
Orang yang mulai melirik motor Benelli biasanya tersandung di titik yang sama: nama modelnya banyak, angkanya mirip-mirip, dan tiap penjual menyebut lini yang berbeda. Sebenarnya polanya sederhana. Benelli menyusun produknya dalam beberapa keluarga dengan karakter yang jelas berbeda, dan tiga yang paling sering ditanyakan di Indonesia adalah TNT, Leoncino, dan Imperiale 400.
Artikel ini merapikan ketiganya memakai lembar spesifikasi dari situs resmi Benelli, menunjukkan angka apa yang benar-benar membedakan mereka di jalan, lalu menutup dengan hal yang paling penting dan paling jarang dibahas, yaitu model mana saja yang benar-benar tercatat di kanal resmi Benelli untuk pasar Indonesia.
- TNT adalah naked bike, rangkanya trellis baja, posisi duduknya tegak menantang, dan rentang mesinnya paling lebar.
- Leoncino adalah roadster bergaya scrambler dengan lampu depan bulat, tinggi jok 800 sampai 810 mm, dan mesin dua silinder mulai dari kelas 500 cc.
- Imperiale 400 adalah modern classic satu silinder berpendingin udara dengan rangka double cradle, roda jari-jari 19 inci di depan, tinggi jok 780 mm, dan puncak torsi jatuh di 4.500 rpm.
Kalau Anda mencari motor yang enak dipakai santai, Imperiale. Kalau Anda mencari motor yang enak dipakai berpindah kecepatan, TNT. Kalau Anda mencari jalan tengah dengan gaya yang paling banyak disukai orang, Leoncino.
Benelli itu merek Italia berumur seratus tahun lebih, dan itu menjelaskan nama modelnya
Menurut halaman resmi Benelli sendiri, perusahaan ini berdiri pada 1911 ketika Teresa Benelli menanamkan uang keluarga untuk membuka bengkel bagi enam putranya di Pesaro, Italia. Mesin pertama mereka lahir pada 1919, dan sepeda motor pertama yang sesungguhnya diperkenalkan pada Desember 1921 dengan nama Velomotore, disusul versi 147 cc pada 1923. Nama Leoncino sendiri bukan nama baru: Benelli meluncurkannya pada 1951, dan pabrikan yang sama memenangi Motogiro d'Italia pada 1953.
Sejarah itu bukan sekadar bumbu. Halaman resmi yang sama mencatat bahwa Giuseppe Benelli sempat keluar dan mendirikan Motobi pada akhir 1940-an, lalu Benelli dan Motobi bergabung pada 1962. Itulah sebabnya nama Motobi masih muncul di daftar produk Benelli sampai hari ini.
Dicatat pula bahwa Alejandro De Tomaso memegang Benelli pada 1971 sampai 1988 dan melahirkan Benelli Sei, sepeda motor produksi enam silinder pertama di dunia, serta bahwa pada 2005 Benelli diakuisisi oleh Keeway dan Qianjiang, dengan QJ memegang produksi sementara administrasi, desain, dan pemasaran dipimpin dari kantor pusat di Pesaro.
Buat calon pembeli, dua hal dari sejarah itu yang berdampak nyata.
- Desain dan penamaan memang bernuansa Italia.
- Produksinya berbasis di Tiongkok di bawah QJ, yang menjelaskan mengapa harga Benelli berada jauh di bawah motor Eropa dengan kapasitas mesin setara.
Itu bukan cacat, tetapi memang mengubah ekspektasi Anda soal jaringan bengkel dan ketersediaan suku cadang, dua hal yang wajib Anda periksa sebelum membeli merek apa pun di luar tiga besar Jepang. Uraian soal memilih tempat servis yang jujur ada di panduan memilih bengkel motor, dan soal kualitas suku cadang pengganti kami bahas di sparepart ori, KW, dan aftermarket.
Lini TNT: naked bike dengan rentang mesin paling lebar
TNT adalah keluarga naked bike Benelli, motor telanjang tanpa fairing dengan setang lebar dan posisi duduk tegak. Ciri khas visualnya rangka trellis baja yang sengaja diperlihatkan. Rentang mesinnya paling lebar di antara ketiga lini yang dibahas di sini, dan dua ujungnya berjarak sangat jauh.
