Terkini
Jelajahi 🔍

Tes Psikologi SIM: Materi dan Cara Lulusnya

Oleh Sari Utami29 Agustus 202612 menit bacaSIM & STNK
Tes Psikologi SIM: Materi dan Cara Lulusnya
Ilustrasi: OtoTerkini (AI)
Jawaban singkatTes psikologi SIM adalah penyaringan aspek psikologis calon pengemudi, bukan ujian lulus-gagal seperti ujian teori, sehingga rasa cemas yang sering menyertainya sebenarnya berlebihan. Menurut platform resmi ePPsi yang diakreditasi Biro Psikologi SSDM Polri dan terintegrasi dengan Digital Korlantas, tes ini mengukur tiga aspek, yaitu kognitif, kepribadian, dan psikomotorik, dan pada bagian kepribadian tidak ada jawaban yang benar atau salah. Dasar hukumnya adalah Peraturan Kepolisian Nomor 5 Tahun 2021, hasilnya berlaku enam bulan, dan durasinya maksimal sekitar satu jam. Biaya resminya Rp 37.500 menurut halaman Panduan SIM Korlantas Polri, meski aplikasi ePPsi sendiri kini mencantumkan Rp 77.500 termasuk pajak, jadi pastikan angkanya langsung di aplikasi sebelum membayar. Kalau hasil Anda dinyatakan tidak memenuhi syarat, Anda tidak gugur selamanya, melainkan mengikuti sesi konseling lebih dulu lalu boleh mengulang dalam rentang satu hari sampai enam bulan. Tes ini juga terpisah dari tes kesehatan jasmani (RIKKES lewat e-Rikkes), jadi keduanya jangan tertukar.

Kalau Anda mengetik "tes psikologi SIM" dengan perut sedikit tegang, kabar baiknya bisa langsung menenangkan: yang akan Anda hadapi bukan ujian yang menjatuhkan seperti ujian teori atau ujian praktik. Ia adalah penyaringan aspek psikologis, sebuah pemeriksaan singkat atas kesiapan mental Anda mengemudi yang memang diwajibkan untuk membuat maupun memperpanjang SIM. Kecemasan yang menyertainya biasanya lahir dari ketidaktahuan, ditambah beredarnya tawaran "joki" dan "kunci jawaban" yang justru bikin orang mengira tes ini seperti ujian sekolah yang harus dicontek. Artikel ini membongkar apa sebenarnya tes itu, apa saja yang diukur, bagaimana cara mengikutinya lewat aplikasi e-Ppsi maupun di SATPAS, berapa biaya resminya, dan apa arti hasil "memenuhi syarat" atau "tidak memenuhi syarat". Semua bersandar pada laman resmi Korlantas Polri, Digital Korlantas, dan platform ePPsi yang diakreditasi Biro Psikologi SSDM Polri. Kalau Anda sedang mengurus perpanjangan atau pembuatan SIM sekalian, kaitannya dengan biaya dan alur sudah kami rinci di biaya perpanjang SIM semua golongan dan cara bikin SIM baru online.

Patokan cepat Tes psikologi SIM mengukur tiga aspek: kognitif, kepribadian, dan psikomotorik. Bukan ujian lulus-gagal, melainkan screening kesiapan mental berkendara. Dasar hukumnya Perpol Nomor 5 Tahun 2021, hasil berlaku 6 bulan, durasi maksimal sekitar 1 jam. Biaya Rp 37.500 menurut Panduan SIM Korlantas, sedangkan aplikasi ePPsi mencantumkan Rp 77.500 termasuk pajak, jadi cek angka di aplikasi sebelum bayar. Bisa online lewat situs atau aplikasi e-Ppsi, bisa juga di SATPAS. Kalau tidak memenuhi syarat, Anda mengikuti konseling lalu boleh mengulang. Terpisah dari tes kesehatan jasmani (RIKKES).

