalan Isuzu, hingga Bengkel Mitra Isuzu yang telah berpengalaman dengan mesin common rail sejak tahun 2011, dan menyatakan tujuannya adalah mempercepat proses perbaikan serta meminimalkan downtime. Suzuki menonjolkan sisi yang sama pada New Carry dengan menyebut mesin K15B-C lebih bertenaga namun tetap irit bahan bakar dengan biaya perawatan yang terjangkau.
Klaim seperti itu memang bahasa pemasaran, tetapi isinya menunjuk pada kriteria yang benar. Cara memverifikasinya sederhana dan bisa Anda lakukan sendiri sebelum membeli: telepon dua atau tiga bengkel di sekitar basis operasi Anda dan tanyakan apakah mereka biasa menangani model yang sedang Anda pertimbangkan, apakah komponen fast moving seperti kampas rem, per, dan filter tersedia di rak, dan berapa lama biasanya inden bila komponen harus dipesan. Jawabannya akan lebih menentukan biaya operasi Anda daripada selisih konsumsi bahan bakar satu kilometer per liter.
Susun juga perkiraan biaya melekat sejak awal. Komponennya adalah bahan bakar, servis berkala, ban, aki, pajak tahunan, uji berkala, dan asuransi bila ada. Pola perhitungan servis berkala mobil kami uraikan di artikel biaya servis mobil berkala, komponen kelistrikan yang paling sering bermasalah di kendaraan kerja kami bahas di aki mobil, jumper dan umur pakai, dan seluruh beban setahun bisa Anda rangkum lewat kalkulator biaya kepemilikan kendaraan. Bila pembeliannya memakai kredit, hitung cicilannya lebih dulu dengan simulasi kredit dan pahami cara kerjanya lewat panduan simulasi kredit mobil, karena bagi kendaraan usaha yang menentukan adalah apakah armada itu menghasilkan lebih besar daripada cicilan plus biaya operasinya.
Kenapa OtoTerkini tidak memberi daftar harga pick up
Di titik ini Anda mungkin mengharapkan tabel harga per model, dan kami memilih tidak menyediakannya. Alasannya bukan malas, melainkan karena angka yang dipajang tanpa konteks justru merugikan pembaca yang akan bernegosiasi di diler.
Bukti paling kuat datang dari agen pemegang mereknya sendiri. Mitsubishi Motors mencantumkan harga L300 dengan catatan bahwa itu harga OTR Jabodetabek, ditambah keterangan agar informasi harga terkini dikonfirmasi ke diler Mitsubishi Motors terdekat, serta catatan bahwa ketersediaan varian dan warna dapat berbeda tergantung stok di diler. Daihatsu dan Suzuki juga menandai angkanya sebagai OTR Jakarta atau OTR DKI Jakarta. Artinya angka yang sama belum tentu berlaku di kota Anda, karena komponen pajak kendaraan bermotor dan bea balik nama ditetapkan tiap provinsi.
Yang bisa dinyatakan jujur adalah apa yang menggerakkan harganya, dan itu cukup untuk menakar apakah penawaran yang Anda terima wajar. Pertama, kapasitas mesin dan jenis bahan bakarnya: unit diesel bermesin lebih besar seperti TRAGA berada di kelas harga yang berbeda dari pick up bensin 1.300 cc. Kedua, kelengkapan varian: Daihatsu memisahkan Pick Up 1.3 STD, 1.5 STD, dan 1.5 AC PS, dan Suzuki memisahkan tipe STD dari AC-PS, sehingga air conditioner dan power steering memang menaikkan harga. Ketiga, bentuk bak dan karoseri: varian wide deck, flat deck, dan cab chassis punya struktur biaya berbeda. Keempat, wilayah pembelian, karena OTR mengikuti ketentuan pajak daerah masing-masing.
Cara paling masuk akal adalah meminta rincian OTR tertulis di kota Anda dari minimal dua diler, lalu membandingkan komponennya, bukan hanya angka totalnya. Setelah itu tambahkan biaya melekat setahun ke dalam perhitungan. Pendekatan yang sama kami pakai saat membahas kendaraan bekas di panduan beli mobil bekas, dan spesifikasi berbagai model bisa Anda telusuri di katalog kendaraan.
Menutup semuanya, memilih mobil pick up untuk usaha kecil sebenarnya adalah menyusun empat angka: berat muatan puncak Anda, ukuran barang terbesar yang rutin diangkut, lebar jalan tersempit di rute Anda, dan biaya melekat per bulan. Keempatnya bisa Anda kumpulkan dalam satu sore tanpa menemui satu pun penjual. Setelah keempatnya ada, memilih merek berubah dari perdebatan selera menjadi pencocokan angka, dan itulah cara membeli kendaraan kerja yang tidak Anda sesali di bulan keenam. Telusuri juga artikel panduan lainnya di OtoTerkini untuk topik kepemilikan kendaraan yang belum sempat dibahas di sini.