| Butir | TNT 125 | TNT 600i |
|---|---|---|
| Mesin | 1 silinder, 4 katup, SOHC, berpendingin udara | 4 silinder, 16 katup, DOHC, berpendingin cairan |
| Kapasitas | 125 cc | 600 cc |
| Tenaga | 8,2 kW pada 9.500 rpm | 60 kW pada 11.000 rpm |
| Torsi | 10 Nm pada 7.000 rpm | 55 Nm pada 8.000 rpm |
| Transmisi | 5 percepatan | 6 percepatan |
| Bobot | 124 kg | 234 kg |
| Tinggi jok | 780 mm | 820 mm |
| Ban | 120/70-12 depan, 130/70-12 belakang | 120/70 ZR17 depan, 180/55 ZR17 belakang |
| Kecepatan puncak versi resmi | Tidak dicantumkan di lembar itu | 190 km per jam |
Perhatikan ukuran bannya. TNT 125 memakai pelek 12 inci, ukuran yang biasa dipakai motor matik, sehingga meskipun bentuknya naked bike mini, karakter berkendaranya lebih dekat ke motor kota kecil daripada ke motor sport. Sebaliknya TNT 600i memakai mesin empat silinder segaris, konfigurasi yang praktis punah di kelas harga terjangkau, dan itulah daya tarik utamanya. Suara empat silinder di putaran tinggi adalah alasan orang membeli motor ini, bukan angka tenaganya semata.

Yang perlu Anda hitung sebelum jatuh cinta adalah bobot 234 kg dan tinggi jok 820 mm. Dua angka itu membuat TNT 600i bukan motor yang ramah untuk pengendara bertubuh kecil atau untuk lalu lintas yang sering berhenti.
Lembar resminya juga mencantumkan konsumsi bahan bakar hanya untuk sebagian model, dan untuk TNT 125 disebut 2,1 liter per 100 km, setara sekitar 47 km per liter, dengan emisi CO2 47 gram per km untuk unit ber-ECU Delphi dan 50 gram per km untuk ECU EZ. Kalau Anda ingin membandingkan karakter naked bike dengan motor sport berfairing sekelas, kami sudah membedahnya di artikel Kawasaki Ninja 250 untuk harian atau touring.
Lini Leoncino: nama tertua Benelli yang dihidupkan kembali
Leoncino berarti singa kecil, dan lambang kepala singa di tangkinya adalah penanda paling mudah untuk mengenali lini ini. Bentuknya roadster dengan sentuhan scrambler: lampu depan bulat, jok rata memanjang, dan pada beberapa varian ban bermotif blok. Ada tiga kapasitas utama di lini ini menurut lembar spesifikasi resmi Benelli.
| Butir | Leoncino 250 | Leoncino 500 | Leoncino 800 |
|---|---|---|---|
| Mesin | 1 silinder, 4 katup, DOHC, pendingin cairan | 2 silinder, 8 katup, DOHC, pendingin cairan | 2 silinder, 8 katup, DOHC, pendingin cairan |
| Kapasitas | 249 cc | 500 cc | 754 cc |
| Tenaga | 19 kW pada 9.250 rpm | 35 kW pada 8.500 rpm | 56 kW pada 8.500 rpm |
| Torsi | 21 Nm pada 8.000 rpm | 46 Nm pada 6.000 rpm | 67 Nm pada 6.500 rpm |
| Bobot | 162 kg | 207 kg | 234 kg |
| Tinggi jok | 800 mm | 810 mm | 800 mm |
| Rem | Cakram ber-ABS depan dan belakang | Cakram ganda ber-ABS depan, cakram ber-ABS belakang | Cakram ganda depan, cakram belakang |
| Konsumsi versi resmi | 2,8 liter per 100 km | 4,2 liter per 100 km | 4,9 liter per 100 km |
Lompatan yang paling terasa ada di antara 250 dan 500. Bukan hanya tenaganya yang naik dari 19 kW ke 35 kW, tetapi konfigurasi mesinnya berubah dari satu silinder ke dua silinder segaris, dan torsi puncaknya turun dari 8.000 rpm ke 6.000 rpm. Artinya Leoncino 500 memberi dorongan yang lebih mudah diakses di putaran menengah, tepat di rentang yang paling sering Anda pakai di jalan kota dan jalan lintas provinsi.

Harganya dibayar dengan bobot yang naik 45 kg dan konsumsi yang naik dari 2,8 menjadi 4,2 liter per 100 km, setara turun dari sekitar 36 km per liter ke sekitar 24 km per liter menurut hitungan dari angka resmi itu.
Leoncino 500 dan 502C berbagi mesin
Leoncino 500 juga menarik karena ia memakai basis mesin yang sama dengan 502C, motor bergaya cruiser Benelli. Keduanya sama-sama berkapasitas 500 cc dengan diameter dan langkah 69 kali 66,8 mm, tenaga 35 kW pada 8.500 rpm, dan torsi 46 Nm pada 6.000 rpm.