Tes psikologi SIM itu screening, bukan ujian lulus-gagal

Inti yang perlu Anda pahami lebih dulu, karena inilah sumber kecemasan yang keliru: tes psikologi SIM bukan ujian pengetahuan yang menuntut Anda menghafal materi lalu menjawab benar. Ia adalah alat penyaring untuk melihat kesiapan psikologis Anda mengemudi. Halaman FAQ ePPsi menyatakan hal ini dengan gamblang, bahwa tes psikologi SIM merupakan tes yang tidak ada jawaban salah atau benar di dalamnya. Kalimat itu saja sudah membalik banyak asumsi. Kalau tidak ada jawaban benar, maka tidak ada yang bisa dicontek, dan tidak ada "kunci jawaban" yang masuk akal untuk sebagian besar soalnya.

Kenapa tes ini ada? ePPsi menjelaskan alasannya bertolak dari tren kasus di jalan raya, seperti kecelakaan, perilaku berkendara yang tidak aman, dan pengemudi yang mudah terbawa emosi, yang sebagian besar dipengaruhi oleh faktor psikologis individu. Jadi tujuannya bukan menggagalkan Anda, melainkan menyaring kesiapan mental sebelum negara memberi Anda izin mengemudi di jalan umum. Dengan sudut pandang itu, hasil tes bukan vonis "pintar" atau "bodoh", melainkan gambaran apakah profil psikologis Anda saat ini memenuhi syarat untuk memegang kemudi. Karena sifatnya menyaring, keluarannya pun berupa "memenuhi syarat" atau "tidak memenuhi syarat", bukan nilai angka yang diperingkat seperti ujian sekolah.

Perbedaan cara pandang ini penting untuk dompet dan ketenangan Anda. Orang yang menganggap tes ini seperti ujian yang bisa gagal cenderung panik, lalu tergoda membayar calo atau membeli "kunci jawaban" yang tidak berguna. Padahal, dengan persiapan sederhana yaitu jujur, cukup istirahat, dan mengikuti instruksi, mayoritas pemohon melewatinya tanpa masalah. Tes psikologi juga hanya satu dari beberapa prasyarat administratif SIM. Prasyarat lain seperti dokumen, usia, dan tes kesehatan sudah kami bahas di syarat perpanjang SIM online, jadi di sini kita fokus ke bagian psikologisnya saja.

Materi tes psikologi SIM: tiga aspek yang diukur

Bagian ini yang paling sering dicari dengan kata kunci "materi", jadi mari kita jujur soal batasannya lebih dulu. Soal tes psikologi SIM tidak dipublikasikan secara terbuka, dan ePPsi menyebut tesnya berbasis item-generated yang unik untuk setiap individu, dengan alat ukur yang terus dikalibrasi dan materinya dikurasi oleh Biro Psikologi SSDM Polri. Artinya set soal yang Anda kerjakan berbeda dengan yang dikerjakan orang lain. Yang bisa dipaparkan secara resmi bukan bocoran soal, melainkan aspek apa saja yang diukur. Tiga aspek ini bukan sekadar kebijakan aplikasi. Perpol Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 12 memerintahkannya langsung, menyatakan bahwa pemeriksaan psikologi meliputi kemampuan kognitif, kemampuan psikomotorik, dan kepribadian, sehingga apa yang diuji ePPsi persis mengikuti regulasi. Menurut FAQ ePPsi, ketiga aspek itu dirinci sebagai berikut.