Sumber
- PT Astra Daihatsu Motor, Gran Max Pick Up (tabel spesifikasi resmi: dimensi bak panjang 2.350 mm, lebar 1.585 mm, tinggi 300 mm; panjang x lebar x tinggi keseluruhan 4.195 x 1.665 x 1.850 mm dan 4.195 x 1.665 x 1.880 mm; jarak sumbu roda 2.650 mm; jarak pijak roda depan 1.460 mm dan belakang 1.440 mm; tinggi dari tanah 175 mm dan 190 mm; berat total 1.950 kg dan 2.100 kg tergantung varian; kapasitas tempat duduk 3; mesin 1.5 L 2NR-VE 1.496 cc 97 PS pada 6.000 rpm dan 134 Nm pada 4.400 rpm; mesin 1.3 L K3-DE 1.298 cc 88 PS pada 6.000 rpm dan 115 Nm pada 4.400 rpm; varian Pick Up 1.3 STD, 1.5 STD, dan 1.5 AC PS)
- PT Suzuki Indomobil Sales, New Carry Pick Up (bak lebih luas dan sasis lebih kuat sehingga kapasitas angkut hingga 1 ton, mampu menampung beban maksimal 1 ton; varian Wide Deck dapat dibuka 3 arah dan Flat Deck dapat dibuka 1 arah; mesin K15B-C 1.462 cc 4 silinder 16 katup multi point injection, daya 97 PS pada 5.600 rpm dan torsi 135 Nm pada 4.400 rpm, transmisi 5 M/T; ground clearance 180 mm; panjang keseluruhan 4.150 mm; radius putar 4,3 m; kapasitas 3 orang dan tangki 43 liter; rem ventilated disc depan dan drum belakang; suspensi McPherson Strut dan Leaf Rigid Axis; tipe STD dan AC-PS; harga ditandai OTR D.K.I Jakarta)
- PT Isuzu Astra Motor Indonesia, Isuzu TRAGA Pick Up (mesin Common Rail 4 silinder 4JA1-CR dengan VGT Turbo Intercooler, EGR, dan Diesel Oxidation Catalyst sehingga emisi berstandar EURO4; kapasitas 2.500 cc menghasilkan tenaga 80 PS dan torsi 19,5 kg.m pada 1.800 sampai 2.400 rpm; dimensi kargo panjang 2,8 m dan lebar 1,6 m, diklaim kargo terluas di kelasnya; transmisi 5 percepatan dengan radius putar 4,5 m; jaringan purna jual mencakup bengkel resmi Isuzu, Bengkel Berjalan Isuzu, dan Bengkel Mitra Isuzu yang berpengalaman dengan mesin common rail sejak tahun 2011)
- PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia, Mitsubishi L300 (tersedia varian Pick Up Flat Deck dan Cab Chassis; sorotan resmi meliputi hemat biaya perawatan dengan perawatan mudah dan efisien untuk menekan pengeluaran operasional, serta suku cadang mudah dicari karena jaringan suku cadang dan bengkel yang luas tersedia di seluruh Indonesia; harga ditandai OTR Jabodetabek dengan catatan agar informasi harga terkini dikonfirmasi ke diler Mitsubishi Motors terdekat dan ketersediaan varian serta warna dapat berbeda tergantung stok)
- Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (Pasal 47 ayat 2: kendaraan bermotor dikelompokkan menjadi sepeda motor, mobil penumpang, mobil bus, mobil barang, dan kendaraan khusus; Pasal 48 ayat 1 dan 2: wajib memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang mencakup susunan, perlengkapan, ukuran, karoseri, rancangan teknis sesuai peruntukan, pemuatan, penggunaan, penggandengan, dan penempelan; Pasal 49: pengujian meliputi uji tipe dan uji berkala; Pasal 53 ayat 1, 2, dan 3: uji berkala diwajibkan untuk mobil barang yang dioperasikan di jalan, meliputi pemeriksaan dan pengujian fisik serta pengesahan hasil uji, dilaksanakan oleh unit pelaksana pengujian pemerintah kabupaten atau kota, unit pelaksana ATPM berizin, atau unit pelaksana swasta berizin; Pasal 169 ayat 1 sampai 4: wajib mematuhi tata cara pemuatan, daya angkut, dimensi kendaraan, dan kelas jalan dengan pengawasan lewat alat penimbangan; Pasal 307: pidana kurungan paling lama 2 bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00)