Yang berbeda adalah bajunya dan ergonominya: 502C punya tinggi jok 760 mm, bobot 220 kg, jarak sumbu roda 1.580 mm, dan tangki 21,5 liter, sedangkan Leoncino 500 lebih ringkas dengan jarak sumbu roda 1.460 mm dan tangki 12,7 liter. Kalau Anda lebih sering menempuh jarak jauh tanpa banyak berhenti, tangki 21,5 liter pada 502C adalah keunggulan nyata yang jarang dibicarakan.
Kami menelusuri kanal resmi Benelli untuk Indonesia pada 3 September 2026 dan tidak menemukan daftar harga OTR yang diterbitkan pabrikan untuk model-model di atas. Angka harga Benelli yang beredar di hasil pencarian berasal dari situs pihak ketiga, sering berbeda jauh satu sama lain, dan tidak bisa kami rujuk ke halaman resmi mana pun.
Standar OtoTerkini melarang menayangkan angka harga yang tidak bisa ditunjukkan sumber resminya, jadi untuk urusan harga silakan minta penawaran OTR tertulis dari dealer resmi di kota Anda. Yang bisa kami bantu adalah memperkirakan beban biaya setelah pembelian lewat kalkulator biaya kepemilikan kendaraan dan cek pajak kendaraan.
Imperiale 400: modern classic yang sengaja dibuat lambat
Imperiale 400 berdiri sendiri, dan justru itu kekuatannya. Lembar spesifikasi resminya menyebut mesin satu silinder empat langkah dua katup SOHC berkapasitas 374 cc dengan diameter kali langkah 72,7 kali 90 mm, berpendingin udara, injeksi elektronik, tenaga 15,5 kW pada 5.500 rpm, dan torsi 29 Nm pada 4.500 rpm. Rasio kompresinya 8,5 banding 1, angka rendah yang cocok dengan karakter mesin santai.
Angka yang paling menjelaskan karakternya adalah langkah piston 90 mm melawan diameter 72,7 mm. Mesin dengan langkah jauh lebih panjang daripada diameternya memang dirancang untuk menghasilkan torsi di putaran rendah, bukan tenaga di putaran tinggi. Itu sebabnya puncak torsinya jatuh di 4.500 rpm dan puncak tenaganya cuma di 5.500 rpm, sementara Leoncino 250 baru mencapai puncaknya di 9.250 rpm. Dalam pemakaian nyata, Imperiale terasa tenang, bergetar khas satu silinder besar, dan tidak menuntut Anda sering berpindah gigi.

Sasis, ban, dan bobot
Sisanya mengikuti resep modern classic: rangka double cradle, roda jari-jari, ban depan 100/90-19 dan belakang 130/80-18, suspensi belakang dua peredam kejut, cakram tunggal 300 mm di depan dan 240 mm di belakang, tangki 12 liter, tinggi jok 780 mm, bobot 197 kg, dan kecepatan puncak 120 km per jam menurut lembar resminya. Kombinasi tinggi jok 780 mm dengan bobot 197 kg membuatnya lebih mudah dikuasai saat berhenti dibanding Leoncino 500 yang joknya 810 mm.
Satu catatan jujur. Motor bergaya klasik dengan ban jari-jari 19 inci menuntut perhatian lebih pada perawatan pelek dan ban dibanding motor berpelek palang. Tekanan angin, kondisi jari-jari, dan usia karet ban adalah tiga hal yang paling sering diabaikan pemilik motor klasik, padahal ketiganya langsung berhubungan dengan keselamatan. Cara membaca kode dan umur ban kami jelaskan di arti kode dan usia ban motor.
Yang benar-benar terdaftar di kanal resmi Benelli Indonesia
Ini bagian yang paling perlu Anda tahu sebelum menargetkan model tertentu, dan hampir tidak pernah dibahas ulasan lain.
Pada 3 September 2026, alamat benelli.co.id mengarahkan pengunjung dengan pengalihan permanen ke halaman resmi Benelli untuk Indonesia di benelli.com. Kami menelusuri peta situs resmi Benelli untuk melihat model apa saja yang terdaftar di bawah wilayah Indonesia, dan hasilnya hanya tiga: 502C, Leoncino 500, dan Motobi 200 Evo. TNT 125, TNT 600i, Leoncino 250, Leoncino 800, dan Imperiale 400 memang punya halaman produk resmi, tetapi halaman itu terdaftar di wilayah lain, misalnya halaman internasional serta pasar seperti Malaysia dan Filipina.