AspekYang diukurBentuk pengerjaannya
KognitifProses aktivitas mental yang diarahkan pada adaptasi terhadap pemilihan dan pembentukan lingkungan nyata sesuai kehidupan seseorangAnda diminta menilai apakah alternatif jawaban pada setiap soal benar atau salah
KepribadianSifat yang ditampilkan seseorang ketika berkendara, sebagai kecenderungan umum dalam merespons dengan cara tertentuAnda memilih derajat persetujuan atas sebuah pernyataan, dari sangat tidak setuju sampai sangat setuju
PsikomotorikKeterkaitan gerak jasmani dan fungsi otot dengan dorongan pemikiran, perasaan, dan kemauan, termasuk keteraturan rangkaian perilakuAnda melihat pasangan angka dan huruf, lalu mencari satu angka yang hilang beserta pasangan hurufnya di tiap soal

Dari tabel ini terlihat bahwa hanya aspek kognitif dan psikomotorik yang punya jawaban "tepat" dalam arti teknis, dan itu pun menguji ketelitian serta konsentrasi, bukan hafalan. Aspek kepribadian sama sekali tidak punya jawaban benar. Anda hanya diminta menyatakan seberapa setuju Anda pada sebuah pernyataan, dan justru menjawab tidak jujur di bagian ini berpotensi menghasilkan profil yang tidak konsisten. Inilah alasan teknis kenapa "kunci jawaban tes psikologi SIM" adalah barang yang tidak ada wujudnya untuk sebagian besar tes: pada bagian kepribadian tidak ada kunci, dan pada bagian kognitif serta psikomotorik soalnya di-generate unik per orang sehingga jawaban orang lain tidak berlaku untuk Anda.

Tes psikologi terpisah dari tes kesehatan (RIKKES) Dua hal ini sering tertukar. Halaman Panduan SIM Korlantas memisahkan keduanya dengan tegas: Surat Keterangan Sehat Jasmani diperoleh dari dokter yang ditunjuk Polri atau lewat aplikasi e-Rikkes, sedangkan Surat Keterangan Sehat Rohani atau psikotes adalah tes psikologi resmi yang dilakukan di SATPAS atau lewat aplikasi e-Ppsi. Jadi RIKKES memeriksa fisik Anda seperti penglihatan, sementara tes psikologi memeriksa aspek mental. Keduanya prasyarat terpisah dengan aplikasi dan biaya yang berbeda, dan lulus salah satu tidak menggantikan yang lain.

Cara mengikuti tes psikologi SIM lewat e-Ppsi atau di SATPAS

Sekarang praktiknya. Ada dua jalur resmi, dan Anda bebas memilih yang paling nyaman. Jalur pertama online lewat platform ePPsi, yang bisa dibuka di situs eppsi.id maupun aplikasinya di app.eppsi.id. ePPsi adalah aplikasi web progresif, sehingga bisa dipasang di gawai Android maupun iOS tanpa harus lewat toko aplikasi. Jalur kedua tatap muka di SATPAS. Halaman Panduan SIM Korlantas menyatakan psikotes adalah tes resmi yang bisa dilakukan di lokasi SATPAS atau lewat aplikasi e-Ppsi, jadi keduanya sama-sama sah.

Untuk jalur online, ePPsi merinci empat langkah yang ringkas. Halaman Panduan SIM Korlantas menyebutkan alur serupa: buka situs atau aplikasi e-Ppsi, lakukan registrasi, bayar biaya tes, lalu kerjakan soal tes kepribadian dan kecermatan, dan jika memenuhi syarat hasilnya otomatis terkirim.

  1. Registrasi akun. Pasang aplikasi ePPsi, buat akun, dan lakukan verifikasi. Hasil tes nantinya terhubung langsung ke NIK Anda, sehingga identitas harus benar sejak awal.
  2. Pembayaran. Buat voucher tes lalu selesaikan pembayaran lewat metode yang tersedia. Pembayaran dilakukan sebelum mengerjakan soal.
  3. Kerjakan tes. Anda mengerjakan tes kepribadian dan tes kecermatan langsung dari ponsel. Kerjakan di tempat yang tenang, dengan jaringan yang stabil dan pikiran fokus.
  4. Hasil tersedia. Hasil langsung muncul di aplikasi, dikirim ke email, dan tercatat di pusat data Korlantas Polri sehingga terhubung dengan aplikasi SINAR Digital Korlantas untuk proses penerbitan SIM.