Kalau model incaran Anda tidak ada di daftar resmi wilayah Indonesia, kemungkinan besar Anda akan bertemu dengannya di pasar bekas atau lewat jalur importir umum, bukan di dealer resmi dengan garansi pabrikan. Konsekuensinya bukan sekadar soal gengsi. Yang perlu Anda tanyakan sebelum membayar adalah:
- siapa yang menanggung garansi,
- di bengkel mana motor itu bisa diservis,
- berapa lama suku cadang cepat pakai seperti kampas rem dan filter tersedia,
- dan apakah dokumen kendaraannya lengkap sesuai unit yang ada.
Untuk transaksi motor bekas, daftar periksanya kami susun terpisah di panduan beli motor bekas.
Satu hal administratif yang juga perlu disiapkan: golongan SIM. Di Indonesia golongan SIM untuk sepeda motor bertingkat mengikuti kapasitas mesin, dengan SIM C untuk motor sampai 250 cc, SIM CI untuk di atas 250 sampai 500 cc, dan SIM CII untuk di atas 500 cc, meskipun penerapannya bertahap.
Artinya Leoncino 250 dan TNT 125 masuk kelompok SIM C, sedangkan Imperiale 400, Leoncino 500, dan 502C berada di kelompok SIM CI, dan TNT 600i serta Leoncino 800 di kelompok SIM CII. Rinciannya beserta dasar hukumnya kami uraikan di panduan jenis SIM A, B, C, dan D di Indonesia.
Memilih di antara ketiganya, dan apa yang perlu dicek sebelum membayar
- Pilih Imperiale 400 jika yang Anda cari adalah motor yang enak dipakai pelan, gampang dikuasai saat berhenti karena joknya 780 mm, dan tampilannya klasik. Torsi 29 Nm pada 4.500 rpm berarti Anda tidak perlu memutar mesin tinggi untuk mendapat dorongan, dan itu melelahkan lebih sedikit di jalan padat.
- Pilih Leoncino 500 jika Anda ingin satu motor yang bisa mengerjakan banyak hal. Mesin dua silinder 500 cc dengan torsi 46 Nm pada 6.000 rpm memberi cadangan tenaga yang lega untuk menyalip, sementara bobot 207 kg dan tinggi jok 810 mm masih dalam batas wajar untuk pengendara bertubuh sedang. Ini juga satu-satunya model dari tiga lini yang dibahas di sini yang terdaftar di kanal resmi Indonesia.
- Pilih TNT jika Anda memang mengejar karakter naked bike. Di ujung bawah, TNT 125 dengan bobot 124 kg adalah motor kota yang ringan. Di ujung atas, TNT 600i menawarkan mesin empat silinder yang langka di rentang harganya, dengan konsekuensi bobot 234 kg dan tinggi jok 820 mm yang perlu Anda uji langsung dengan cara duduk di atasnya sebelum memutuskan.
- Sebaiknya tunda dulu jika Anda belum memastikan tiga hal berikut: bengkel resmi terdekat dari rumah atau kantor Anda, ketersediaan suku cadang cepat pakai, dan status garansi untuk unit spesifik yang ditawarkan. Motor bermesin besar yang mangkrak menunggu suku cadang adalah kerugian yang jauh lebih mahal daripada selisih harga saat membeli.
Untuk menyiapkan ritme perawatannya sejak awal, lihat panduan jadwal servis motor rutin, dan untuk memilih pelumas yang sesuai spesifikasi pabrikan, pahami dulu kodenya lewat arti kode SAE dan JASO. Kalau Anda masih membandingkan dengan motor merek lain di rentang kapasitas serupa, telusuri pilihannya di katalog kendaraan OtoTerkini.
Semua angka spesifikasi di artikel ini kami baca langsung dari lembar spesifikasi resmi Benelli pada 3 September 2026, dan pabrikan dapat mengubahnya sewaktu-waktu.
Sumber
- Benelli, halaman produk Leoncino 500 untuk wilayah Indonesia, diakses 3 September 2026 (mesin 2 silinder 4 langkah 8 katup, 500 cc, diameter kali langkah 69 x 66,8 mm, tenaga 35 kW pada 8.500 rpm, torsi 46 Nm pada 6.000 rpm, rasio kompresi 11,5:1, DOHC, pendingin cairan, rangka steel trellis, ban Pirelli 120/70 ZR17 dan 160/60 ZR17, cakram ganda ber-ABS 320 mm depan dan cakram ber-ABS 260 mm belakang, bobot 207 kg, tinggi jok 810 mm, panjang 2.160 mm, jarak sumbu roda 1.460 mm, tangki 12,7 liter, kecepatan puncak 160 km per jam, konsumsi 4,2 liter per 100 km, emisi CO2 98 g/km)
- Benelli, halaman produk 502C untuk wilayah Indonesia, diakses 3 September 2026 (mesin 2 silinder 8 katup 500 cc, diameter kali langkah 69 x 66,8 mm, tenaga 35 kW pada 8.500 rpm, torsi 46 Nm pada 6.000 rpm, transmisi 6 percepatan, bobot 220 kg, tinggi jok 760 mm, panjang 2.240 mm, jarak sumbu roda 1.580 mm, tangki 21,5 liter, kecepatan puncak 160 km per jam)
- Benelli, halaman produk Imperiale 400 wilayah internasional, diakses 3 September 2026 (mesin 1 silinder 4 langkah 2 katup SOHC 374 cc, diameter kali langkah 72,7 x 90 mm, berpendingin udara, tenaga 15,5 kW pada 5.500 rpm, torsi 29 Nm pada 4.500 rpm, rasio kompresi 8,5:1, transmisi 5 percepatan, rangka double cradle, roda jari-jari, ban 100/90-19 dan 130/80-18, cakram 300 mm depan dan 240 mm belakang, bobot 197 kg, tinggi jok 780 mm, tangki 12 liter, kecepatan puncak 120 km per jam)
- Benelli, halaman produk TNT 600i wilayah internasional, diakses 3 September 2026 (mesin 4 silinder 4 langkah 16 katup DOHC 600 cc, diameter kali langkah 65 x 45,2 mm, berpendingin cairan, tenaga 60 kW pada 11.000 rpm, torsi 55 Nm pada 8.000 rpm, transmisi 6 percepatan, rangka steel trellis, ban 120/70 ZR17 dan 180/55 ZR17, bobot 234 kg, tinggi jok 820 mm, tangki 15 liter, kecepatan puncak 190 km per jam)
- Benelli, halaman produk TNT 125 wilayah internasional, diakses 3 September 2026 (mesin 1 silinder 4 katup SOHC 125 cc, berpendingin udara, tenaga 8,2 kW pada 9.500 rpm, torsi 10 Nm pada 7.000 rpm, transmisi 5 percepatan, ban 120/70-12 dan 130/70-12, bobot 124 kg, tinggi jok 780 mm, konsumsi 2,1 liter per 100 km, emisi CO2 47 g/km untuk ECU Delphi dan 50 g/km untuk ECU EZ)
- Benelli, halaman produk Leoncino 250 wilayah internasional, diakses 3 September 2026 (mesin 1 silinder 4 katup DOHC 249 cc berpendingin cairan, tenaga 19 kW pada 9.250 rpm, torsi 21 Nm pada 8.000 rpm, transmisi 6 percepatan, ban Metzeler 110/70 R17 dan 150/60 R17, cakram ber-ABS 280 mm dan 240 mm, bobot 162 kg, tinggi jok 800 mm, konsumsi 2,8 liter per 100 km)
- Benelli, halaman produk Leoncino 800 wilayah internasional, diakses 3 September 2026 (mesin 2 silinder 8 katup DOHC 754 cc, diameter kali langkah 88 x 62 mm, tenaga 56 kW pada 8.500 rpm, torsi 67 Nm pada 6.500 rpm, transmisi 6 percepatan, bobot 234 kg, tinggi jok 800 mm, konsumsi 4,9 liter per 100 km)
- Benelli, halaman Tentang Kami untuk wilayah Indonesia, diakses 3 September 2026 (perusahaan berdiri 1911 ketika Teresa Benelli membiayai bengkel bagi enam putranya, mesin pertama 1919, sepeda motor pertama Velomotore Desember 1921, versi 147 cc 1923, Leoncino diluncurkan 1951, menang Motogiro d'Italia 1953, Motobi didirikan Giuseppe Benelli akhir 1940-an lalu bergabung dengan Benelli 1962, Alejandro De Tomaso 1971 sampai 1988, Benelli Sei sebagai sepeda motor produksi enam silinder pertama di dunia, akuisisi oleh Keeway dan Qianjiang pada 2005 dengan QJ memegang produksi dan kantor pusat tetap di Pesaro)
- Benelli, peta situs resmi benelli.com, diakses 3 September 2026 (wilayah Indonesia dengan kode id-en hanya memuat tiga halaman produk, yaitu 502c, leoncino-500, dan motobi-200-evo; halaman produk imperiale-400, tnt-600i, tnt-125-2, leoncino-250-2, dan leoncino-800 terdaftar di wilayah lain seperti int-en, my-en, dan ph-en)
- Wikimedia Commons, berkas foto Benelli Leoncino 2025 oleh AVMOTO, lisensi CC BY-SA 4.0 (foto hero artikel ini, diunggah dengan tanggal 10 November 2024)