Keunggulan jalur online yang perlu Anda tahu, ePPsi menyebut hasil tesnya bisa dipakai untuk proses penerbitan SIM baik secara online maupun offline, dan cukup satu kali tes untuk berbagai golongan SIM selama masa berlaku hasilnya masih aktif. Karena hasilnya tersimpan di pusat data Korlantas dan terikat NIK, inilah pula sebabnya menyuruh orang lain mengerjakan tes untuk Anda tidak masuk akal. Hasil itu menempel pada identitas Anda, bukan pada nama joki. Setelah tes psikologi beres, langkah pendaftaran SIM Anda berjalan di aplikasi Digital Korlantas, yang alurnya kami urai di cara bikin SIM baru online.

Biaya resmi tes psikologi SIM dan masa berlakunya

Di sini kami harus jujur soal angka, karena ada dua nominal resmi yang beredar dan keduanya benar-benar tercantum di sumber resmi. Halaman Panduan SIM Korlantas Polri mencantumkan biaya tambahan tes psikologi (e-Ppsi) sebesar Rp 37.500. Angka inilah yang dipakai konsisten di panduan Korlantas dan menjadi rujukan umum. Namun ketika kami membuka langsung FAQ platform ePPsi, biaya yang tertera di sana adalah Rp 77.500 termasuk pajak. Kami tidak menutupi selisih ini, karena tugas kami menyampaikan apa yang benar-benar tertulis di sumber, bukan angka yang paling enak didengar.

Cara menyikapinya sederhana. Perlakukan Rp 37.500 sebagai figur yang dipublikasikan Korlantas dalam panduan resminya, dan Rp 77.500 sebagai tarif yang saat ini muncul di aplikasi penyedia tesnya. Tarif layanan seperti ini bisa berubah, jadi jangan mengunci ekspektasi pada satu angka. Yang harus Anda bayar adalah nominal yang benar-benar ditampilkan aplikasi ePPsi pada langkah pembayaran, dan pastikan Anda melihatnya sebelum menekan tombol bayar. Yang jelas, biaya ini tergolong kecil dan sekali bayar bila Anda memenuhi syarat, jauh lebih murah daripada ongkos dan risiko memakai perantara.

KomponenKeteranganSumber
Biaya tes psikologi (Panduan SIM)Rp 37.500Halaman Panduan SIM Korlantas Polri
Biaya tes psikologi (aplikasi ePPsi)Rp 77.500 termasuk pajakFAQ ePPsi, eppsi.id
Masa berlaku hasil6 bulanePPsi
Durasi pengerjaanMaksimal sekitar 1 jamePPsi
Bisa dipakai berapa golonganCukup 1 kali tes untuk berbagai golongan selama hasil masih berlakuePPsi

Masa berlaku enam bulan itu bukan hanya kebijakan aplikasi, melainkan diatur di Perpol Nomor 5 Tahun 2021 Pasal 12 ayat (4), yang menyatakan surat keterangan lulus uji psikologi dapat digunakan paling lama enam bulan sejak diterbitkan. Masa berlaku ini juga praktis. Kalau Anda menyelesaikan tes psikologi lalu baru mengurus SIM beberapa minggu kemudian, hasilnya masih bisa dipakai selama belum lewat enam bulan. Sebaliknya, jangan mengerjakan tes terlalu jauh sebelum benar-benar mengurus SIM, karena hasil yang telanjur kedaluwarsa berarti Anda harus membayar dan mengerjakan ulang. Tes psikologi hanyalah satu pos dari total biaya mengurus SIM. Bila Anda ingin melihat gambaran ongkos kepemilikan kendaraan secara utuh, dari pajak sampai perawatan, gunakan kalkulator biaya kepemilikan, dan rincian tarif SIM per golongan ada di biaya perpanjang SIM semua golongan.

Arti "tidak memenuhi syarat": konseling, bukan vonis permanen

Ini bagian yang paling sering ditakuti, dan justru paling salah dimengerti. Karena tes ini menyaring, hasilnya memang bisa berupa "tidak memenuhi syarat". Tetapi hasil itu bukan palu hakim yang menutup pintu Anda selamanya. FAQ ePPsi menjelaskan alurnya secara terbuka: jika pada tes pertama Anda tidak lolos, masih ada kesempatan mengulang dalam jangka waktu satu hari sampai enam bulan sejak tes pertama. Dalam rentang itu, untuk mengikuti tes kedua Anda diwajibkan mengikuti sesi konseling lebih dulu. Setelah konselor menyatakan Anda boleh lanjut, secara otomatis Anda dapat mengerjakan tes lagi.

Perhatikan filosofi di balik mekanisme ini. Tidak memenuhi syarat pada percobaan pertama diperlakukan sebagai sinyal untuk ditindaklanjuti, bukan sebagai pengumuman kekalahan. Anda diarahkan ke konseling, bukan dibuang. Ini konsisten dengan alasan tes itu ada, yaitu menyaring kesiapan mengemudi demi keselamatan, bukan mempersulit orang. Jadi bila Anda mendengar cerita orang yang "gagal" tes psikologi SIM, kemungkinan besar yang terjadi adalah ia perlu mengulang setelah konseling, bukan kehilangan hak membuat SIM secara permanen.

Pemahaman ini juga meredam godaan curang. Karena mengulang setelah konseling itu sah, murah, dan waktunya lapang sampai enam bulan, tidak ada gunanya membayar joki untuk "meloloskan" Anda sekali jalan. Anda tidak sedang berjudi dengan satu-satunya kesempatan. Anda punya jalur resmi yang jelas untuk memperbaiki hasil, dengan pendampingan konselor pula.

Cara mempersiapkan diri, plus kenapa joki dan kunci jawaban itu omong kosong

Persiapan tes psikologi SIM tidak menuntut belajar berhari-hari. Yang dibutuhkan justru kondisi diri yang baik. ePPsi menyarankan beberapa hal konkret yang bisa Anda tiru: luangkan waktu dengan penjadwalan yang baik, buat diri Anda senyaman mungkin, makan dan minum secukupnya sebelum tes, cari tempat dengan pencahayaan cukup, pilih lokasi yang minim kebisingan agar konsentrasi terjaga, dan perhatikan instruksi setiap bagian dengan saksama. Karena tiap soal punya batasan waktu, kerjakan dengan cepat tetapi teliti.

  • Jujur pada bagian kepribadian. Tidak ada jawaban benar atau salah di sini, jadi menjawab apa adanya justru menghasilkan profil yang konsisten. Mencoba "menebak jawaban ideal" malah berisiko membuat pola jawaban Anda janggal.
  • Cukup istirahat sebelum tes. Aspek kognitif dan psikomotorik menguji konsentrasi dan ketelitian. Kurang tidur adalah cara tercepat menurunkan keduanya.
  • Baca instruksi tiap aspek. Cara menjawab tiga aspek berbeda-beda, dari menilai benar-salah, memilih derajat setuju, sampai mencari angka yang hilang. Salah memahami instruksi lebih sering menjatuhkan orang daripada soalnya sendiri.
  • Kerjakan di tempat tenang dengan jaringan stabil. Untuk jalur online, koneksi yang terputus di tengah tes hanya menambah stres. Bila layar sempat macet, ePPsi menyediakan cara memuat ulang agar Anda kembali ke posisi terakhir.
Kenapa "kunci jawaban tes psikologi SIM" itu mustahil Kami sengaja tidak memuat daftar "kunci jawaban" apa pun, bukan karena menyembunyikannya, melainkan karena secara teknis barang itu tidak ada. Pertama, ePPsi menyatakan bagian kepribadian tidak punya jawaban benar atau salah, jadi tidak ada yang bisa dikuncikan. Kedua, soal tes bersifat item-generated dan unik untuk tiap individu, sehingga jawaban orang lain tidak cocok untuk set soal Anda. Ketiga, hasil tes terikat pada NIK Anda dan tersimpan di pusat data Korlantas Polri, jadi joki tidak bisa "menitipkan" hasil atas nama Anda tanpa jejak. Uang yang Anda serahkan ke calo untuk urusan ini murni terbuang.

Maka kesimpulannya melegakan. Tes psikologi SIM adalah screening singkat atas aspek kognitif, kepribadian, dan psikomotorik, dengan dasar hukum Perpol Nomor 5 Tahun 2021, biaya kecil, hasil berlaku enam bulan, dan jalur perbaikan lewat konseling bila belum memenuhi syarat. Datang dalam kondisi cukup istirahat, jawab dengan jujur, ikuti instruksi, dan Anda tidak perlu joki maupun kunci jawaban. Untuk melanjutkan urusan SIM Anda, telusuri panduan lain seperti jenis SIM A, B, C, dan D di Indonesia atau kumpulan artikel OtoTerkini lainnya.

SU
Sari UtamiEditor Panduan & Regulasi. Menangani artikel seputar pajak kendaraan, SIM/STNK, dan panduan administrasi. Menyaring informasi dari situs Samsat, Bapenda, dan Korlantas Polri agar pembaca mendapat rujukan resmi.

Sumber

  1. Korlantas Polri, Panduan SIM (biaya tambahan tes psikologi e-Ppsi Rp 37.500; Surat Keterangan Sehat Jasmani lewat e-Rikkes dan Surat Keterangan Sehat Rohani atau psikotes lewat e-Ppsi sebagai dua prasyarat terpisah; psikotes dapat dilakukan di SATPAS atau lewat aplikasi e-Ppsi; alur e-Ppsi: buka situs atau aplikasi, registrasi, bayar biaya tes, kerjakan soal kepribadian dan kecermatan, hasil otomatis terkirim bila memenuhi syarat)
  2. ePPsi (eppsi.id), platform Tes Psikologi SIM online oleh Central Asesmen Indonesia, diakreditasi Biro Psikologi SSDM Polri dan terintegrasi SINAR Digital Korlantas (tiga aspek: kognitif, kepribadian, psikomotorik, dengan instruksi masing-masing; bagian kepribadian tidak ada jawaban benar atau salah; tes berbasis item-generated unik per individu; dasar hukum Perpol No. 5 Tahun 2021; biaya Rp 77.500 termasuk pajak; masa berlaku hasil 6 bulan; durasi maksimal 1 jam; bila tidak lolos wajib konseling lalu boleh mengulang dalam 1 hari sampai 6 bulan; cukup 1 kali tes untuk berbagai golongan; hasil terhubung NIK dan tersimpan di pusat data Korlantas)
  3. Digital Korlantas POLRI, Layanan SIM (SINAR SIM Nasional Presisi: pendaftaran dan ujian teori online, ujian praktik di SATPAS; e-Rikkes dan e-Ppsi sebagai jalur pemeriksaan kesehatan jasmani dan psikologi; bagian FAQ memuat pertanyaan tentang tes psikologi dan biayanya)
  4. Perpol Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM, naskah resmi Korlantas Polri (Pasal 10: persyaratan kesehatan meliputi kesehatan jasmani dan kesehatan rohani; Pasal 12: kesehatan rohani dilaksanakan lewat pemeriksaan psikologi yang meliputi aspek kemampuan kognitif, kemampuan psikomotorik, dan kepribadian, dibuktikan surat keterangan lulus tes psikologi yang berlaku paling lama 6 bulan sejak diterbitkan)

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa saja materi tes psikologi SIM?
Menurut FAQ platform resmi ePPsi, tes psikologi SIM mengukur tiga aspek. Aspek kognitif menilai proses mental adaptif dan dikerjakan dengan menilai benar atau salahnya alternatif jawaban. Aspek kepribadian melihat sifat saat berkendara dan dikerjakan dengan memilih derajat persetujuan dari sangat tidak setuju sampai sangat setuju. Aspek psikomotorik menguji koordinasi gerak dan ketelitian, dikerjakan dengan mencari angka yang hilang pada pasangan angka dan huruf. Soal spesifiknya tidak dipublikasikan karena bersifat unik untuk tiap individu.
Berapa biaya tes psikologi SIM?
Ada dua angka resmi. Halaman Panduan SIM Korlantas Polri mencantumkan biaya tes psikologi e-Ppsi sebesar Rp 37.500. Namun FAQ platform ePPsi sendiri saat ini mencantumkan Rp 77.500 termasuk pajak. Karena tarif layanan bisa berubah, pastikan Anda melihat nominal yang ditampilkan aplikasi ePPsi pada langkah pembayaran sebelum membayar. Biaya ini terpisah dari tes kesehatan jasmani lewat e-Rikkes.
Apakah tes psikologi SIM bisa gagal dan bikin tidak bisa punya SIM?
Tidak permanen. Tes ini bersifat menyaring, sehingga hasilnya bisa berupa tidak memenuhi syarat, tetapi itu bukan vonis selamanya. FAQ ePPsi menjelaskan bila tes pertama tidak lolos, Anda masih bisa mengulang dalam rentang satu hari sampai enam bulan, dengan syarat mengikuti sesi konseling lebih dulu. Setelah konselor menyatakan boleh lanjut, Anda otomatis dapat mengerjakan tes lagi.
Apakah ada kunci jawaban tes psikologi SIM?
Tidak ada, dan secara teknis mustahil. ePPsi menyatakan bagian kepribadian tidak memiliki jawaban benar atau salah, jadi tidak ada yang bisa dikuncikan. Soal tes juga bersifat item-generated dan unik untuk tiap orang, sehingga jawaban orang lain tidak berlaku untuk Anda. Ditambah lagi hasil tes terikat NIK dan tersimpan di pusat data Korlantas, sehingga joki tidak bisa menitipkan hasil tanpa jejak. Jawaban paling aman adalah jujur.
Di mana tes psikologi SIM dilakukan, online atau di SATPAS?
Keduanya sah. Halaman Panduan SIM Korlantas menyatakan psikotes bisa dilakukan di lokasi SATPAS atau lewat aplikasi e-Ppsi. Jalur online dilakukan lewat situs eppsi.id atau aplikasinya di app.eppsi.id, yang berupa aplikasi web progresif sehingga bisa dipasang di Android maupun iOS. Hasilnya terhubung ke NIK dan tercatat di pusat data Korlantas untuk dipakai di aplikasi SINAR Digital Korlantas.
Apa dasar hukum dan tujuan tes psikologi SIM?
Dasar hukumnya adalah Peraturan Kepolisian Nomor 5 Tahun 2021 tentang Penerbitan dan Penandaan SIM, sebagaimana disebut ePPsi dan Korlantas. Tujuannya, menurut ePPsi, bertolak dari tren kasus di jalan seperti kecelakaan dan perilaku berkendara tidak aman yang sebagian besar dipengaruhi faktor psikologis. Jadi tes ini menyaring kesiapan mental berkendara, bukan menguji hafalan atau menggagalkan pemohon.
Berapa lama tes psikologi SIM dan berapa lama hasilnya berlaku?
Menurut ePPsi, durasi pengerjaan maksimal sekitar satu jam, dan sejumlah pengguna menyelesaikannya dalam waktu lebih singkat. Masa berlaku hasil tes adalah enam bulan. Selama masih berlaku, satu kali tes cukup untuk berbagai golongan SIM, sehingga Anda tidak perlu mengulang bila mengurus lebih dari satu golongan dalam periode itu.